ANALISIS FAKTOR RISIKO PENCEMARAN MIKROBA PADA PRODUK OBAT TRADISIONAL Studi Titik Kendali Kritis dalam Proses Produksi Obat Tradisional Bentuk Serbuk pada Perusahaan Jamu di Kalimantan Selatan

Safriansyah, Safriansyah (2002) ANALISIS FAKTOR RISIKO PENCEMARAN MIKROBA PADA PRODUK OBAT TRADISIONAL Studi Titik Kendali Kritis dalam Proses Produksi Obat Tradisional Bentuk Serbuk pada Perusahaan Jamu di Kalimantan Selatan. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2891Kb

Abstract

Consuming the medicinal herbs has become the habitual legacy in Indonesian community. Powder packed medicinal herbs are enjoyed and commonly used. Some research results and the quality control activity of herbal medicine by legal institution proved that the powder herbs product are not safe from biological hazard yet, as some toxic fungi are found in the powder and the high amount of microbe in the herbal medicine products, which are available in the market. This research used an observational study with the cross-sectional approach to observe the microbial contamination's risk factor in processing the herbal medicine. The samples of research is all the kind of herbal medicine, 13 product in form of powder produced by the herbal company in South Kalimantan in April and May 2002. By the Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) model approach, this research determined 6 critical control point variables that were observed in production process, which were; raw material (simplisia) storage procedure, sorting procedure, washing procedure, drying procedure, pre-packaging product storage and primary packaging procedure, whereas the microbial contamination level was measured to 3 parameter of microbial number from the end product, which were ALT (total bacteria), MPN Coliform and Kapang-khamir. Chi-square test's results in the limited sample (Fisher's Exact Test) and also Rank Spearman correlation coefficient indicated a significant relationship between the implementation level of simplisia drying procedure and primary packaging procedure with the total bacteria contamination level (p < 0,05). Moreover, with the Rank Spearman correlation coefficient test the research found the significant relationship between the implementation level of pre-packaging product storage procedure and Kapang-khamir contamination level (p < 0,05). There were no significant relationship between variables in the production process with the Coliform contamination level (MPN Coliform). The result of logistic regression analysis showed the effect between the simplisia storage procedure, sorting and the drying procedure to the total bacteria contamination level (ALT) in the end product. Therefore, to improve the quality of microbiological herbal powder product, especially in minimizing the total bacteria and kapang-khamir contamination, it is suggested to conduct some improvements in the implementation of simplisia storage procedure, sorting, drying, pre-packaging product storage and primary packaging. Minum jamu sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di kalangan masyarakat Indonesia. Jamu kemasan bentuk serbuk termasuk yang masih disukai dan banyak digunakan. Beberapa basil penelitian dan kegiatan pengawasan mutu obat tradisional oleh instansi terkait membuktikan bahwa produk jamu bentuk serbuk masih bel um aman dari bahaya biologis, seperti ditemukannya beberapa jamur toksik dan masih tingginya angka kuman dalam produk jamu yang beredar di pasaran. Penelitian ini menggunakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui faktor risiko pencemaran mikroba dalam proses produksi obat tradisional bentuk serbuk. Sampel penelitian adalah semua jenis produk jamu bentuk serbuk yang diproduksi oleh perusahaan jamu di Kalimantan Selatan antara bulan April-Mei 2002, yaitu 13 produk. Dengan pendekatan model HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), ditetapkan 6 variabel titik kendali kritis yang diamati dalam proses produksi, yaitu prosedur penyimpanan simplisia, prosedur sortasi, prosedur pencucian simplisia, prosedur pengeringan, prosedur penyimpananan produk ruahan dan prosedur pengemasan primer. Sedangkan tingkat pencemaran mikroba diukur terhadap 3 paramater angka kuman dari produk akhir, yaitu ALT, MPN Coliform dan Kapang¬khamir. Hasil analisis Chi-square dengan sampel terbatas (Fisher's Exact Test) maupun Koefisien korelasi peringkat Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pelaksanaan prosedur pengeringan simplisia dan prosedur pengemasan primer dengan tingkat pencemaran bakteri total (ALT) (p < 0,05). Disamping itu, basil uji Koefisien korelasi peringkat Spearman juga menunjukkan hubungan yang bermakna antara tingkat pelaksanaan prosedur penyimpanan produk ruahan dengan tingkat pencemaran Kapang-khamir (p C 0,05). Tidak satupun ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel-variabel dalam proses produksi jamu bentuk serbuk dengan tingkat pencemaran bakteri Coliform (MPN Coliform). Hasil analisis regresi logistik menggambarkan adanya pengaruh antara prosedur penyimpanan simplisia, sortasi dan pengeringan simplisia secara bersama-sama terhadap tingkat pencemaran bakteri total (ALT) pada produk akhir. Dengan demikian, maka untuk memperbaiki mutu mikrobiologi produk jamu bentuk serbuk khususnya meminimalkan pencemaran bakteri total dan kapang-khamir, c.isarankan agar dilakukan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan prosedur penyimpanan simplisia, sortasi, pengeringan simplisia, penyimpanan produk ruahan dan pengemasan primer.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:14093
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:11 Jun 2010 10:41
Last Modified:11 Jun 2010 10:41

Repository Staff Only: item control page