FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KABUPATEN JEPARA TAHUN 2002

Siswatiningsih, Siswatiningsih (2003) FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KABUPATEN JEPARA TAHUN 2002. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3478Kb

Abstract

Background : Malaria is one of the communicable diseases that stilt prevalens in Indonesia, it can decrease the work productivity and it relates to high value of infant, children, matemal and pregnancy women mortality. In the distric of Jepara (2001), malaria was still on 9th position of the 10th major unhospitazed diseases in the primary health care center, and API (Annual parasite incidence) malaria by the year of 2001 was 0.73(3/00. The aim of this research is to identify the risk factors that influence to the occurrence of malaria in distric of Jepara. Method : Case-Control. Cases were the patiens of malaria (positive) who visited at Primary Health Care Center in the distric of Jepara from Juni 2002 to October 2002, and Controls were the close neighbour of the cases, lives in the same village with cases, didn't have malaria clinical symptoms and negatif from malaria parasite according to the blood examination. The cases included in thii research are 80 persons, and control are 80 persons. Data was analized using univariate, bivariate and multivariate statistic. Result : the results of multivariate analysis shows that the variables which influence the occurence of malaria are distance of the breeding place 100 meter from house OR 5.02 (95%C1=1.74 -14.45), no gauze at house ventilation OR:2.47 (01=1.34-104.14), going out at night (sometimes) OR:4.25 (95%C1=1.71-10.55), always using curtain in the bedroom OR:0.26 (CI=0.77 0.90) and undemutrition OR:8.28 (95%C1:1.09 — 62.72). Conclusions : variables that influence the occurrence of malaria are distance of the breeding place S.100 meters, no gauze at house ventilation, sometimes going out at night, and undemutrition, whereas always using curtain in the bedroom as a protective factor of malaria. Suggestions : it needs to decrease outside night activity and always use protective clothes (like jacket or saroong) while doing outside activities at night, and to manage the stagnant water near by the village, giving information to people, who live in the malaria endemic area about : malaria, using curtain, using the mosquitoes insectiside, house construction and surveillance migration. Latar belakang : Malaria merupakan salah satu penyakit memilar yang masili prevalens, yang dapat menurunkan produktivitas kerja, dan mempengaruhi tingginya angka kematian ibu hamil dan melahirkan, bayi, dan anak balita. Malaria di Kabupaten Jepara (tahun 2001) menduduki peringkat ke 9 pola penyakit rawat jalan puskesmas, dengan API sebesar 0.73°/00 Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian malaria di wilayah Kabupaten Jepara. Metode Penelitian : Kasus kontrol, kasus penderita malaria positif yang berobat di Puskesmas se Kabupaten Jepara pada periode bulan Juni — Oktober 2002; kontrol adalah tetangga terdekat kasus yang tidak pernah mengalami gejala Idinis malaria dan berdasarkan pemeriksaan darah dinyatakan negatif malaria, terdapat 80 kasus dan 80 kontrol, analisis yang dilakulcan : univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian : Analisis multivariat : variabel yang secara statistik bertnalcna dengan kejadian malaria adalah jarak tempat perindukan < 100 meter OR:5.02 (95%CI=1.74 -14.45), tidak ada kasa pada ventilasi rumah OR:2.47 (CI=1.34 104.14), kadang-kadang keluar malam OR:4.25 (95%CI=1.71-10.55), sering menggunakan kelambu di tempat tidur OR:0.26 — 0.90) dan status gizi kurang OR:8.28 (95%C1:1.09 — 62.72). Kesimpulan : Secara statistik variabel yang bermakna sebagai faktor risiko penyakit malaria adalah : jarak tempat perindukan 100 meter, tidak ada Icasa atau penghalang nyamuk dapat masuk pada ventilasi rumah, kadang-kadang keluar rumah, dan status gizi kurang, sedangkan sering menggunakan kelambu merupakan faktor protektif terhadap penyakit malaria. Saran : Disarankan untuk mengurangi aktifitas pada malam hari dan memakai pakaian pelindung, pengelolaan genangan air yang ada di sekitar pemulcitnan, dilakukan penyuluhan tentang malaria, kelambu, pemakaian obat nyamuk, dan konstruksi nunah, dan surveilans migrasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14361
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:15 Jun 2010 07:48
Last Modified:15 Jun 2010 07:48

Repository Staff Only: item control page