EFEKTIVITAS PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI DINAS PERTANIAN K.ABUPATEN JEPARA

SIHANA, SIHANA (2003) EFEKTIVITAS PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI DINAS PERTANIAN K.ABUPATEN JEPARA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Free trade to demand adaptation with pattern mobilitation and trade system international, include agriculture products, so increase compete influence demand with to prepared and to developed the agriculture commodity which have competitive superiority and comperative in roughly market. To realized in stock the agriculture products which fitted with hopes, quality, quantity and time fitted development to demand the hard working of all agriculture people and the government. For anticipation that demand the government already take the steps that is published the SKB of Mendagri and Mentan No. 539/KPTS/12.120/7/1991 and No, 65/1991 about holding the information not indication the prepaired, need the prepaired, so it is renew with to expend SKB Mendagri and Mentan No. 301/KPTS/LP. 120/4/1996 and No. 54/1996 about directive holding information agriculture. With region autonomy period, so all activity agriculture information become the region matter and managed by agriculture service so to hope can hold the prima service to farmer on frame work regional construction autonomy fit with demand and wishes the farmer. But fact in the field confronted by many constraint, for example communication process, motivation, attitude the informant, participated, leadership, behavior, work together etc. with many factors which influenced the effective of field agriculture informant in agriculture service regency of Jepara and also limited the time, donation and facility for accuracy, so the writer limited the accuracy to effective field agriculture informant which influenced the communication, motivation and behavior the agriculture informant. In experiment, the writer do eksplanatory accuracy with the meaning of accuracy for example the hipotesis with calculation statistic coefisien correlation rank Kendall Tau technique and Kendall konkordinasi coefisien. Experiment do with the experiment object is PPL in agriculture service the regency of Jepara. For efficiency and not leave the accuracy of experiment result. Agriculture informant to amount 74 informant in 13 sub district will take 45 agriculture informant for sample. To get information from 45 sample PPL will analys with statistic formula. Information of hypothesis test to prove positive context between the behavior to efectivity of PPL. From the result of hipotesis test already to prove exist positive connection between the behavior with the effective of field agriculture but from calculation between motivation and informant effective nothing positive connection if communication, motivation and behavior altogether have positive connection. With to remember condition of our farmer which less well capability human source, donation source, technology although management so communication process at the form of technology transfer, metodologi, examples that is show theequipment although demonstration need to increase. Motivation for to support the informant behavior straight to increase, so the informant proud with the task and the obligation, it is can to form informant who have participation and professional. Perdagangan Bebas menuntut penyesuaian dengan pergeseran-pergeseran pola dan sistem perdagangan Internasional, termasuk produk-produk pertanian, sehingga dituntut peningkatan daya saing dengan mempersiapkan dan mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di pasar global. Untuk mewujudkan tersedianya produk-produk pertanian yang sesuai dengan perkembangan selera, kualitas, jumlah dan kesesuaian waktu dituntut kerja keras seluruh masyarakat pertanian dan pemerintah.Dalam mengantisipasi tuntutan tersebut pemerintah telah mengambil langkah-langkah berupa diterbitkannya SKB Mendagri dan Mentan Nomer 539/Kpts/LP.120/7/1991 dan Nomer 65 tahun 1991, tentang Penyelenggaraan Penyuluhan di Daerah. Pada kenyataan setelah 5 tahun, pelaksanaan penyuluhan tidak menjukkan perbaikan, sehingga perlu perbaikan, sehingga diperbaharui dengan dikeluarkan SKB Mendagri dan Mentan Nomer: 301/Kpts/LP.120/4/1996 dan Nomer: 54 tahun 1996. tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Pada Era Otonomi Daerah, maka seluruh aktivitas penyuluhan pertanian menjadi urusan daerah, dan dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jepara, dengan demikian diharapkan pelaksanaan penyuluhan akan terlaksana seen baik, sehingga pelayanan prima terhadap petani akan menjadi kenyataan dan kemandirian pembangunan pertanian di daerah sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat tani Namun kenyataannya di lapangan dihadapkan banyak kendala, antara lain proses komunikasi, motivasi, sikap penyuluh, partisipasi, kepemimpinan, perilaku, kerja sama dan lain-lain. Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi efektivitas penyuluh pertanian lapangan di Dinas Pertanian Kabupaten Jepara, serta keterbatasan waktu, dana dan fasilitas dalam meneliti, maka penulis membatasi penelitian pada Efektivitas Penyuluh Pertanian Lapangan yang dipengaruhi proses Komunikasi, Motivasi dan Sikap penyuluh pertanian. Dalam penelitian ini, penulis melaksanakan penelitian eksplanatory, dengan maksud tujuan untuk menguji hipotesis dengan tehnik perhitungan statistik koefisien korelasi rank Kendall Tau dan koefisien Konkordansi Kendall. Penelitian dilakukan dengan obyek penelitian Penyuluh Pertanian Lapangan yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Jepara. Untuk efisiensi dan tidak meninggalkan akurasi basil penlitian penyuluh pertanian sebanyak 74 petugas, yang tersbar di 13 kecamatan akan diambil sampel sebanyak 45 orang penyuluh pertanian. Untuk mendapatkan data dari 45 sampel penyuluh pertanian lapangan akan dianlisis dengan perhitungan rumus statistik. Hasil uji hipotesis membuktikan adan hubungan positif antara komunikasi terhadap efektivitas penyuluh pertanian lapangan. Begitu juga ada hubungan positif antara Sikap terhadap EfektivitasPenyuluh Pertanian. Tetapi dari perhitungan antara Motivasi terhadap Efektivitas Penyuluh Pertanian tidak ada hubungan positif atau hipotesis tidak terbukti. Hubungan antara Komunikasi, Motivasi dan Sikap secara bersama-sama terhadap Efektivitas Penyuluh Pertanian Lapangan ternyata ada hubungan positif, walaupun relative kecil yaitu 8,38 %. Sedang sisanya sebesar 93,62 % adalah faktor lain diluar ke 3 variabel diatas. Dengan mengingat kondisi petani kita yang serba kurang baik kemampuan Sumber Daya Manusia, Sumber Dana, Teknologi maupun Manajemen maka proses komunikasi dalam bentuk transfer teknologi, metodologi, contoh-contoh berupa peraga baik peralatan maupun demonstrasi perlu ditingkatkan. Juga motivasi dalam menunjang sikap penyuluh terus ditingkatkan sehingga penyuluh bangga akan tugas dan kewajibannya, sehingga akan membentuk penyuluh yang partisipatif dan professional

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:14804
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:17 Jun 2010 15:19
Last Modified:17 Jun 2010 15:19

Repository Staff Only: item control page