PENGEMBANGAN HOTEL LOR IN SOLO

SORAYA DEWI, JAYANTI (2009) PENGEMBANGAN HOTEL LOR IN SOLO. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
676Kb

Abstract

1.1. Latar Belakang a. Fenomena Dinas Pariwisata Kota Solo pada awal tahun ini melaporkan selama 2008 terjadi peningkatan cukup siginifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan di Kota Solo. Kunjungan wisatawan asing pada 2008 jumlahnya 13.859 dan wisatawan domestik jumlahnya 1.029.003. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan laporan untuk tahun 2007. Wisatawan asing jumlahnya 11.922 dan wisatawan domestik 960.625. Peningkatan tersebut tentu menunjukkan kerja keras dari berbagai pihak dan dukungan dari acara-acara besar yang selama tahun 2008 diadakan di Kota Solo dalam level nasional dan internasional. ( Sumber: Suara Merdeka, Senin 9 Maret 2009). Surakarta, yang sangat dikenal dengan sebutan Solo, merupakan sebuah kota yang menjadi jantung budaya Jawa. Solo, salah satu kota di Jawa tengah yang masih sangat lekat dengan kebudayaan Jawanya. Secara geografis dan budaya, Solo merupakan salah satu kota yang terkenal di Jawa Tengah. Letaknya di dataran rendah yang subur dan masyarakatnyapun terkenal ramah, kalem dan menyenangkan. Solo memiliki banyak potensi wisata dengan beragam jenis, objek wisata peninggalan sejarah seperti Keraton Solo, terletak di tengah kota Jawa, yang di bayangi oleh sisa-sisa peninggalan jaman feodal dengan masih di peliharanya 2 kerajaan di kota solo, yaitu Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran. Selain itu terdapat daerah laweyan atau dikenal dengan produksi batik solo. Pada saat ini Solo sudah hampir sama dengan kota-kota modern lainnya. Di Solo terdapat pusat perbelanjaan modern seperti Solo Gran Mall, Solo Square, Beteng Trade Centre, selain itu pasar-pasar tradisional juga mulai diremajakan, adanya citywalk Slamet Riyadi dan juga berbagai apartement mulai dibangun. Oleh karena itu Solo sangat menarik untuk di jadikan sebagai salah satu tujuan obyek wisata dan mengundang semua pengunjung wisata dan tourisme, baik tamu domestik maupun asing. Melihat hal diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa sektor perhotelan di kota Solo masih sangat potensial untuk dikembangkan dan menjadi salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Dan keberhasilan dari operasional hotel ditentukan pula oleh lokasi dimana hotel ditempatkan, konsep dan perencanaan hotel, dengan memperhatikan kelengkapan utilitas tapak dan kemudahan pencapaian, terutama pada jalur-jalur utama kota. Selain itu, tidak dipungkiri bahwa keberhasilan suatu hotel untuk menarik wisatawan adalah dengan menawarkan berbagai fasilitas yang lengkap. Dengan hadirnya pengembangan Hotel Lor In di kota Solo diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas penunjang yang berpotensi menarik wisatawan untuk berkunjung. b. Potensi Kota Solo Dari tahun ke tahun tingkat kunjungan wisatawan ke Solo semakin meningkat. Berdasarkan salah satu sumber dari media tabulasi nasional, tahun lalu, Solo menduduki peringkat 8 tujuan wisata nasional dan sekarang telah bergeser ke peringkat 4. Kota Solo merupakan salah satu kota di Jawa tengah yang masih sangat lekat dengan kebudayaan Jawanya. Sebagai Kota Budaya dan sebagai “ Solo The Spirit Of Java” kebijakan Pemerintah Kota Surakarta yang sangat ramah terhadap kegiatan usaha sangat membuka peluang ekonomi baru bagi warganya sendiri maupun bagi investor. Hal itu membuat Solo menjadi kota yang sangat terbuka terhadap dunia usaha, khususnya dalam perdagangan mulai yang berskala besar berupa mal dan pasar swalayan yang mendatangkan investor ke kota Solo. Kota Solo sendiri mempunyai fasilitas transportasi, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas perbelanjaan, kawasan bisnis dan lain-lain. Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2010 menetapkan branding Solo sebagai Kota MICE ( meeting, incentive, convention and exhibition ), sehingga ke depan berusaha keras untuk mengembangkan potensi dengan fasilitas MICE tersebut, adanya event-event berkelas internasional tidak selalu diselenggarakan di kota-kota besar, seperti Jakarta ataupun Bali tetapi dapat diselenggarakan di kota Solo. Kota Solo nampaknya akan terus berkembang, sebagai kota perdagangan dan juga menjadi kota pariwisata yang kaya akan budaya jawa yang sangat kental. Oleh karena itu, di Solo terus bertumbuhan hotel-hotel dari kelas melati hingga bintang. Perkembangan menjadi kota tersebut akan ditunjang sarana transportasi udara dengan adanya Bandara Internasional Adi Sumarmo, maupun transportasi darat berupa Kereta Api (KA) dan bus dengan berbagai jurusan. Beberapa potensi dari Kota Solo dilihat dari beberapa sektor sebagai berikut :  Bangunan Bersejarah (konservasi) : Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, Benteng Vastenberg.  Wisata Ibadah : Masjig Agung Surakarta, Masjid Mangunegaran, Masjid Laweyan, Gereja Katholik Antonius, Klenteng Tri Dharma Tien Kok Sien, Vihara Am Po Kian  Wisata Alam : Taman Satwa Taru Jurug, Wisata Water Boom Pandawa, Taman Balekambang, Taman Sriwedari.  Wisata Museum : Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar Hadi, Museum Batik Wuryaningratan.  Pusat Perbelanjaan : Pasar Klewer, Pasar Gede, Solo Grand Mall, PGS, Pusat Tekstil Beteng, Batik Danar Hadi & Batik Keris.  Wisata Kuliner yang bisa ditemukan di Jalan Slamet Riyadi, Gladag Labgen Bogan.  Kesenian Tradisional : Wayang Kulit dan Seni Tari.  Festival dan Perayaan Rutin : Kirab pusaka 1 suro, Sekaten, Grebeg Mulud, Tinggalan Dalem Jumenengan, Grebeg Pasa, Syawalan, Grebeg Besar. Sedangkan wisata kota-kota lain di sekitar Solo tidak sedikit jumlahnya. Hal ini tentunya diperlukan fasilitas pendukung berupa hunian bermalam dengan Kota Solo. c. Ulasan Singkat Perkembangan Hotel di Surakarta dan Hotel Lor In Solo Perkembangan usaha perhotelan di kota Surakarta tidak terlepas dari dukungan pemerintah dengan menjadikan Surakarta sebagai kota wisata budaya. Kota Surakarta mempunyai potensi-potensi yang mendukung usaha perhotelan, yaitu : 1. Potensi Budaya 2. Potensi Pariwisata Surakarta merupakan kawasan yang memiliki banyak obyek pariwisata, antara lain :  Obyek peninggalan sejarah budaya  Industri pariwisata Dan dengan ditetapkannya bandara udara Adi Sumarmo sebagai bandara udara internasional, lebih memantapkan Surakarta sebagai pintu gerbang wisata di Jawa Tengah. 3. Potensi Perdagangan Hal ini dibuktikan dengan adanya pusat-pusat perdagangan yang menampung hasil produksi dari kota Surakarta maupun daerah lain disekitarnya. 4. Potensi sebagai tempat even-even regional, nasional maupun internasional. Tabel 1.1 Perkembangan Kunjungan Wisatawan Kota Surakarta Tahun 2003-2007 TAHUN Wisatawan Nusantara Wisatawan Mancanegara Jumlah Total Jumlah Kenaikan Jumlah Kenaikan Jumlah Kenaikan 2003 737.025 - 7.929 - 744.654 - 2004 742.890 5.865 7.985 356 750.875 0,01 % 2005 760.095 17.205 9.649 1.664 769.744 5.,92 % 2006 904.984 144.889 10.626 977 915.610 19 % 2007 960.625 55.641 11.922 1.296 972.547 5,58 % Sumber : Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kota Surakarta Tabel 1.2 Perkembangan Jumlah Penginap Hotel Di Surakarta Tahun 2003-2007 TAHUN Wisatawan Kenaikan % Nusantara Mancanegara Jumlah 2003 165.067 8.302 173.369 - 2004 177.157 7.970 185.127 7 2005 201.757 9.677 211.434 14 2006 239.524 12.407 251.931 19 2007 302.090 12.205 314.295 27,75 Sumber : Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kota Surakarta ¿ Perkembangan Hotel Lor In Solo Hotel Lor In Solo merupakan hotel bisnis, resort dan spa dan termasuk dalam ketegori hotel bintang 5. Hotel ini terletak pada jalan Adi Sucipto No. 47 Karanganyar- Solo, lokasi Lor In cukup strategis + 10 menit menuju bandara internasional Adi Sumarmo dan + 10 menit menuju pusat bisnis, pusat kota dan pusat perbelanjaan / mall kota Solo. Hotel Lor ini berada diatas lahan 4 hektar, di desain dan dibangun dengan konsep tradisonal Jawa yang menyatu dengan unsur budaya yang ada di kota Solo. Hotel Lor In dihiasi oleh patung-patung yang khas, taman-taman yang tertata indah dan dikelilingi oleh sungai buatan sehingga mempercantik keadaan penataan lansekap Hotel Lor In ini. Akomadasi yang disediakan Hotel Lor In terdiri dari 112 kamar dengan view taman ataupun sungai, taman sebagai akses penghubung antara bangunan satu dengan bangunan lainnya. Jenis kamar yang disediakan terdiri dari 100 Duluxe Room dan Executive Room, 6 Duluxe Suite, Pangeran Suite, Raja & Sultan Suite, 3 Private Bungalows dengan 2 dan 3 kamar tidur dan adanya private pool. Fasilitas Restauran & Bar yang ada pada Hotel Lor In yaitu Sasono Bujono (seating capacity-126), Sasono Jolodini (seating capacity-98), Puri Parisuko Bar (seating capacity-58), Jolotundo Pool Bar dan Lor In Coffee Lounge. Fasilitas pendukung lainnya adalah Sasono Kridanggo Health Club, Jenaya Aromatheraphy Spa ,Swimming Pools, Outdoor Activities, Business Center, Lor In Journey- Tour & Ticketing, Additional Guest Service, Babusa Lor In Paintball, Lor In Beach Volley Ball & Sand Soccer Field dan Wi-Fi. Hotel Lor In juga menyediakan fasilitas gedung pertemuan maupun area meeting dan fasilitas perjamuan dan pesta. Berikut detail fasilitas yang disediakan hotel Lor In : Adanya pengembangan pada Hotel Lor In Solo ini dikarenakan perkembangan dari tahun ke tahun semakin meningkat dan jumlah pengunjung di atas target yang dicapai. Selain ingin meningkatkan fasilitas yang ada dengan menambah kapasitas kamar yang menjadi lebih banyak dan juga menambahkan fasilitas pendukung yang ada menjadi lebih bervariasi dan lebih lengkap dari sebelumnya. Dilihat dari perkembangan Yearly Marketing Grafik Hotel Lor In dari tahun 2004-2008 semakin meningkat dan dijabarkan sebagai berikut : Dari progres Yearly Marketing Grafik yang didapat dari perkembangan Hotel Lor In yang terus meningkat di tiap tahunnya, semakin mendukung bahwa bisnis perhotelan di Hotel Lor In itu sendiri sangat menjajikan dan pada kenyataan perkembangan tidak begitu dipengaruhi pada pasang surutnya kondisi perekonomian Indonesia secara global. Dari semua uraian tersebut, maka diperlukan pengembangan Hotel Lor In Solo karena dengan adanya potensi kota Solo yang sangat menjanjikan baik di dalam bidang budaya dan pariwisata maupun bisnis. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Resort dan didukung dengan berbagai fasilitas hiburan maupun fasilitas pendukung untuk berbagai kalangan. 1.2 Tujuan dan Sasaran a. Tujuan Memperoleh suatu judul Tugas Akhir yang jelas dan layak, dengan suatu penekanan desain yang spesifik, sesuai dengan originalitas / karakteristik judul dan citra yang dikehendaki atas judul yang diajukan. b. Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perancangan dan perancangan Business Resort and Spa - Lor In Solo, berdasarkan atas aspek-aspek panduan (design guide lines aspect) dan alur pikir proses penyusunan LP3A dan Desain Grafis yang akan dikerjakan. Tersusunnya Landasan Program Perancangan dan Perancangan Arsitektur sebagai landasan konseptual bagi perencanaan Hotel Business Resort dan Spa. 1.3 Manfaat Manfaat subyektif dari pembahasan ini adalah sebagai pedoman perancangan grafis Business Resort dan Spa Lor In Hotel - Solo dan untuk melengkapi sebagian persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Sedangkan secara obyektif, pembahasan ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan baik mahasiswa arsitektur dan kalangan arsitek, maupun pihak lain yang membutuhkan. 1.4 Lingkup Pembahasan a. Subtansial Business Resort and Spa Hotel Lor In Solo adalah pengembangan dari suatu perencanaan dan perancangan suatu sarana akomodasi sebagai fasilitas pelengkap dan penunjang wisata yang representatif secara kualitas maupun kuantitas dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan rekreatif dengan memanfaatkan lingkungan sebagai latarnya. Pembahasan dititikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, dengan melihat pengembangan keberadaan bangunan Business Resort and Spa - Lor In Solo ini sebagai bangunan bermassa banyak (bangunan jamak). b. Spasial Business Resort and Spa - Lor In Solo, merupakan bangunan yang bersifat rekreatif dan juga bersifat komersil. Maka bangunan ini harus terletak di kawasan yang petensial dan strategis agar mudah dikenal oleh masyarakat lokal dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara serta aksesbilitasnya yang mudah. 1.5 Metode Pembahasan Metode pembahasan yang diterapkan adalah metode deskriptif analitis, yaitu metode pembahasan dengan memaparkan, baik data literatur, wawancara, maupun data lapangan yang digabungkan dan dianalisa untuk memperoleh rumusan yang mendukung tujuan pembahasan. Untuk mendapatkan data-data, baik data primer maupun data sekunder yang mendukung dan relevan untuk penyusunan perencanaan dan perancangan Pengembangan Hotel Lor In Solo ini, maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah :  Studi literatur / kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data maupun peta dari sumber-sumber yang terkait dan tertulis.  Survei dan dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data dengan pengambilan gambar-gambar dan pengamatan secara langsung di lapangan.  Wawancara, dilakukan dengan narasumber yang terkait. 1.6 Sistematika Pembahasan Pokok bahasan dalam Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini terdiri dari lima bab, yang dijabarkan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, pembahasan, lingkup pembahasan, metode pembahasan, alur pembahasan serta sistematika pembahasan dari Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Hotel Lor In Solo. BAB II PEMBAHASAN Berisi tinjauan tentang gambaran dan pengertian Business Resort & Spa Hotel serta tinjauan teori tentang perencanaan dan perancangan Hotel Lor In Solo sesuai referensi yang relevan. BAB III DATA DAN ANALISIS TAPAK Berisi tentang tinjauan Hotel Lor In Solo dan tinjauan mengenai pengembangan Hotel Lor In. BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisi uraian yang berkaitan dengan dasar pendekatan dan analisis untuk menentukan program perencanaan dan perancangan yang mengacu pada aspek fungsional, aspek kinerja, aspek teknis, aspek kontekstual, aspek arsitektural, serta pendekatan lokasi dan tapak. BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisikan konsep dasar perencanaan, konsep dasar perancangan serta program dasar perencanaan dan perancangan. 1.7 Alur Bahasan

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1402
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:16 Oct 2009 11:35
Last Modified:26 Oct 2009 08:46

Repository Staff Only: item control page