UJI BANDING PENGGUNAAN NIKOTINAMIDE 4% GEL DENGAN KLINDAMISIN 1% GEL PADA AICNE PAPULOPUSTULOSA

Atmoko, Widyo (2001) UJI BANDING PENGGUNAAN NIKOTINAMIDE 4% GEL DENGAN KLINDAMISIN 1% GEL PADA AICNE PAPULOPUSTULOSA. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2779Kb

Abstract

Topical and systemic principle therapies for acne vulgaris are based on factors involved in the pathogenesis of disease. Whereas, combine therapies for acne depends on type of lesion. Four major factors of pathogenesis which have been identified in acne are increasing production of sebum, hyperkeratinization of sebaceous follicles, proliferation of Propionibacterium acnes and inflamation. Topical clindarnycin remains to be prescribed frequently for treatment in mild and moderate inflammatory acne. Their continous application has also been associated with the emergence of resistant strain of Staphyloccocus and Propeonihacterium in acne vulgaris which causes acne treatment failure. On the other hand, because of this resistance, antiinflammatory agents has been developed to treat inflammatory acne vulgaris. Nicotinamide has potent antiinflammatory effect and has been used topically and sistemically. Topical nicotinamide can be used for treatment in mild and moderate inflammatory acne. The aim of this study was to compare the result of papulopustule acnes treatment with 4% nicotinamide gel and 1% clindamycine phosphate gel and their side effects. Design of this study was a comparable study random sampling , 68 patients with papulopustule acnes who full fill criteria of inclusion were block randomized and divided into two groups. The A group have been treated with nicotinam de 4% gel and the B group have been treated with clindamycin phosphate 1% gel twice daily application for 8 weeks. Data was collected from anamnesis, physical examinations, treatment evaluation based on papule/pustule counts, clinic cure evaluation objectively based on Physician's Global Evaluation, clinic cure evaluation subjectively and its possible side effects every 2 weeks. The result of this study was papulopustule acnes therapy with 4% nicotinamide gel compared with 1% clindamycine phosphate gel showed no significant differences (p>0,05), whereas side effects can be found in two groups. Four percent nicotinamide gel can be used as alternative topical therapy in mild and moderate inflammatory acne Prinsip pengobatan akne vulgaris baik secara topikal maupun sistemik seyogyanya berdasarkan pada faktor-faktor yang berperan dalam patogenesis. Disamping itu, terapi kombinasi biasanya tergantung pada tipe lesi. Empat faktor utama yang diketahui berperan dalam patogenesis akne yaitu meningkatnya produksi seburn, hiperkeratinisasi folikel sebasea, proliferasi mikrobial (Propionibacterium acnes) dan adanya proses inflamasi. Klindamisin topikal masih sering diresepkan untuk pengobatan akne meradang ringan dan sedang. Penggunaan antibiotika secara terus menerus pada akne akan menyebabkan resisten terhadap strain Staphylococcus dan Propionibacterium, sehingga menyebabkan kegagalan dalam pengobatan akne. Dilain pihak, dengan adanya resistensi ini dikembangkan preparat anti inflamasi untuk mengobati akne vulgaris yang meradang. Nikotinamide merupakan preparat yang mempunyai efek anti inflamasi dan dapat diberikan secara topikal ataupun sistemik. Nikotinarnide topikal dapat digtmakan untuk mengobati akne meradang ringan dan sedang Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hasil pengobatan akne papulopustulosa antara rnenggunakan nikotinamide 4% gel dengan klindamisin fosfat 1% gel serta efek sampingnya. Rancangan penelitian ini adalah comparable study random sampling, kemudian dilakukan randomisasi blok, yaitu 68 penderita akne papulopustulosa nikotinarnide 4% gel, kelompok B diobati dengan klindarnisin fosfat 1% gel dua kali sehari selama 8 minggu. Data diperoleh dari anamnesis, pemeriksaan evaluasi hasil pengobatan berdasarkan reduksi prosentase jumlah papul/pustul, kesembuhan klinis secara obyektif menurut kriteria Physician's Global Evaluation ataupun secara subyektif dan efek samping yang mungkin terjadi. Evaluasi ini dilakukan setiap 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan hasil pengobatan akne papulopustulosa menggunakan nikotinamide 4% gel dibandingkan dengan klindamisin fosfat 1% gel tidak berbeda secara bermakna (p>0,05), sedangkan efek samping yang titribul tidak didapatkan pada kedua kelompok pengobatan. Nikotinarnide 4% gel dapat digunakan sebagai obat alternatif terapi topikal pada akne meradang ringan dan sedang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:14513
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:16 Jun 2010 07:48
Last Modified:16 Jun 2010 07:48

Repository Staff Only: item control page