Resepsi Pemirsa Mengenai Konstruksi Atas Tampilan Kekerasan Dalam Tayangan Berita Kriminal Di Televisi

Hestiningrum, Betta (2009) Resepsi Pemirsa Mengenai Konstruksi Atas Tampilan Kekerasan Dalam Tayangan Berita Kriminal Di Televisi. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
75Kb

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa saat ini tayangan berita kriminal yang menampilkan kekerasan secara vulgar mempunyai daya tarik tersendiri bagi pemirsa. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya banyak program berita kriminal yang ditayangkan ditelevisi. Rating program acara berita yang tinggi menunjukkan bahwa tayangan berita kriminal diminati oleh masyarakat. Namun menurut para ahli saat ini tayangan blue collar crime sering menampilkan adegan kekerasan, menyajikan kejadian yang sensasional, dan cenderung tidak aman untuk disaksikan. Hal ini menunjukkan adanya suatu kontroversi tersendiri bagi pemirsa. Untuk itu penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana resepsi pemirsa dalam tayangan berita kriminal di televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi Ien Ang yang berfokus pada teks, di mana Ang memandang audiens bukan sebagai makhluk yang pasif namun audiens merupakan active producers of meaning yang bebas mengungkapkan pengalaman yang dirasakannya selama membaca teks berita kriminal. Dari hasil penelitian, mengarahkan pada tiga tipe utama pembacaan khalayak sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Hall, yaitu the dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Informan cenderung mengikuti dominant reading pada penampilan dan visualisasi tayangan berita kriminal. Pemirsa cenderung menyukai tayangan berita kriminal yang menampilkan konstruksi kekerasan dan ilustrasi kejadian secara jelas. Sedangkan informan yang berada pada kelompok negosiated reading terjadi ketika informan melakukan pembacaan mengenai dampak yang ditimbulkan dari tayangan berita kriminal. Mereka menerima teks tayangan berita kriminal namun mampu menyesuaikan dengan kerangka pikir dan keadaan sosialnya. Informan yang berada pada kelompok oppositional reading terjadi pada saat tayangan berita kriminal menampilkan materi kekerasan yang terlalu berlebihan. Adanya perbedaan latar belakang informan seperti (latar belakang) pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin menyebabkan terjadinya perbedaan pemaknaan. Namun faktor latar belakang informan yang sama bukan merupakan penentu utama munculnya persamaan makna. Hal ini dikarenakan keadaan psikologis, motivasi, dan pengalaman pribadi individu dalam menyaksikan tayangan berita kriminal ikut menentukan resepsi pemirsa.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:14011
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:10 Jun 2010 14:03
Last Modified:10 Jun 2010 14:03

Repository Staff Only: item control page