ANALISIS FAKTOR - FAKTOR KOMPETENSI INTERPERSONAL PERAWAT YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN PASIEN TENTANG PELAYANAN PERAWAT UNIT RAWAT JALAN MATA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SEMARANG

Santoso, Boedi (2004) ANALISIS FAKTOR - FAKTOR KOMPETENSI INTERPERSONAL PERAWAT YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN PASIEN TENTANG PELAYANAN PERAWAT UNIT RAWAT JALAN MATA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SEMARANG. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3289Kb

Abstract

Interpersonal competency is a capability in doing interpersonal services that every nurse must have especially at Eye-Outpatient unit at William Booth hospital in Semarang in giving services to patients as following aspects: hospitality, attention, politeness, and patience. The aim of this research was to know the influence of nurse's interpersonal competency to the patient's complain about nurse services at eye-outpatient unit at William Booth hospital in Semarang. This was an observational research using cross sectional approach. Collecting of data used the questionnaires. The number of respondent was 91 persons. They were the patients at eye-outpatient unit at William Booth hospital in Semarang. Processing and analyzing of data used univariate, bivariate, and multivariate method by Chi Square and Logistic Regression test with a significance level on 0,05. The results of this research shows that the factors, which influence the patient's complain about nurse services at eye-outpatient unit at William Booth hospital in Semarang are hospitality (p value = 0,04), politeness (p value = 0,002), attention (p value = 0,023), and patience (p value = 0,000). Variables which influence the patient's complain about nurse services at eye-outpatient unit together are patience, attention, and hospitality. Finally, to improve nurse's interpersonal competency at eye-outpatient unit at William Booth hospital in Semarang, it needs training or refreshing which can improve nurse's interpersonal competency, and making a quality culture / an organization culture. Beside that, it needs revitalizing Quality Control Circle; completing Standard Operating Procedure of services by including a statement about nurse's interpersonal competency, and publishing a policy that support improvement of i nterpersona I competency. Kompetensi interpersonal adalah kemampuan dalam melakukan komunikasi interpersonal yang harus dimiliki oleh perawat unit rawat jalan mata RS William Booth Semarang dalam memberikan pelayanan perawatan kepada pasien, terdiri dad keramahan perawat, perhatian perawat , kesopanan perawat dan kesabaran perawat . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi interpersonal perawat terhadap keluhan pasien tentang pelayanan perawat unit rawat jalan mata RS William Booth Semarang. Jenis penelitian observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pada 91 orang pasien rawat jalan mata RS William Booth Semarang. Data primer maupun sekunder diolah dan dianalisa secara kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi linier berganda logistik binary dengan metode forward. Signifikansi ditentukan dengan nilai p < 0,05. Analisis menggunakan progam komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor — faktor yang berpengaruh terhadap keluhan pasien tentang pelayanan perawat unit rawat jalan mata RS William Booth Semarang adalah keramahan perawat (p-value : 0,004), kesopanan perawat (p-value : 0,002), perhatian perawat (p-value : 0,023) dan kesabaran perawat (p-value : 0,000) serta secara bersama — sama yang berpengaruh terhadap keluhan pasien tentang pelayanan perawat adalah kesabaran perawat, perhatian perawat dan keramahan perawat. Sehingga untuk meningkatkan komptensi interpersonal perawat unit rawat jalan mata RS William Booth Semarang diperlukan adanya : pelatihan atau penyegaran yang dapat meningkatkan kompetensi interpersonal perawat, membentuk budaya mutu / budaya organisasi, revitalisasi Gugus Kendali Mutu (GKM), penyempumaan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan perawatan dengan memasukkan pemyataan tentang kompetensi interpesonal perawat dan menerbitkan kebijakan yang mendukung peningkatan kompetensi interpersonal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14500
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:16 Jun 2010 07:15
Last Modified:16 Jun 2010 07:15

Repository Staff Only: item control page