FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU GURU UKS DALAM UPAYA DETEKSI DINI PENDERITA KUSTA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BLORA

Warijan, Warijan (2005) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU GURU UKS DALAM UPAYA DETEKSI DINI PENDERITA KUSTA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BLORA. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3078Kb

Abstract

The prevalence of Leprosy in the world, in 1998: Indonesia was placed in the big three after India and Brazil. In 2002, there were still 12 provinces and 111 regencies which the prevalence of Leprosy was over of 1/10.000 people. Furthermore, data of Leprosy from 2000-2002 showed that Blora Regency was still placed in the big 10 among other Regencies in Central Java with prevalence >1/10.000 people and proportion of Leprosy among children was >1%. However, the proportion of Leprosy among children may be false as between the year of 2000-2002 there was no school survey done. Because of that, it was important to study the involvement of Health School Program teachers in the effort of early detection of Leprosy clients. The study objective was to search factors that correlate with health school program (UKS) teachers' behaviors in the effort of early detection of leprosy clients in elementary school students in Blora Regency. This study was an explanatory research that employed survey sample method and cross sectional technique. The study population was all Health School Program (UKS) Teachers in Blora Regency with the number of 712. The number of 88 samples was recruited from population using simple random sampling technique. The data were collected by interviewing using Questionnaires and analyzed by means of univariate, bivariate and multivariate. The result of this study showed that there was a significant correlation between teachers' salaries and the practice of early detection of Leprosy clients with p value = 0.04, between the role of health workers and the practice of early detection of Leprosy clients with p value = 0.05. Together, variable salary with p value = 0.04 and variable attitude with p value = 0.05 had a significant correlation with the practice of early detection of Leprosy clients (p value < 0.05). Otherwise, the variable of the role of health workers with p value = 0.06 had no correlation with early detection of Leprosy clients (p value > 0.05). The most dominant factor that correlates with early diagnosis of Leprosy clients was salary of the samples with p value = 0.04. Prevalensi penyakit kusta di dunia tahun 1998 : Indonesia berada pada peringkat 3 di bawah India dan Brasil. Tahun 2002 masih ada 12 Provinsi dan 111 Kabupaten yang angka prevalensinya di atas 1/10.000 penduduk. Data kusta tahun 2000-2002 menunjukkan bahwa Kabupaten Blora masih menduduki peringkat 10 besar Kabupaten di Jawa Tengah dengan angka prevalensi >1/10.000 penduduk dan proporsi kasus kusta pada anak >1%. Namun proporsi kusta pada anak ini tidak rnenggambarkan angka yang sebenaranya karena pada tahun 2000-2002 tidak ada school survey di Kabupaten Blora. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui keterlibatan guru UKS SD dalam deteksi dini penderita kusta. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku guru UKS dalam deteksi dini penderita kusta pada anak Sekolah Dasar di Kabupaten Blora Jenis penelitian ini adalah explanatory research, dengan metoda penelitian survey sample dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh guru UKS SD di Kabupaten Blora sebanyak 712 orang. Sampel penelitian berjumlah 88 orang, dipilih dengan pendekatan simple random sampling. Data diperoleh dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan .da hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan praktik deteksi dini penderita kusta dengan p value = 0,04, dan peranan petugas kesehatan dengan praktik deteksi dini kusta dengan p value = 0,05. Secara bersama-sama variabel pendapatan dengan p value 0,04 dan variabel sikap dengan p value = 0,05 mempunyai hubungan yang signifikan dengan praktik deteksi diM penderita kusta (p value _5 0,05). Sedangkan variabel peranan petugas kesehatan dengan p value = 0,06 tidak berhubungan dengan praktik deteksi dini penderita kusta (p value > 0,05). Faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan praktik deteksi dini penderita kusta adalah pendapatan responden dengan p value = 0,04.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14579
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 15:32
Last Modified:16 Jun 2010 15:32

Repository Staff Only: item control page