INSIDEN DAN POLA PENYEBAB DERMATITIS KONTAK ALERGIK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN DI KODYA SEMARANG

WIDJAJAHAKIM, RAYMOND (2001) INSIDEN DAN POLA PENYEBAB DERMATITIS KONTAK ALERGIK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN DI KODYA SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1634Kb

Abstract

Building construction worker often has occupational contact dermatitis, as a result building material exposed. Iritant contact dermatitis has more often happens allergic contact dermatitis. Clinically, it is difficult to differentiate both groups of these deseases. Therefore, patch test is needed. Until now, chromic is the most possible cause that may lead to allergy contact dermatitis to building construction worker. Chromic mostly found in cement, although can found in other material, such as colour of the paint The study of the purpose that know building materials mostly can lead sensitizer for building workers with patch test, which it's use ten k nds of differential allergen in building materials. The characteristic of the study is descriptive observation to 25 persons who have history and clinic of the occupational contact dermatitis. The allergen sticking is done on sufferer's back and reading its after 48 hours and 72 hours aplication. Result interpretation based on reaction occurred according International Contact Dermatitis Research Group. The study result showed 0.5 % pottasium dichormic as the most of allergen which give the positive result. Pekerja konstruksi bangunan seting menderita Dermatitis Kontak Akibat Kerja, akibat terpajan dengan bahan-bahan bangunan. Dertuatitis kontak iritan lebih banyak diderita daripada dennatitis kontak alergik. Secara Minis sulit untuk membedakan kedua kelompok penyakit ini. Sehingga diperlukan pemeriksaan uji tempel untuk membedakannya. Sampai saat ini, kromat penyebab terbanyak menimbulkan dermatitis kontak alergi pada pekerja konstruksi bangunan. Kandungan kromat banyak terdapat di semen, walau pada bahan-bahan lain dapat dijumpai, seperti pada pigmen cat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan-bahan bangunan yang dapat dan terbanyak menimbulkan sensitizer pada pekerja bangunan dengan melalcukan uji tempel kulit memakai 10 jenis alergen berbeda yang terdapat pada bahan bangunan. Sifat penelitian dilakukan adalah observasi deskriptif pada 25 orang yang mempunyai riwayat dan klinis penyakit dermatitis kontak akibat kerja. Penempelan alergen dilakukan di punggung penderita dan pembacaan pada 48 jam dan 72 jam setelah aplikasi. Penilaian hasil berdasarkan reaksi yang ditimbulkan menurut International Contact Dermatitis Research Group. Hasil penelitian menunjukkan potasium dikromat 0,5 sebagai alergen yang paling banyak memberikan hasil positif.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:14452
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:15 Jun 2010 12:26
Last Modified:15 Jun 2010 12:26

Repository Staff Only: item control page