Memberdayakan Rusunawa Kaligawe

Sukawi, Sukawi (2009) Memberdayakan Rusunawa Kaligawe. Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur FT Undip .

[img]
Preview
PDF - Published Version
11Kb

Abstract

Pembangunan perumahan memang menjadi dasar kebutuhan masyarakat dan tuntutan pemerintah (daerah atau pusat) untuk memenuhinya. Akan tetapi apabila pembangunan perumahan hanya berdasarkan target penyelesaian tanpa memperhitungkan faktor lain, pembangunan tersebut akan lebih bernuansa pemborosan daripada memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Kota Semarang sudah merealisasikannya dengan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Pasar Waru, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari. Sebuah cita-cita pemerintah yang penuh dengan idealisme dalam membantu kaum pekerja bawah sungguh perlu mendapatkan apresiasi. Sudah selayaknya setiap kota dengan tingkat konsentrasi buruh yang tinggi memerlukan kehadiran rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Para buruh akan lebih produktif jika didukung dengan bertempat tinggal di rumah layak huni, lingkungan yang bersih, air yang lebih higinis, dan akses yang tidak terlalu sulit dan tidak mahal. Menurut Johan Silas (2000) Pembangunan perumahan ke atas lebih menguntungkan dalam banyak hal dibandingkan pembangunan perumahan ke samping. Kota Semarang mempunyai Rusunawa Kaligawe yang megah dan telah rampung pembangunannya sejak dua tahun yang lalu namun belum juga dihuni hingga sekarang ini. Padahal sudah banyak warga yang mendaftar untuk dapat menjadi penghuni rusunawa tersebut. Rusunawa ini terdiri atas tujuh twin block yang masing-masing empat lantai. Lantai satu untuk area publik dan lantai 2-4 untuk hunian. Masing-masing twin block berkapasitas 96 unit rumah, sehingga total hunian 672 unit. Hingga kini tujuh twin block rusunawa tersebut masih kosong. Lantaran tak kunjung difungsikan, Rusunawa Kaligawe terancam rusak. Gambaran tentang potensi kerusakan antara lain cat tembok mulai mengelupas, banyak coretan dari tangan-tangan jahil, sebagian meteran air hilang, dan beberapa bagian bangunan yang menggunakan besi mulai terlihat berkarat. Bahkan pernah juga ada kabar dipakai untuk tempat maksiat. Untuk Buruh Rusunawa ini sebenarnya diperuntukkan bagi para pekerja atau kaum buruh yang berpenghasilan rendah. Dengan penghasilan pas-pasan diharapkan mereka tetap memiliki kesempatan tinggal di tempat yang teduh dengan sewa yang terjangkau. Mereka yang berasal dari luar kota Semarang bisa memanfaatkan rusunawa, daripada upahnya habis di jalan untuk biaya mahalnya sarana transportasi. Rusunawa Kaligawe ini dibangun di atas lahan yang potensial terkena banjir. Mungkin pertimbangan awalnya adalah lokasi itu relatif dekat dengan padatnya pabrik-pabrik mulai skala kecil hingga besar di Kaligawe. Untuk mengantisipasinya, rusunawa ini dapat dilengkapi dengan sistem polder yang terdiri atas saluran, pompa dan kolam penampungan. Air dari sekitar rumah susun dapat dialirkan melalui saluran yang tersedia lalu dikirim ke kolam penampungan. Kemudian, air dibuang ke Sungai Banjir kanal Timur lewat rumah pompa. Hal ini sebagai langkah antisipasi dari kemungkinan banjir dan rob. Penting diketahui, Rusunawa Kaligawe dibangun di atas tanah urukan yang semula rawa-rawa dan sangat rentan terhadap banjir dan rob. pembangunan rusun itu juga harus mengantisipasi kemungkinan penurunan tanah. Sama tidak optimalnya ketika Rusunawa nantinya membuat lingkungan sekitarnya jadi kebanjiran atau rusak. Ini sangat tidak diinginkan bersama. Rusunawa Kaligawe pada dasarnya dibangun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan warga di bidang rumah atau papan yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Dengan memanfaatkan tanah negara yang ada, Rusunawa setidaknya akan dapat memenuhi kebutuhan banyak keluarga atas rumah di tengah keterbatasan lahan yang ada. Kawasan ini harus dirancang dengan baik agar memiliki sistem drainase yang memadai, dan masalah teknis lainnya sekaligus juga penataan sistem lingkungan sosial keamanannya. Tentu tidak lupa untuk memperbaiki semua yang rusak sebelum dihuni. Untuk memberdayakan Rusunawa Kaligawe, sudah selayaknya untuk secepatnya dihuni dengan aturan maupun persyaratan yang tidak rumit dan meringankan para buruh. Seperti memiliki KTP dan KK (sudah berkeluarga), mengantongi surat keterangan belum memiliki rumah yang diketahui lurah dan camat, memiliki penghasilan tetap. Untuk karyawan pabrik, dapat melampirkan keterangan penghasilan per bulan. Sementara, pekerja sektor informal seperti pedagang pasar, dan pekerjaan lainnya dapat melampirkan bukti keterangan penghasilan dari lurah. Dengan Rusunawa yang didukung sarana dan prasarana yang baik serta lokasi yang tidak jauh dari pusat kota maupun tempat bekerja didukung sarana transportasi umum, hal itu sangat membantu bagi rakyat berpenghasilan kecil. Minimal biaya transportasi tidak besar dibandingkan harus bertempat tinggal di luar kota yang jauh dari tempat kerjanya. Para calon penghuni benar-benar harus disadarkan hidup berlingkungan bersih dan sehat sejak awal. Bertempat tinggal di rumah susun membutuhkan daya toleransi yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan perkampungan biasa.

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1462
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:21 Oct 2009 14:52
Last Modified:21 Oct 2009 14:52

Repository Staff Only: item control page