ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DALAM PENGAWASAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA SEMARANG

Widyaningsih, Nunuk (2004) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DALAM PENGAWASAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2788Kb

Abstract

At least half million a new cases of tuberculosis each year occurred in Indonesia, in which 175.000 of them died. Tuberculosis is the second killer in adults after cardiovascular diseases and the most important killer out of all the communicable diseases. Lung Tuberculosis has been increase every year in Semarang, in order to handle that case, the strategy of DOTS has been used since 2000. In case of that, there are still founded that the number of Drop out to patient is 16%, and the irregular tuberculosis patient is 21%. It happened because the patient didn't obey to swallow the drugs and the role of PMO was decrease. Knowledge, attitude, and practice of drugs swallowing control (PMO) have a very important role and determine the successful of Pulmonary Tuberculosis Control Programes. This research aim to know factors that having an effect on to exploiting of practice Drugs Swallowing Control (PMO) lung tuberculosis patients in Semarang. The type of this research is Explanatory Research that is explaining relation between independent variable and dependent variable through examination of hypothesizing using cross sectional method. Data analysis with CM-Square statistical test and Logistics Regression. Research population is drugs swallowing control (PMO) of lung tuberculosis patients with positif BTA, counted 254 with 70 people of sample. The result of research show there is a relation between knowledge and attitude p=0:602)), knowledge and practice (p=0.041) , attitude and practice cp----010-2-Si. There is•no significant relation between PMO characteristic (age, level of education, work, family status, income, training, duty periode) and PMO practice lung tuberculosis patients. Using Forward Stepwise (Conditional) method the result can be obtained that all independent variable if tested together using logistic regression method yielding one variable show the influence to exploiting of PMO practice : Attitude (p=0,014). The most dominant variable in giving influence to PMO practice is Attitude. One of the variable with good attitude category hence possibility exploit practice obtained equal 99,93%. Suggestion : The healthy attitude and practice of PMO has to develop with making of the group of PMO at each Public Health Centre, and The officer has more intensive to explain the healthy attitude of PMO. Di Indonesia terdapat tidak kurang dari setengah juta kasus tuberculosis ban per tahun dan 175.000 diantaranya meninggal dunia. Tuberkulosis merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskuler dan penyebab utama kematian dari seluruh penyakit infeksi menular. Di Kota Semarang penyakit tuberculosis paru setiap tahunnya terjadi peningkatan, untuk menanggulangi hal tersebut digunakan strategi DOTS sejak tahun 2000, tetapi ternyata masih ditemukan adanya penderita tuberculosis yang putus berobat 16%, dan ketidakteraturan penderita berobat 21%, karena penderita tidak patuh menelan obat dan peran PMO yang kurang. Keberhasilan DOTS dalam Program Pengobatan Tuberculosis paru, dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan, sikap, dan praktik Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap penderita tuberculosis paru. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik PMO penderita tuberkulosis paru di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research yaitu menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat melalui pengujian hipotesa dengan metode Cross Sectional. Data dianalisis dengan uji statistic CM-Square dan Regresi Logistik. Populasi penelitian adalah para PMO dari penderita tuberculosis pant dengan BTA positif sebanyak 254 dengan besar sample 70 orang. Variabel bebas adalah umur, pendidikan, pekerjaan, status keluarga, pendapatan, pelatihan, masa tugas; dan pengetahuan, sikap PMO. Variabel terikat adalah praktik PMO penderita tuberculosis pan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap PMO q3-3.002), pengetahuan dengan praktik (p=0.041), sikap dengan praktik CP---0.025). Dan tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik PMO (umur, pendidikan, pekerjaan, status keluarga, pendapatan, pelatihan, masa tugas ) dengan praktik PMO. Dengan metode Forward Stepwise (Conditional) diperoleh hasil bahwa tiga variabel bebas tersebut secara bersama-sama apabila diuji dengan metode regresi logistic diperoleh satu variabel yang memperlihatkan pengaruh terhadap praktik PMO, yaitu : variabel Sikap (p=0,014). Variabel yang dominan dalam memberikan pengaruh terhadap praktik PMO adalah Sikap. Satu variabel tersebut dengan kategori silcap baik, maka diperoleh kemungkinan memberikan pengaruh dalam praktik PMO sebesar 99,93 %. Saran : Sikap dan praktik PMO yang baik agar dikembangkan dengan pembentukan kelompok para PMO di masing-masing Puskesmas, serta pan petugas kesehatan lebih mengintensifkan penjelasannya dalam sikap PMO yang balk.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14516
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 07:51
Last Modified:16 Jun 2010 07:51

Repository Staff Only: item control page