Menyelamatkan Jalan Kaligawe

Sukawi, Sukawi (2008) Menyelamatkan Jalan Kaligawe. Jurnal Nasional .

[img]
Preview
PDF - Published Version
10Kb

Abstract

Mengapa jalan Kaligawe? Di sepanjang jalan ini, terdapat fasilitas transportasi Terminal Induk Terboyo, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi dan puluhan perusahaan besar beroperasi, untuk mendukung investasi di kota Semarang khususnya. Di samping itu, Kaligawe merupakan jalan yang sangat vital karena menghubungkan Semarang dengan kota-kota di sepanjang Pantura ke arah Jawa Timur. Di sepanjang Jalan Kaligawe telah terjadi aglomerasi spontan di Semarang, terutama sepanjang jalur regional berupa kegiatan komersial. Sering terjadi migrasi keluar-masuk yang kontras pada waktu sibuk yaitu saat masuk dan keluar tempat kerja, terutama para pekerja dari Semarang,Demak, Kudus, dan sekitarnya. Ternyata ribuan orang yang menggantungkan nasib pada penggal jalan Kaligawe ini. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang jalan merupakan ”jantung” dan “urat nadi” ekonomi Kota Semarang.Permasalahan spesifik Jalan Kaligawe adalah soal lingkungan hidup, yakni banjir dan rob yang hingga saat ini belum dapat dipecahkan. Jalan yang penting ini tenggelam dalam banjir, rob, kemacetan lalu lintas, jalan rusak parah, teremdamnya pabrik dan penataan tempat usaha yang tidak mempertimbangkan aspek-aspek tata kota, ekologi, dan ekonomi. Kalau tidak segera ditangani, para investor akan ”lari” dari Semarang.Untuk menyelamatkan Kaligawe, hal yang perlu dilakukan, pertama memecah kepadatan arus lalu lintas dengan jalur alternatif. Dari arah timur, dapat dialihkan arus lalu lintas dari Kaligawe (Pasar Genuk) melintasi Jalan Wolter Monginsidi kemudian Jalan Arteri Soekarno-Hatta, begitu juga sebaliknya. Namun, kelemahan jalur alternatif ini adalah masalah jarak dan waktu tempuh. Dengan kondisi jalur alternatif yang kurang layak terlihat di Jalan Wolter Monginsidi, di beberapa titik berlubang, sempit, dan tergenang air. Jarak tempuh Kaligawe menuju ke Batas Kota Semarang-Demak yang seharusnya cukup 3 atau 4 km saja, kenyataannya menjadi sekitar 15 km.Kedua, sudah waktunya Jalan Kaligawe dibuatkan jalan layang atau jalur lingkar untuk memecah konsentrasi arus lalu lintas yang makin padat. Hal ini harus segera dilakukan karena di Semarang ini tidak ada jalur alternatif yang tepat dan efisien sebagai jalur alternatif. Jalur-jalur yang ada, sebagian kondisi jalannya kurang layak dan yang lain memiliki jarak tempuh cukup jauh.Ketiga, persoalan penurunan tanah juga harus ditangani. Kecepatan penurunan tanah perlu dikendalikan dengan berbagai cara. Salah satunya mengendalikan penggunaan air bawah tanah (ABT) di kawasan tersebut. Jika pengambilan melebihi air yang bisa meresap ke tanah, penurunan akan lebih cepat terjadi. Keempat, Rencana perbaikan (peninggian) jalan Kaligawe bertahap harus dilaksanakan konsisten dan tepat waktu, agar peninggian jalan tidak terkesan sepotong-sepotong, tetapi komprehensif. Jika tidak demikian, akan menimbulkan persepsi pemerintah sekadar memindahkan lokasi banjir dan menenggelamkan lingkungan sekitar. Peninggian jalan tersebut hendaknya mempertimbangkan kawasan industri Kaligawe yang sudah terbangun lama. Kelima, normalisasi saluran Gebangsari, Kaligawe dan Tenggang harus secara rutin dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi saluran sudah memprihatinkan, pada kondisi normal, saja muka air yang sudah sejajar dengan muka jalan dan dipenuhi oleh tumbuhan enceng gondok. Jika terjadi hujan, pasti airnya akan meluap di jalan raya. Pembenahan infrastruktur kota merupakan hal penting yang perlu diperhatikan Pemkot. Bidang itu dinilai masih menjadi titik lemah sekaligus PR paling berat bagi Pemkot. Mengacu pada dampak akibat bencana banjir yang terjadi rutin setiap tahun menggenangi Kaligawe, maka perlu kesadaran kolektif untuk meminimalisasi kasus ini terulang di kemudian hari. Kesadaran kolektif yang harus terjadi secara vertikal dan horizontal tentu memungkinkan untuk menjaga Kaligawe dari kepungan banjir tahunan

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1438
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:20 Oct 2009 15:04
Last Modified:20 Oct 2009 15:04

Repository Staff Only: item control page