UJI BANDING SALEP KETOKONASOL 2% DAN SENG OKSIDA 10% PADA DERMATITIS POPOK

HANDARYATI, LUCKY (2003) UJI BANDING SALEP KETOKONASOL 2% DAN SENG OKSIDA 10% PADA DERMATITIS POPOK. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1106Kb

Abstract

Background : Napkin dermatitis is a dermatitis exclusively localized in the napkin area, commonly attacks children less than 2 years of age, usually conservatively cured by the parents so that only 7 - 35 % babies suffer from napkin dermatitis. Ketoconazole which alter the cell membrane of fungi, also acts against gram positive bacteria and candida. Zinc oxide are astringent, water absorbable, acts as a cover agent against excoriation and as a mild anti inflamatory. Objective : The aim of this study is to compare the efficacy of ketoconazole 2% ointment to zinc oxide 10% ointment against napkin dermatitis. Method : This study is a clinical experimental study, a double-blind randomized controlled trial is used. The study was done in Dr. Kariadi General Hospital Semarang. Results : All the patients of ketoconazole group were cured and the mean clinical cure rate is 84,60 %. While in zinc oxide 10% group 71,4% patient were cured and the mean clinical cure rate is 56,16%. Conclusions: The clinical cure rate of napkin dermatitis of ketoconazole 2% group compared to zinc oxide 10% group is significantly different (p= 0,021). Ketoconazole 2% is more effective than zinc oxide 10% to cure napkin dermatitis. Latar belakang : Dermatitis popok merupakan dermatitis yang khususnya terlokalisir di area yang tertutup popok, umumnya menyerang usia kurang dari dua tahun, secara konservatif biasanya sudah diobati oleh orang tuanya sehingga prevalensinya hanya diperkirakan sekitar 7 - 35 % bayi pemah menderita dermatitis popok. Ketokonasol mengakibatkan perubahan dalam membran yang berhubungan dengan fungsi sel, mempunyai kemampuan melawan bakteri gram positif dan kandida. Seng oksida bersifat astringen, menyerap air, melindungi ekskoriasi dan anti inflamatori ringan. Tujuan penelitian : untuk membandingkan efektivitas salep ketokonasol 2% dan seng oksida 10 % pada dermatitis popok. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental klinis, menggunakan uji klinis acak terkontrol, buta ganda. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Kariadi Semarang. Hasil : Pada kelompok ketokonasol 2% memberikan kesembuhan pada semua pasien dengan prosentase kesembuhan klinis rata-rata 84,60%. Sedangkan pada kelompok seng oksida 10% memberikan kesembuhan 71,4% pasien dan prosentase kesembuhan klinis rata-rata 56,16%. Kesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna (p=0,02I) dalam penyembuhan klinis dermatitis popok antara yang menggunakan ketokonasol 2% terhadap seng oksida 10%. Ketokonasol lebih efektif menyembuhkan dermatitis popok.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:14794
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:17 Jun 2010 15:00
Last Modified:17 Jun 2010 15:00

Repository Staff Only: item control page