PENGARUH ELEKTROLIT TERHADAP TERMINASI TAKIKARDIA SUPRAVENTRIKULER

ISKANDAR, ISKANDAR (2000) PENGARUH ELEKTROLIT TERHADAP TERMINASI TAKIKARDIA SUPRAVENTRIKULER. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1434Kb

Abstract

Background : The occurrence of cardiac arrhythmia, in general, is closely related to the extracellular as well as intracellular concentrations of various electrolytes. However, the correlation between cardiac arrhythmia and electrolytes imbalance in human is primarily determined by the extracellular concentrations of ions. Because SVT is a serious clinical problem , every effort should be made to reduce the predisposing factors leading to increased arrhythmogenesis, particularly the imbalances.of serum electrolytes (Na, K, Ca and Mg) levels since these are the major ions responsible for the electrical activity of the heart Objectiv e : to study the influences of serum electrolytes (Na,K,Ca and Mg) on termination of SVT . Methods : Design : a randomised single-blind controlled trial. Setting : in ICCU, Department of Internal Medicine , Kariadi Hospital, Semarang, from January 1999 through March 2000 (15 months). Patients : 38 SVT patients met inclusion and exclusion criteria , were enrolled into the study and randomly divided into 2 groups ; verapamil and MgSC)4 group. Serum electrolytes (Na,K,Ca and Mg) were determined before the drug administration, and the influences to conversion to sinus rhythm after 2 hours were assessed. The outcomes of the treatment were defined as converters and non-converters goup . Results : Of 38 SVT patients after being treated ; 20 (53%) patients were converters and 18 (47%) were non-converters. Serum Na, K, Ca and Mg level of the converters vs non- IL converters group were : Na:137±5.85 vs 135.57±5.56 (p=0.317), K: 4.35±0.43 vs 4.00± 0.44 (p=0.018), Ca: 2.18±0.36 vs 2.25±0.33 (p=0.502) and Mg: 0.85±0.13 vs 0.83±0.14 (p=0.488) respectively . Serum electrolytes Na, K and Mg seemed to be higher in the converters group than the non-converters group, but only serum K level was statistically significant (p=0.018). In verapamil group; serum Na, K, Ca and Mg level of the converters vs non-converters were: Na:140.61±3.96 vs 138,60±2.19 (p=0.320), K: 4.23±0.48 vs 4.19±0.42 (p=0.856), Ca22.43±0.23 vs 2.42±0.23 (p=0.908), Mg:0.88±0.12 vs 0.85±0.11(p=0.539) respectively. In verapamil group, serum electrolytes Na, K, Ca and Mg of the converters tended to be higher than the non-converters, but statistically not significant. In MgSO4 group; serum Na, K, Ca and Mg level of the converters vs non-converters were: Na:139.33±3.11 vs 140.60±3.21 (p=0.524), K: 4.45±0.37 vs 3.89±0.31 (p=0.007), Ca:2.49±0.19 vs 2.33±0.20 (p=0.215),Mg: 0.86±0.13 vs 0.88±0.14 (p=0.783) respectively. In MgSO4 group, only serum K level of the converters was higher than the non-converters and statistically significant (p=0.007) . Conclusions: Serum K level of the converters group were higher than the non-converters group . In magnesium group, statistically serum K level of the converters were higher than the non-converters, but in verapamil group, serum K level did not show any difference. Statistically, serum Na , Ca and Mg levels did not influence conversion to sinus rhythm in either verapamil and magnesium group . Lazar belakang : Secara umum , teijadinya aritmia jantung berkaitan sangat erat dengan konsentrasi berbagai elektrolit infra maupun ekstraseluler . Namun demikian, korelasi antara aritinia jantung dan gangguan keseimbangan elektrolit pada manusia terutama ditentukan oleh konsentrasi ion ekstraseluler . Mengingat TSV merupakan problem klinis yang sangat penting, seyogyanya perlu dilakukan upaya untuk mengurangi faktor predisposisi yang cenderung meningkatkan aritmogenesis, khususnya gangguan keseimbangan kadar elektrolit Na, K, Ca dan Mg , sebagai ion-ion utama yang berperan pada aktivitas listrik jantung Tujuan penelitian : mempelajari pengaruh kadar Na,K,Ca & Mg terhadap hasil terapi TSV. Metada: Rancangan penelitian : acak buta tunggal dengan kelola . Tempat dan waktu penelitian : ICCU Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang , Januari 1999 sampai Maret 2000 (15 bulan) . Responden : 38 pasien TSV yang inemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, secara acak dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ; kelompok verapamil dan MgSO4. Kadar el ektrolit serum (Na, K, Ca, Mg) diperiksa sebelum terapi diinulai. Selanjutnya dinilai pengaruhnya terhadap konversi ke irama sinus setelah 2 jam, hasil terapi dibagi menjadi 2 kelompok ; berhasil dan gagal konversi . Hasil : Sejumlah 38 pasien TSV yang diterapi ; 20 (53%) pasien berhasil mengalami konversi dan 18 (47%) pasien gagal konversi ke irama sinus . Kadar Na, K, Ca dan Mg pada kelompok yang berhasil konversi vs kelompok gagal konversi berturut-turut : Na: 137 ± 5,85 vs 135,57 ± 5,56 (p=0,317), K: 4,35 ± 0,43 vs 4,00 ± 0,44 (p=0,018), Ca : 2,18 ± 0,36 vs 2,25 ± 0,33 (p=0,502), dan Mg: 0,85 ± 0,13 vs 0,83 ± 0,14 (p=0,488) . Ada kecenderungan kadar Na, K dan Mg pada kelompok yang berhasil konversi lebih tinggi dari pada kelompok yang gagal konversi, tetapi hanya kadar K yang berbeda bermakna secara statistik (p=0,018). Pada kelompok verapamil ; kadar Na , K, Ca dan Mg kasus konversi vs kasus gagal konversi berturut-turut : Na: 140,61±3,96 vs 138,60±2,19 (p=0,320), K: 4,23±0,48 vs 4,19±0,42 (p=0,856), Ca: 2,43±0,23 vs 2,42±0,23 (p=0,908), Mg:0,88±0,12 vs 0,85±0,11 (p=0,539). Pada kelompok verapatnil, juga ada kecenderungan kadar Na,K,Ca dan Mg pada kasus konversi lebih tinggi dari pada kasus gagal konversi, tetapi secara statistik tidak bennakna . Pada kelompok MgSO4; kadar Na, K, Ca dan Mg kasus konversi vs kasus gagal konversi berturut-turut : Na:139,33±3,11 vs 140,60±3,21 (p=0,524), K: 4,45±0,37 vs 3,89±0,31 (p=0,007), Ca:2,49±0,19 vs 2,33±0,20 (p=0,215), Mg: 0,86±0,13 vs 0,88±0,14 (p=0,783) . Pada kelompok MgSO4 , hanya kadar K yang berbeda bennakna antara kasus yang berhasil dan gagal konversi (p=0,007) Kesimpulan : Kadar K pada kelompok yang berhasil konversi lebih tinggi dui pada kelompok yang gagal konversi. Pada kelompok MgSO4 , kadar K kasus yang berhasil konversi lebih tinggi dari pada kasus gagal konversi, sedangkan pada kelompok verapantil kadar K tidak berbeda bermakna. Kadar Na, Ca dan Mg belum terbukti mempenganthi hasil konversi TSV pada kelompok verapamil ataupun kelompok MgSO4

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:14392
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:15 Jun 2010 08:32
Last Modified:15 Jun 2010 08:32

Repository Staff Only: item control page