KAJIAN MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU

Asa, Antonius Tae (2005) KAJIAN MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3281Kb

Abstract

Malaria is still endemic in Indonesia, especially in Belu regency. Several methods have been done to cancel malaria cases , but the malaria case rate is still quite high in some areas . Malaria cases were influenced by epidemiological and environmental factors. Malaria transmission is also caused by the environmental factors. The prevention toward malaria in Belu regency has been conducted simultaneously through clinical and environmental approaches. However, such intervention did not help too much, especially the environmental approach. Such failure can be highlighted through the district of Kakuluk Mesak as the location with the highest malaria rate (AMI) in Belu regency for the last four years namely the year of 2000 AMI 416/1000 population, the year of 2001 it rose into 527/1000 population, the year of 2002 418/1000 population, 2003 it rose 468/1000 population, and 2004 it rose again 493/1000 population. This study aimed to analyze the environmental management in the endemic malaria areas, exactly in Public Health Centre of Atapupu, Kakuluk Mesak district-Belu regency. furthermore, the study also analyzed the impact of vector and its larva. This research is a qualitative one which aims at analyzing the result of environmental management, which was conducted to fight against malaria starting from the preparation up to the operational result of the activities using document study method. The subject of this research is the officials/operators of malaria program consisting of the Head of Public Health Centre, Microscopic, entomology Co-assistants who involve directly as the operatiors in handling the malaria case. The environmental management application in Public Health Centre of Atapupu covers the planning program which has not yet conducted optimally as a follow up process to fight against malaria. Malaria elimination has been conducted through fogging, and mosquito netting by medical officials without involving the supporting sector. The program of monitoring and evaluating have been conducted just through data collection and reporting of the rate of the sickness which is found in PCD way, while monitoring and evaluation toward the change of environmental condition caused by the growth of density vector has not yet been conducted. The feed back of the elimination result on malaria in the Kakuluk Mesak district relatively could not be conducted in an optimal way because the operational program has not yet been conducted in an integrated way, not focused and not systematic in the form of an organization.The implementation of the strategic environmental management should consider AMI figures, which is fluctuated with the growing tendency. In case, there is such a chance that the rates would decline if the system, modification, environmental factor manipulation and its performance follow the components of environmental management Therefore, the condition can function as shields to stop the growth of vector, and also to decline the contacts between people and vector. Malaria merupakan penyakit endemis di Indonesia.khususnya di Kabupaten Belu. Sejumlah metode telah dilakukan untuk memerangi kasus malaria, namun kasus malaria masih sangat tinggi di beberapa wilayah. Kasus malaria dipengaruhi oleh faktor epidemiologi dan faktor lingkungan. Pencegahan malaria telah dilakukan melalui dua cara simultan yaitu secara Minis dan pendekatan lingkungan. Akan tetapi intervensi ini tidak banyak membantu, khususnya pendekatan lingkungan. Hal ini dapat tergambar bahwa Kecamatan Kakuluk Mesak merupakan lokasi yang memptmyai angka malaria tinggi (AMI) di Belu pada 5 tahun terakhir, yaitu pada tahun 2000 AMI 416/1000 penduduk, dan pada tahun 2001 meningkat 527/1000 penduduk, dan pada tahun 2002 menjadi 418/1000 penduduk dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 468/1000 penduduk dan pada tahun meningkat lagi 493/1000 penduduk. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen lingkungan pada wilayah endemis malaria di Puskesmas Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Selain itu, studi ini juga menganalisis dampak terhadap populasi vektor dan larvanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat menganalisis hasil manajemen lingkungan, yang dilakukan untuk pemberantasan malaria mulai dari persiapan, sampai hasil pelaksanaan kegiatan yang dikerjakan dengan metode studi dokumen. Subyek penelitian ini yaitu petugas/pelaksana program malaria yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Mikroskopis, Co-asisten entomologi yang terlibat sebagai pelaksana langsung dalam menangani malaria. Aplikasi manajemen lingkungan di Puskesmas Atapupu meliputi Pertama, perencanaan belum dapat dilaksanakan secara optimal untuk proses tindak lanjut dalam pemberantasan malaria. Kedua, pelaksanaan pemberantasan malaria masih sebatas pada upaya penyemprotan dan klambunisasi yang dikerjakan oleh sektor kesehatan tanpa terlibat aktif sektor pendukung. Ketiga, monitoring dan evaluasi secara rutin hanya melalui pencatatan dan pelaporan dari angka kesakitan kasus yang ditemukan secara PCD, sedangkan monitoring dan evaluasi terhadapteijadinya perubahan kondisi lingkungan yang kemungkinan mengakibatkan meningkatnya kepadatan vektor belum dilakukan. Keempat, umpan balik hasil pelaksanaan pemberantasan malaria di Kecamatan Kakuluk Mesak yang ditujukan kepada penentu kebijakan dan pengambilan keputusan relatif tidak dapat dilaksanakan secara optimal karena seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan pemberantasan malaria, operasionalnya belum terpadu, terarah dan sistematis dalam bentuk organisasi. Pelaksanaan kajian manajemen lingkungan yang strategis perlu memperhatikan angka AMI yang mengalami fluktuasi dengan kecendrungan naik. Masih memungkinkan terjadinya peluang penurunan angka AMI jika penataan, modifikasi, manipulasi faktor lingkungan, yang pelaksanaannya selaras dengan komponen manajemen lingkungan sehingga kondisi tersebut tetap membatasi peikembangan vektor, maupun tetap mengurangi kontak antara manusia dengan vektor. Hal ini untuk lebib dapat mendeteksi dini kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit malaria ke wilayah lain dan kejadian luar biasa (KLB) Sehingga perlu dilakukan kajian manajemen lingkungan secara komprehensif terhadap kejadian malaria di daerah endemis.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14527
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 08:08
Last Modified:16 Jun 2010 08:08

Repository Staff Only: item control page