BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) PADA PRODUK KERUPUK DI KECAMATAN KALIWUNGU, KABUPATEN KENDAL

PUJIASTUTI, ZETA RINA (2002) BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) PADA PRODUK KERUPUK DI KECAMATAN KALIWUNGU, KABUPATEN KENDAL. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
2187Kb

Abstract

The food a primary human necessity. Obtaining adequate food is a basic right for the people. The food, which is safe, high quality, nutririous, various and enough, is a main prerequisite in order to carried out the food system that give a health protection. In Semarang , there are sold many chips, with contain a prohibited additive subtances (Rhodamin B, Metanil yellow, Auramin and borax). The aim of this research was to know the relationship between level of economy, education, knowledge, attitude, practice of chips producer and the goverment and the consumer behavior using the prohibited additive substances (Rhodamin B, Metanil yellow, Auramin and borax) at chips. This was observational research using survey method. Beside that, this research also conducted laboratory examination to chips that were produced by respondents. The number of population were 50 person. They were chips producers in Kaliwungu Kendal. The number of samples were 44 This research shows that 43,2% chips producers are low economic level, 65,9% chips producers have finished elementary school / not finished elementary school / no school, 38,6% chips producers have a low knowledge about using food additive subtances. The number of respondent who have a good attitude using the food additive subtance is 54,5%. The result of obsevatin to consumers shows that 40% consumers choose the colored chips. The number of chips producers who produce the colored chips are 30 persons from 44 respondent. Based on the result of questioners for the goverment (kendal distric Health Office and Drug and Food Control Agency in Semarang. Concultions, the level of economy, education, knowledge, attitude of respondent in using the food sdditive substance dont have relationship with the result of the qualitative test of using the food sdditive substance of the chips. It is suggested to the goverment to increase the frequency of elucidation about the food additive substance to consumers and producers. The producers, consumers and goverment should participate in monitoring the distribution of chips / food, which contain prohibited additive substance.s Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat. Pangan yang aman, bermutu, bergizi, beragam "clan tersedia secara cukup merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi dalam upaya terselenggaranya suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan. Di Kota Semarang masih banyak beredar kerupuk yang mengandung pewarna yang dilarang (Rhodamin B, Auramin dan Metanil Yellow) dan Boraks. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan praktik produsen kerupuk serta perilaku konsumen dan pemerintah dengan pemakaian bahan tambahan Rhodamin B, Metanil Yellow, Auramin clan Boraks pada kerupuk . Jenis penelitian ini adalah observasi, menggunakan metoda survei dan melakukan uji laboratorium terhadap kerupuk yang diproduksi oleh responden. Populasi penelitian adalah produsen kerupuk Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal sebanyak 50 orang. Besar sampel yang diambil 44 orang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 43,2% produsen kerupuk mempunyai tingkat ekonomi rendah. Sebanyak 65,9 % produsen adalah tamat SD/tidak tamat SD/tidak sekolah. Tingkat pengetahuan terhadap pemakaian bahan tambahan pangan sebanyak 38,6 % memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Sedangkan sikap yang mendukung terhadap pemakaian bahan tambahan pangan sebanyak 50%. Praktek responden 54,5% termasuk katagori kurang. Ada hubungan antara praktek yang dilakukan oleh produsen kerupuk dengan hasil uji laboratorium kerupuk yang diproduksi. Hasil Observasi terhadap konsumen menunjukan 40% memilih kerupuk yang berwarna. Dad 44 orang produsen kerupuk, 30 orang memproduksi kerupuk berwarna. Berdasarkan basil quesioner kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Balai Besar POM Semarang menunjukan bahwa pembinaan terhadap produsen kerupuk khususnya Kecamatan Kaliwungu Kendal belum secara efelctif dilakukan. Dar' penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara praktek yang dilakukan produsen dalam pemakaian BTP dengan basil uji kualitatif BTP pada kerupuk yang diproduksi. Sehingga disarankan agar pemerintah meningkatkan frekwensi penyuluhan dan pembinaan mengenai BTP kepada konsumen dan produsen. Dan produsen serta konsumen bersama sama pemerintah ikut berperan aktif dalam pengawasan terhadap beredarnya kerupuk / pangan mengandung BTP yang dilarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:14316
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:14 Jun 2010 13:33
Last Modified:14 Jun 2010 13:33

Repository Staff Only: item control page