ANALISIS PERILAKU MASY RAKAT DALAM PENGGUNAAN JAMBAN KELUARGA. PADA DUA DESA DI KABUPATE REMBANG

SUTEDJO, SUTEDJO (2003) ANALISIS PERILAKU MASY RAKAT DALAM PENGGUNAAN JAMBAN KELUARGA. PADA DUA DESA DI KABUPATE REMBANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2934Kb

Abstract

The family's lavatory provides for banishment of feces as environmental health purposes. The percentage of family's lavatory coverage at Rembang District is 51,5%. Two villages at Rembang District have low percentage. These are Pedak village (39,4%) and Pasedan village (30,4%). This research was to identify the factors that had relationship with the practice of family's lavatory using. According to the Behavior Theory by Green (1991) , the human behavior is influenced by three main factors as m the following factors: First, Predisposing factor comprises the knowledge, the attitude, value to the family's lavatory, and respondent's characteristics (the education, the jobs, the number of family's member, • the home distance to a river. Second, Reinforcing factor comprises the knowledge, the attitude, and the practice of Key Person. Third, Enabling factor comprises the ownership of family's lavatory and the using of clean water means. Research design used cross sectional approach. The number of samples were 278 heads of households. Collecting of the quantitative data used questioners. Collecting of the qualitative data used Focus Group Discussion (FGD) to Key Person, Village Officers, and Neighborhood Youth Association. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate. Based on statistical analysis, it is known that the knowledge, the attitude, the value, and the respondent's charactenstic have no significant relationship with the practice of family's lavatory using (p>0,05). The ownership of family's lavatory has significant relationship with the practice of family's lavatory using (p<0,05). The place of defecation for respondent who have no family's lavatory is in the neighbor's lavatory, the farm, the garden, and the river. The reasons that respondents have no family's lavatory are: they have no money to build the lavatory, and the defecation in the river is more comfortable than in the lavatory. Based on Logistic Regression statistical analysis, it is known that the ownership of family's lavatory is the dominant variable and influence to the practice of family's lavatory using (r = 0,3707 and p < 0,05). Suggestion, promotion and marketing in the program of family's lavatory needs to be increased through the society organization group in the village, the religious activities, "Dasa Wisma", the family welfare education, and "posyandu" by conversation method and discussion comprehensively. All activities are done by the health workers, the health cadres, the village officer, and the key person. To increase the ownership of lavatory, it is suggested to form the group of fund assembler. The group is aimed to build the lavatory roll on. For example, it uses "jimpitan" system in the harvest season or the regular social gathering of lavatory building. Jamban keluarga adalah sarana kesehatan lingkungan untuk tempat pembuangan tinja manusia. Ada dua Desa di Kabupaten Rembang yang cakupan jamban keluarganya rendah dibandingkan rata-rata cakupan Kabupaten sebesar 51,5%, yaitu Desa Pedak (39,4%) dan Desa Pasedan (30,4%). Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan praktek penggunaan jamban keluarga, dimana menurut teori perilaku Green (1991) bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu : faktor yang mempermudah, meliputi pengetahuan, sikap, nilai terhadap jamban keluarga dan karakteristik responden (pendidikan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, jarak rumah dengan sungai). Faktor pendorong, meliputi pengetahuan, sikap dan praktek tokoh masyarakat. Faktor pemungkin, meliputi : pemilikan jamban keluarga dan penggunaan sarana air bersih. Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 278 KK di Desa penelitian dengan menggunakan kuesioner yang dilengkapi dengan FGD pada Tokoh masyarakat, Pamong Desa dan Karang Taruna Data dianalisis dengan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis menunjukkan, tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, nilai dan karakteristik responden dengan praktek penggunaan jamban keluarga (p>0,05 ) kecuali pemilikan jamban keluarga ada hubungan yang bermakna ( p<0,05 ). Kebiasaan buang air besar yang tidak memiliki jamban keluarga adalah di jamban milik tetangga, di tegalan, di kebun dan di sungai. Alasan tidak memiliki dan menggunakan jamban keluarga adalah tidak mempunyai biaya untuk membangun jamban, enak dan praktis di tegalan, belum tahu manfaat jamban, enak di sungai dan tidak biasa di jamban. Analisis multivariat dengan Regresi Logistik menunjukkan bahwa variabel pemilikan jamban keluarga merupakan variabel utama yang mempunyai pengaruh terhadap praktek penggunaan jamban keluarga (r = 0,3707 dan p<0,05). Saran, bahwa upaya program jamban keluarga perlu semakin diefektiflcan promosi dan pemasarannya melalui kelompok organisasi kemasyarakatan yang ada di Desa, antara lain forum pengajian Bapak dan Ibu-ibu, Dasa Wisma (Dawis), PKK dan Posyandu dengan metode ceramah dan diskusi yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu oleh petugas kesehatan, kader kesehatan, pamong desa dan tokoh masyarakat. Untuk meningkatkan akselerasi pemilikan jamban, disarankan agar membentuk kelompok upaya penggalangan dana masyarakat untuk membangun jamban secara bergulir. Misalnya dengan sistem jimpitan pada musim panen dan atau arisan pembangunan jamban.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14387
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:15 Jun 2010 08:26
Last Modified:15 Jun 2010 08:26

Repository Staff Only: item control page