PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI IMUNISASI TETANUS TOKSOID ( TT ) DI PUSKESMAS UNTUK MENDUKUNG PEMANTAUAN PROGRAM IMUNISASI DI KOTA SALATIGA

ISRIANI, TITIK RAHMI (2005) PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI IMUNISASI TETANUS TOKSOID ( TT ) DI PUSKESMAS UNTUK MENDUKUNG PEMANTAUAN PROGRAM IMUNISASI DI KOTA SALATIGA. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Immunization of Tetanus Toxoid (TT) is to prevent the Tetanus disease. Tetanus disease that could infect a baby is called Tetanus Neonatorum (TN). This disease could cause an infant mortality. A strategy and policy of elimination of Tetanus Neonatarum is to free an area from this disease. To reach a goal, immunization of TT 5 doses is given to a woman group who is included 15 — 39 years old at high-risk villages. Then, this program is extended to student by a program of Immunization Month for Students and a routine immunization for pregnant women. The problems, which are faced by the Health Office of Salatiga City in determining a status of TT immunization, are inaccurate data, data application, and data redundancy. Therefore, to get good data, it needs to develop information system of TT immunization based on a computer. Development of system uses the FAST (Framework for Application of System Technique) method. The Health Center group would be given intervention by applying the new system. The Health Center group as a case would be compared with a control group. Variables which are measured are a speed, an accuracy, a completeness, and easy to access information. The result of this research is informatuion system, which could monitor a status of TT immunization since a baby until a pregnant woman. The result of intervention on a case group is t = -33,33 and p value = 0,00001 (<0,05). It means that there is any difference, which is very significant between before and after development of system. The result for a control group is t = -1,92 and p value = 0,298. It means that there is no difference between before and after development of system. The new system could provide information more quick, more accurate, more complete, and easier than the old system. The new system could support the monitoring of immunization program. Resulted Information could not be used for a cohort and a single user model. Therefore, It needs to develop a model of a Wide Are Network for a planning of immunization program. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bertujuan untuk tindakan pencegahan penyakit Tetanus, yang dapat menjangkiti seorang anak baru lahir disebut Tetanus Neonatorum (TN) dan mengakibatkan kematian bayi. Kebijakan dan strategi Eliminasi TN ditujukan untuk membebaskan suatu daerah dad penyakit TN. Untuk mencapai tujuan ETN, mulai diperkenalkan pemberian imunisasi TT 5 dosis mulai dad kelompok wanita usia 15 — 39 tahun di desa/kelurahan resiko tinggi TN, kemudian secara bertahap diperluas pada anak sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan imunsiasi rutin pada ibu hamil. Masalah yang dihadapi Dinas Kesehatan Kota Salatiga dalam penentuan status imunisasi TT yaitu kurang akuratnya data sehubungan dengan pencatatan yang dilakukan dibeberapa tempat dan kemungkinan terjadi duplikasi. Selain itu dengan menggunakan beberapa jenis formulir terjadi redundansi pencatatan. Untuk memperoleh informasi tersebut maka perlu dikembangkan sistem informasi imunisasi TT berbasis komputer. Perancangan sistem informasi ini menggunakan pendekatan FAST (Framework for Application of Systems Technique), dan hasilnya akan diintervensi pada kelompok Puskesmas sebagai kasus, selanjutnya akan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi. Variabel yang akan diukur adalah kecepatan/ketepatan, keakuratan, kelengkapan, kemudahan mengakses informasi. Hasil penelitian ini diperoleh sistem informasi yang dapat memantau status imunisasi TT sejak bayi sampai dengan ibu hamil. Hasil intervensi pada kelompok kasus menunjukkan t hitung = - 33,33 dengan nilai p = 0,0001 (< 0,05), artinya ada perbedaan yang bermakna antara sistem sebelum dan sesudah dikembangkan, sedangkan pada kelompok kontrol t hitung = -1,92 dengan nilai p = 0,298 artinya tidak ada perbedaan antara sistem sebelum dan sesudah dikembangkan. Sistem setelah dikembangkan dapat menyediakan kebutuhan informasi secara cepat, akurat, lengkap dan mudah diakses serta mampu mendukung pemantauan program imunisasi. Informasi yang dihailkan berlaku prospektf, belum mengikuti kohort dan model single user. Disarankan dikembangkan untuk perencanaan program imunisasi model jaringan are luas (Wide Are Network).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14544
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 08:44
Last Modified:16 Jun 2010 08:44

Repository Staff Only: item control page