ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PEMBERDAYAAN KARYAWAN RUANG RAWAT ENAP RUMAH SAKIT TIPE C SE KABUPATEN SEMARANG

Chriswari, Didiet Muji (2002) ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PEMBERDAYAAN KARYAWAN RUANG RAWAT ENAP RUMAH SAKIT TIPE C SE KABUPATEN SEMARANG. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Empowerment of the employees is a delegation of authority to the employees to plan, to do the planning, to control, and to make a decision about the job, which are the employee's responsibilities. Beside that, it is to free the employees from inflexible controlling. If empowerment of the employees is done well, it will increase the work satisfaction and the work performance of the employees. Finally, it will increase the customer satisfaction and it will decrease the number of patients at inpatient services to be forced return home. The aim of this research is to get the empowerment description of the employees at Inpatient Services Room at Type C Hospitals at Semarang district and to get the factors that have relationship with the empowerment of the employees. This is observatory research using survey method and cross sectional approach. Research Instrument used questioners for 85 respondents who are the employees at Ungaran hospital and Ambarawa hospital at Semarang district. Analyzing data used univariate, bivariate, and multivariate method. Statistical analysis used double linear regression using backward method with significant level on 95% (p value < 0.05). Processing and analyzing data used SPSS for Windows v.11. The result of this research shows that the factors that have relationship with the empowerment of the employees are the structure of organization (p value = 0.000), the system of organization (p value = 0.002), the leadership (p value = 0.000), and the employees' capability (p value = 0.000). The factors that have no relationship with the empowerment of the employees are the empowerment culture (p value = 0.168), and work team (p value = 0.416). Based on multiple regression statistical analysis, it is known that structure of organization, the empowerment culture, the leadership, and the employees' capability (p value = 0.000 dan F arithmetic = 28.336) have significant relationship with the empowerment of the employees. The leadership is the strongest variable that has significant relationship with the empowerment of the employees. Finally, this research suggests increasing the implementation of the employees' empowerment by improving of the regular procedure of patient services, making of the conducive climate, and making the agreement between the employer and the employees. Beside that, it needs to increase the implementation of work team, fulfillment of technology infrastructure, establishment of formal work team, rearranging of incentive system, planning. of training and education included fund resources, the establishment of supervision team, making the empowerment culture, and the implementation of leaders' function as change agent and coaching for their employees. Pemberdayaan karyawan adalah pemberian wewenang kepada karyawan untuk merencanakan, melalcsanakan rencatta , mengendalikan pelaksanaan dan membuat keputusan tentang pekerjaan yang menjadi Wriggling jawab karyawan serta membebaskan karyawan dad kendali yang kaku. Dengan dilaksanakannya pemberdayaan karyawan dengan baik, diharapkan akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan kinerja karyawan sehingga akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan menurunkan jumlah pasien rawat Map yang pulang paksa. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pemberdayaan karyawan ruang rawat Map rumah sakit tipe C se Kabupaten Semarang dan faktor — faktor yang berhubungan dengan pemberdayaan karyawan jenis penelitian obsen'atory dengan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pada 85 orang responden yaitu karyawan ruang rawat Map RSUD Ungaran dan RSUD Ambarawa Kabupaten Semarang. Data primer maupun sekunder diolah dan dianalisa dengan cara kualitatitf serta kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dan multivariat , menggunakan uji regresi linier berganda dengan metode backward. Signifikansi ditentukan dengan nilai p < 0,05. Analisis menggunakan komputer program SPSS versi 11.0 for windows Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor — faktor yang berhubungan dengan pemberdayaan karyawan adalah struktur organisasi (p value 0,000), sistem organisasi (p value 0,002) , Kepemimpinan (p value 0,000) dan Kemampuan Karyawan (p value 0,000), sementara yang tidak berhubungan dengan pemberdayaan karyawan adalah budaya pemberdayaan (p value 0,168) dan tim kerja (p value 0,416) dan secara bersarna — sama yang berhubungan dengan pemberdayaan karyawan adalah strulctur organisasi, budaya pemberdayaan, kepemimpinan dan kemampuan karyawan (p value 0,000 dan F hitung 28,336) dengan kepemimpinan sebagai variabel yang paling kuat hubungannya dengan pemberdayaan karyawan. Sehingga disarankan untuk meningkatkan pelaksanaan pemberdayaan karyawan dengan perbaikan prosedur tetap pelayanan pasien, menciptakan iklim yang dapat menunjang pemberdayaan karyawan, komitmen pimpinan dan karyawan, kolaborasi atau kerja sama, pemenuhan infrastrulctur tehnologi, pembentukan tim kerja formal, penyusunan kembali sistem insentif, perencanaan pendidikan dan pelatihan beserta amber dananya, pembentukan tim supervisi , mencitakan budaya pemberdayaan dan pelaksanaan fungsi pimpinan sebagai change agent dan coaching bagi karyawannya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:14300
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:15 Jun 2010 06:55
Last Modified:29 Dec 2010 08:39

Repository Staff Only: item control page