UJI BANDING EFEKTIVITAS PENGELUPASAN KIMIAWI AMINO FRUIT ACIDS DENGAN ASAM GLIKOLAT PADA PENDERITA MELASMA WANITA

Ekar5ini, Dhani (2002) UJI BANDING EFEKTIVITAS PENGELUPASAN KIMIAWI AMINO FRUIT ACIDS DENGAN ASAM GLIKOLAT PADA PENDERITA MELASMA WANITA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1698Kb

Abstract

Melasma adalah kelainan didapat berupa hiperpigmentasi pada wajah yang sering dijumpai terutama pada wanita. Terdapat beberapa macam pengobatan untuk melasma, tetapi seringkali hasilnya kurang memuaskan. Pengelupasan kimiawi semakin populer untuk mengobati melasma. Asam glikolat yang berasal dari gula tebu pada saat ini dikenal sebagai agen untuk pengelupasan kimiawi Pengelupasan kimiawi dengan asam glikolat dapat xnenyebabkan rasa gatal, menyengat dan eritema, terutama pada konsentrasi yang tinggi. Selain itu juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi , hipopigmentasi, infeksi, eritema persisten dan jaringan parut. Amino fruit acids atau AFAs sama halnya dengan asam glikolat juga berasal dari gula tebu. Bedanya adalah amino fruit acids terdapat pada tunas dan benih gula tebu dan tidak terdapat pada tanaman dewasanya. Amino fruit acids adalah suatu bahan yang kurang iritatif dan mempunyai sifat antioksidan yang lebih baik, sehingga lebih efektif untuk terapi melasma, terutama untuk individu yang memiliki warna kulit lebih gelap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk inembandingkan hasil pengelupasan kimiawi amino fruit acids dengan asam glikolat yang dilakukan sebanyak 6 kali dengan interval 2 minggu untuk setiap kali pengelupasan kimiawi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pada 39 penderita melasma yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak sederhana . Penilaian perbaikan klinis dilakukan dengan menilai pengurangan nilai MASI (Melasma Area and Severity Index).Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelupasan kimiawi amino fruit acids lebila baik dibandingkan asam glikolat dalam mengobati melasma dengan efek samping yang lebih jarang. Melasma is a common acquired disorder of facial hiperpigmentation affecting mainly women. Many modalities of treatment are available but the result is often unsatisfactory. Chemical peeling are becoming increasingly popular in the treatment of melasma.Glycolic acid a fruit acid found in sugar cane has been recently popularized as a chemical peeling ag6nt. Glycolic acid peels may create itching, stinging and erythema, particularly in high concentrations. In addition to hyperpigmentation, hypopigmentation, infection, persistent erythema and scaffing. Amino fruit acids or AFAs come from the same sugar cane plants as glycolic acid, the difference being the AFAs come from the bud or seed and do not occur in the mature plant. AFAs is a less irritating compound with better antioxidant properties, which is more effective on melasma, especially on darker skin tones. The aim of this study was to compare the result of amino fruit acids and glycolic acid peels in treating melasma applied repeated '6 times with 2 weeks interval between each peel and its side-effects. This was a experimental study of 39 patients with melasma that were divided into two groups with a simple random. Assessment of clinical improvement was done by assessing the decrease of MASI (Melasma Area and Severity Index). The result of this study was amino fruit acids peels was better than glycolic acid peels and the side effects of amino fruit acids was less frequent.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RT Nursing
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:14695
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:16 Jun 2010 20:49
Last Modified:16 Jun 2010 20:49

Repository Staff Only: item control page