HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN SARANA AIR BERSIR DAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WARE PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS SONOKIDUL KECAMATAN KUNDURAN KABUPATEN BLORA TAHUN 2002

Sucipto, Edi (2003) HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN SARANA AIR BERSIR DAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WARE PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS SONOKIDUL KECAMATAN KUNDURAN KABUPATEN BLORA TAHUN 2002. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2935Kb

Abstract

The result of health survey of households in 1995 showed that the number of mortalities at all of age groups was 112.000 persons or 54/100.000 citizens every year. The number of mortalities at children less than five years old was 2.5 per 1.000 children. One of environmental factors that have relationship with the occurrence of diarrhea is water and food. The report at Sonokidul Health Center showed that the coverage of clean water was 61% (the target was 80.0%). the coverage of family's lavatory was 54% {the target was 70.0%), and the occurrence of diarrhea at Sonokidul Health Center was 18.3% from all children less than five years old (the occurrence of diarrhea at Blora District was 7.98%). The aim of this research was to know the relationship between availability and the means of using clean water of clean water and family's lavatory with the occurrence of diarrhea at children less than five years old and to determine the strategy of diarrhea intervention at • Sonokidul Health Center. Research design used Case-Control Study with 60 cases and 60 controls. The variables of research were availability and the means of using clean water of clean water and family's lavatory, clean behavior and healthy behavior, and the occurrence of diarrhea at children less than five years_ old. The location of research was at Sonokidul Health Center, Kunduran Sub District, Blora District, 2002. The percentage of the availability of means of using clean water at Sonokidul Health center is 45.2%. The percentage of the availability of family's lavatory is 52.5%. The percentage of the using of family's lavatory is 54.2%. the percentage of clean and healthy behavior is 69.2%. The variables that have no significant relationship with the occurrence of diarrhea at children less than five years old are availability of means of clean water (p value = 0.2721 availability of family's lavatorythat have significant relationship with the occurrence of diarrhea at children less than five years old are using of means of clean water (p value = 0.018 and OR - 2.479; 95% CI - 1.169 - 5.255), clean and healthy behavior (p value = 0.016 and OR = 2.600; 95% CI = 1.194 - 5.660). Focus Group Discussion determines the strategy of intervention. To increase clean and healthy behavior and to increase the using of the means of using clean water, it needs to do elucidation routinely, to improve, to build the means of clean water by involving the people directly, and to propose 10 units of well at each village. The Head of Blora District Health Office in determining the policy to handle the diarrhea cases specifically at children less than under five years old, he should consider the factor of clean and healthy behavior and the using of the clean water means in order to be more effective and more efficient. The Heads of the Health Center in doing the eradication and the intervention of diarrhea specifically at children less than five years old in order to be more effective and more efficient. It is done by the elucidation of clean and healthy behavior and the using of the clean water means that fulfill the health requirements. Hasil survei Kesehatan Rurnah Tuna pada tahun 1995 menunjukkan bahwa setiap tahunnya terdapat 112.000 kematian pada semua golongan umur atau (54/100.000) penduduk. Pada balita terjadi kematian 2,5 per 1.000 balita. Salah satu faktor lingkungan yang berhubungan dengan tedadinya diare adalah air dan makanan. Laporan di Puskesmas Sonokidul menunjukkan bahwa cakupan air bersih mencapai 61% (target 80%), sedangkan cakupan jamban keluarga 54% (target 70%), sedangkan kejadian diare di Puskesmas Sonokidul 18,3 % dari jumlah balita (kabupaten 7,98%) Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan dan pemanfaatan sarana air bersih dan jamban keluarga dengan kejadian diare pada anak balita serta menentukan strategi penanggulangan diare di Puskesmas Sonokidul. Metode penelitian dengan studi kasus kontrol dengan 60 kasus dan 60 kontrol. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah : Ketersediaan dan Pemanfaatan sarana air bersih dan jamban keluarga, Perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada anak balita. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Sonokidul Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora tahun 2002 Ketersediaan sarana air bersih di Puskesmas Sonokidul sebanyak 45,2%, pemanfaatan sarana air bersih mencapai 52,5%, ketersediaan jamban keluarga mencapai 52,5%, pemanfaatan jamban keluarga mencapai 54,2% dan perilaku hidup bersih dan sehat mencapai 69,2%. Ketersediaan sarana air bersih tidak berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,272) , Pemanfaatan sarana air bersih berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,018) dan OR=2,479 :95%CI = 1,169-5,255, Ketersediaan jamban keluarga tidak berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,143), Pemanfaatan jamban keluarga tidak berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,142) dan perilaku hidup bersih dan sehat berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,016) dan OR=2,600: 95% CI = 1,194-5,660. Strategi penanggulangan di tentukan melalui diskusi kelompok yaitu , untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan pemanfaatan sarana air bersih di lakukan dengan penyuluhan secara rutin, perbaikan dan pembangunan sarana air bersih dengan melibatkan masyarakat secara Imgsung. serta mengusulkan pembangunan 10 unit su_mur gali di setiap desa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dalam menentukan kebijakan untuk menangani kasus diare khususnya pada balita agar mempertimbangkan faktor perilaku hidup bersih dan sehat serta faktor pemanfaatan sarana air bersih agar Iebih efektif dan efisien.Kepala Puskesmas dalam melaksanakan pemberantasan dan penanggulangan diare khususnya pada balita agar melibatkan peran serta masyarakat agar lebih efektif dan efisien dengan cara dilalcukannya penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta pemanfaatan sarana air bersih yang memenuhi syarat kesehatan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14365
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:15 Jun 2010 07:57
Last Modified:15 Jun 2010 07:57

Repository Staff Only: item control page