PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP GIGITAN NYAMUK SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI VIRUS DENGUE DI KOTA SEMARANG ( Studi kasus di Kota Semarang )

ANDRIANI, SRI (2004) PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP GIGITAN NYAMUK SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI VIRUS DENGUE DI KOTA SEMARANG ( Studi kasus di Kota Semarang ). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3102Kb

Abstract

Background : Upon considering the high prevalence and case fatality rate , no effective drugs and vaccine against DIE , it is important to increase efforts to prevent and control the disease. To prevent and to cope with the increase of DHF, the public and the government should know the behaviour of prevention toward mosquito bites as the risk factors of dengue virus infection. The purpose of this research : The purpose of the research was to determine the behaviour of prevention toward mosquito bites as the risk factors of dengue virus infection and to measure the magnitude of the factors The methods of this research : This research was an epidemiological research in the characteristic of observational analysis, in the design of case control study. The population of this study are healthy children of 3 to 4 years old who live in work area of Puskesmas Pandanaran, Karangayu dan Bandarharjo examined for serology of IgG. The case and the control are taken from DHF research of Indonesia — Netherlands. The number of the the samples were 120 childrens with 60 cases and 60 controls. The result of the research : The respondents were females with lower income mostly house wives. The risk factors stimulated dengue virus infection were no visit and advice from health-care officer ( OR=14,4 ; 95% CI = 3,4 - 61,4 ), the custom of hanging cloths ( OR= 13,2 ; 95% CI= 4 — 43,6 ),the custom of not using mosquito repellent ( OR = 5,6 , 95% CI =1,8 — 17,5 ); the custom of children taking a nap ( OR = 3,4 ; 95% = 1,1 - 10,3 ) and not participating in the weekly picket to inspect containers ( OR = 2,9 ; 95% CI = 1,9 — 9,2 ) . Conclusion : Behaviour factors which influence the transmission of dengue virus infection are no visit and advice from health care officer, the custom of hanging cloths, the custom of children taking a nap, the custom of not using mosquito repellent and not participating in the weekly picket to inspect containers . Latar beIakang : Mengingat tingginya angka kesakitan dan tingginya angka kematian DBD dan belum ditemukannya obat dan vaksin untlik penclerita DBD, maka perlu adanya upaya untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut. Untuk mencegah dan menanggulangi penyakit DBD, maka pemerintah dan masyarakat perlu mengetahui perilaku pencegahan terhadap gigitan nyamuk sebagai faktor risiko terjadinya infeksi virus dengue. Tujuan penelitian : Tujuan penelitian ini adalah membuktikan perilaku pencegahan terhadap gigitan nyamuk sebagai faktor risiko terjadinya infeksi virus dengue dan mengukur besarnya risiko faktor-faktor risiko tersebut. Metode penelitian : Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain case control study. Populasi studi anak sehat berumur 3-4 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pandanaran, Karangayu dan Bandarhado yang dilakukan pemeriksaan serologi IgG. Kasus dan kontrol diambil dari penelitian DBD Indonesia — Netherlands. Jumlah sampel 120 anak dengan 60 kasus dan 60 kontrol. Hasil penelitian : Responden yang paling banyak ditemui berjenis kelamin perempuan, pandapatan menengah ke bawah dan jenis pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga. Faktor risiko yang bersama-sama terbukti mempunyai pengaruh dengan infeksi virus dengue adalah tidak adanya kunjungan dan anjuran petugas kesehatan ( OR = 14,4 ; 95% CI = 3,4 - 61,4 ), kebiasaan menggantung pakaian ( OR = 13,2 ; 95% CI = 4 - 43,6 ), kebiasaan tidak menggunakan obat anti nyamuk ( OR = 5,6 ; 95% CI = 1,8 — 17,5), kebiasaan anak tidur siang ( OR = 3,4 ; 95% CI = 1,1 -10,3 ) dan tidak mengikuti kegiatan piket bergilir ( OR = 2,9 ; 95% CI = 1,9 - 9,2 ). Simpulan : Faktor perilaku yang terbukti mempunyai pengaruh dengan infeksi virus dengue adalah tidak adanya kunjungan dan anjuran petugas kesehatan, kebiasaan menggantung pakaian , kebiasaan tidak menggunakan obat anti nyamuk ,kebiasaan anak tidur Siang dan tidak mengikuti kegiatan piket bergilir .

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14451
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:15 Jun 2010 13:18
Last Modified:15 Jun 2010 13:18

Repository Staff Only: item control page