Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Paska-operasi Sectio Caesaria

Wijiyanti, Fajar (2010) Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Paska-operasi Sectio Caesaria. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

1560Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

39Kb

Official URL: http://keperawatan.undip.ac.id

Abstract

Nyeri paskabedah merupakan masalah pada penderita yang mengalami pembedahan. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernafasan, kardiovaskuler, muskuloskeletal dan mobilitas pasien. Nyeri dapat dikurangi dengan manajemen nyeri farmakologi dan atau nonfarmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan intensitas nyeri pasien paska-operasi Sectio Caesaria. Desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan control time series design. Penelitian dilakukan di RSUD Tugurejo sebagai kelompok perlakuan dan di RSUD Kota Semarang sebagai kelompok kontrol. Sampel masing-masing kelompok 18 pasien paska-operasi SC dengan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Terapi SEFT menekankan unsur spiritualitas dan do’a serta 14 teknik terapi yang mendukung efektivitas terapi SEFT. Terapi SEFT dilakukan sejak pasien paska-operasi SC hari pertama (setelah melewati 24 jam paska-operasi), dilakukan satu kali dalam sehari selama tiga hari. Setiap kali terapi hanya melakukan satu putaran SEFT dan membutuhkan waktu 5 menit. Segera setelah terapi, intensitas nyeri dinilai dengan menggunakan skala numerik 1-10. Hasil penelitian diperoleh bahwa mean rank nyeri sebelum intervensi pada kelompok kontrol 20,78 dan pada kelompok perlakuan 16,22. Pada uji Mann-Whitney nilai p value kedua kelompok sebelum intervensi yaitu 0,178 (p>0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna intensitas nyeri sebelum intervensi. Mean rank nyeri setelah intervensi pada kelompok kontrol 27,06 dan pada kelompok perlakuan 9,94 sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi (p=0,000). Terapi SEFT efektif mengurangi nyeri ibu paska-operasi SC. Penelitian ini merekomendasikan bahwa terapi SEFT dapat digunakan sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk mengurangi nyeri.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RT Nursing
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nursing
Faculty of Medicine > Department of Nursing
ID Code:14333
Deposited By:Admin Mr. Ilmu Keperawatan
Deposited On:14 Jun 2010 16:17
Last Modified:14 Jun 2010 16:17

Repository Staff Only: item control page