BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DI KABUPATEN SEIVIARANG TAHUN 2002

LUTIARSI, RIPTIENI TRI (2002) BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DI KABUPATEN SEIVIARANG TAHUN 2002. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3254Kb

Abstract

The Primary Health Center Laboratory service is one of essential services in the health laboratory. That is specifically done with Professional employees. Many Health Center Laboratory officers in Semarang district have followed the training of laboratory on the basic level and on the advance level. The stratification result of the Primary Health Center Laboratory activities at Semarang for the past two years ( 1998 and 1999 ), were on the level H and III. From that data, we can see that the coverage of the number of the laboratory services is very low ( 55 % ). Based on the result of the Primary Health Center activities, it needs to study the factors related to the working performance of the Health Center Laboratory officers. The aim of this research is to get information about the work performance of the Health Center laboratory officers and the factors relate to the work performance of the Health Center laboratory officers at Semarang district. The sample of this research is all Health Center laboratory officers at Semarang district (25). This analytic research using cross-sectional approach. The result of this research shows that the percentage of the Health Center Laboratory who have a good work performance is 52 % and a bad one is 48 %. The average age is 34 years and gender of man is 40 % and woman is 60 %. The work periode is 1-20 years.The laboratory officers who have never followed the laboratory training is 36 %, the laboratory officers who have ever followed the basic laboratory training is 20 % and the advance laboratory training is 44 %. The laborant who have high motivation is 56 % and low one is 44 %, who have important role is 60 % and not important role is 40 %.The laboratory who have a good manager is 60 % and not good manager is 40 %, who have enough resource is 64 % and not enough is 36 %. The laboratory who have a good incentive is 60 % and not good is 40 %. The variables which have no significant relationship with work performance of the Primary Health Center laboratory officers are work gender, period, training and perception. The variables that have significant relationship are age, motivation, leadership, resource and incentive. Suggestions, it need to give attention to the management laboratory with attention to the resource. It needs to add the supervision variable because the variable one of factors that influence the working performance in a developing country like Indonesia. Pelayanan laboratorium Puskesmas merupakan salah satu pelayanan esensial di bidang laboratoritun kesehatan yang dilaksanakan oleh tenaga professional. Beberapa Petugas laboratorium di Kabupaten Semarang ada yang sudah pernah mengikuti pelatihan laboratorium baik tingkat dasar maupun tingkat lanjut. Hasil stratifikasi laboratorium Puskesmas di Kabupaten Semarang pada tahun 1998 dan 1999 masih berada diantara strata II dan III. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Petugas Laboratoritun Puskesmas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang kinerja petugas laboratorium Puskesmas dan beberapa faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas laboratorium Puskesmas di Kabupaten Semarang. Sampel penelitian adalah seluruh petugas laboratorium Puskesmas di Kabupaten Semarang (25 Puskesmas). Penelitian dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Petugas laboratorium Puskesmas yang mempu.nyai kinerja baik 52 % dan buruk 48 %. Umur rata-rata 34 tahun dan jenis kelamin lalci-laki 40 % dan perempuan 60 %. Masa kerja antara 1-20 tahun. Petugas yang belum pernah mengikuti pelatihan teknis laboratorium sebanyak 36 %, yang sudah pernah mengikuti pelatihan teknis laboratoritun tingkat dasar 20 % dan tingkat lanjut 44 %. Petugas yang mempunyai motivasi tinggi 55% dan rendah 44 %. Persepsi sebagai petugas laboratorium yang merasa perannya penting sebanyak 60 % dan cukup penting 40 %. Petugas yang mempunyai pimpinan baik 60 % dan kurang baik 40 %. Petugas yang mempunyai sumberdaya cukup 64 % dan kurang 36 %. Petugas yang mempunyai insentif baik 60 % dan kurang 40 %. Variabel yang tidal( mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja Petugas Laboratoritun Puskesmas adalah jenis kelamin, lama kerja, pelatihan dan persepsi. Variabel yang mempunyai hubungan yang bermakna adalah umur, motivasi, kepemimpinan, sumberdaya dan insentif. Saran perlu lebih ditingkatkan perhatian terhadap manajemen laboratorium yaitu dengan peningkatan sarana dan prasarana yang ada, perlu penambahan variabel supervisi sebab variabel tersebut masih sangat penting pengaruhnya dengan kinerja pada negara berkembang seperti Indonesia.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14303
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:14 Jun 2010 13:20
Last Modified:29 Dec 2010 08:34

Repository Staff Only: item control page