ANALISA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA PURWOKERTO

Supriyadi, Agus (2003) ANALISA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA PURWOKERTO. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3285Kb

Abstract

Publics transport, as a part of the urban system, plays very strategic and important role in city growth and development therepore, a reliable urban transportation system that can support the society mobilization in Purwokerto city is needed. The problems foced is how to satisfy the users, while the services provider get benefits. To find out the solution of above problem, this study examines the services level of public transport on three routes of urban transportation in Purwokerto City there are : route Fl ( Patilcraja - Kebondalem), route F2 ( Sokaraja - Kebondalem ), route K ( Karanglewas - Kebondalem). The examination covers users satisfactory, vehicle operating expenses, and earnings obtained by driver, as parameters to obtain service level of public transport and financial fesibility. The study conducted by using purpose sampling method. The survey covers: static survey, on bus survey, interview with driver, and Vehicle Operational Cost survey. The study shows that the assessment on investment suitability at that examined routes, demonstrates a positive measure for the route of F2 and K At means those routes are profitable for urban transportation provider. At can be seen form the economic parameters NPV, BCR and 1RR values. The NPV > 0 ( F2 : 16.262.018, K : 1.243.279 ), BCR > 1 ( F2 : 1,81 , K : 1,06 ), IRR > social discount rate: 18 % F2: 0,19, K : 0,28 ). While the Fl route is improvable for public transport, as proved by NPV<0(-17,508035), BCR<1(0,12), 1RR < Social Discount Rate : 18% ( 0,08) Driver earnings level vary, those are; route F1: Rp. 15.160, 00 / day, route F2: Rp. 61.662,00 / day, route K Rp. 24.461,00 / day. It is influenced by some factor, those are: load factor, cycle acquirement per day, and public transport consumer composition. As a whole, measurement of urban transportation service performance and investment suitability, according to standard from department of transportation, is good. Although assessment, limited at the side of passenger only and entrepreneur, since at the crew side, there is no explicit definition about reasonable take home earnings in order that standard of earnings appropriateness for each area are varied. As a whole, almost all indicators at least have level 2 (for schale 3) except for the time service indicator, start and finish of service time, which is in level 1. It is coursed by the service duration is only ± 12 hours, start at 06" and finishing at 1800. The night, Purwokerto society mobility served by other transportation i.e. ojeg and pedicab, that have limited capacities, short range distance and also relatively expensive. This condition requires improvement, especially to improve the crew earnings, so that receiving an eligible earnings at lest 30.000,00 / day. It is proposed to rerrange the number of vehicles on each route. The number of vehicles in route is reduced, and transferred to the good route. It's also suggested to add the fee on F1 route, so that the entrepreneur does not collapse, whereas from service side presumably need to takeconsideration about transportation system to convey the mobility of Purwokerto society during the night, for example : city transport vehicle, bus and also taxicab. Angkutan umum Sebagai salah satu dari sistem kota memegang peranan yang sangat penting dan strategic dalam pengembangan dan pembanguna kota seginga diperlukan sisteem angkutan kota yang handal dan dapat menunjang mobilisasi masyarakat di Kota Purwokerto. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana pelayanan yang diperoleh oleh pengguna jasa sehingga sudah cukup terpenuhi kepentingan sedemikian rupa, sementara disisi lain pihak penyedia jasa tidak merugi Untuk pemecahan masalah tersebut maka dilakukan pengkajian terhadap tiga trayek angkutan kota di Purwokerto yaitu : trayek Fl (Patilcraja-Kebondalem), trayek F2 (Sokaraja-Kebondalem), trayek K (Karanglewas—Kebondalem) dengan melakukan kajian terhadap tingkat pelayanan angkutan umum bagi pengguna jasa dan kemudian mengkaji biaya operasional kendaraan dan pendapatan yang diperoleh oleh pengemudi sehingga akan diperoleh penilaian suatu tingkat pelayanan angkutan kota serta suatu penilaian tentang kelayakan finansial trayek studi. Penilaian dilakukan dengan mengunakan metode purpose sampling, kemudian jenis survai meliputi : survai statis, survai on bus, wawancara pengemudi dan survai BOK. Sesuai dengan hasil evaluasi dan analisis data diperoleh suatu hasil penelitian sebagai berikut : Penilaian kelayakan investasi pada trayek penelitian menunjukan nilai yang positif untuk trayek F2 dan K artinya memberi keuntungan bagi pengusaha angkutan kota dimana menunjukkan nilai NPV> 0 (F2 : 16262.018,K : 1.243.279), BCR > 1 (F2 : 1,81 , K : 1,06), IRR > sosial discount rate : 18 % F2 : 0,19,K : 0,28), sementara untuk trayek F1 menunjukkan nilai yang negatif artinya tidak memberi keuntungan bagi pengusaha angkutan kota dimana menunjukkan nilai NPV < 0 ( -17.508.035), BCR < 1 (0,12), IRR < sosial discount rate : 18% (0,08), dimana indikator tersebut selain dipengaruhi oleh setoran juga dipengaruhi oleh jumlah penumpang dan panjang trayek. Penilaian tingkat pendapatan awak yang bervariasi yaitu trayek FI: Rp. 15.150,00/hari, trayek F2 : Rp. 61.662,00/hari , trayek K : Rp. 24.461,00/hari, hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: faktor muat, perolehan rit dalam sehari, komposisi penggunaan angkutan umum. Secara keseluruhan penilaian performasi kinerja pelayanan angkutan kota dan kelayakan investasi sesuai dengan standart Departemen Perhubungan adalah baik namun penilaian itu hanya sebatas pada sisi penumpang dan pengusaha, sementara pada sisi awak tidak ada batasan yang jelas mengenai kelayakan pendapatan yang dibawa pulang sehingga standart kelayakan pendapatan untuk maasing-masing daerah akan berbeda Secara keseluruhan hampir semua indikator setidaknya mempunyai nilai 2 (cukup baik) kecuali untuk undikator waktu pelayanan dan waktu mulai serta berakhimya pelayanan yang menunjukan nilai 1 (buruk), hal ini dikarenakan waktu pelayanan + 12 jam atau mulai dari jam 06.00 sampai 18.00 WIB sehingga untuk malam hari mobilitas masyarakat Purwokerto dilayani oleh angkutan lain yaitu : ojeg dan becak yang mempunyai keterbatasan kapasitas maupun jarak tempuh serta relatif lebih mahal.Kondisi diatas sudah selayaknya perlu dibenahi terutama untuk tingkat pendapatan awak agar mendapatkan suatu pendapatan yang loyal( atau sebesar Rp. 30.000,00 /hari, maka diperlukan suatu solusi yang ditawarkan berupa pengurangan dan penambahan armada secara silang pada beberapa rute yang bagus atau mendapatkan penghasilan lebih besar dari Rp. 30.000,00/hari dari rute yang kurang bagus atau mendapatkan penghasilan kurang dari Rp. 30.000,00/hari dengan adanya pengaturan kembali jumlah armada pada tiap-tiap trayek, selanjutnya untuk trayek Fl perlu juga disarankan untuk menaikkan setoran agar pengusaha tidak dirugikan atas usaha yang dilakukan, sementara dari sisi pelayanan kiranya perlu dipikirkan sistem angkutan untuk mengangkut mobilitas masyaralcat Purwokerto diwaktu malam misalnya : angkutan kota, bus maupun taksi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Civil Engineering
ID Code:14656
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 18:03
Last Modified:16 Jun 2010 18:03

Repository Staff Only: item control page