MENGINTERPRETASIKAN KEKERASAN DALAM TAYANGAN KOMEDI (ANALISIS RESEPSI TERHADAP TAYANGAN OPERA VAN JAVA DI TRANS 7)

ASTUTI, INDRI (2010) MENGINTERPRETASIKAN KEKERASAN DALAM TAYANGAN KOMEDI (ANALISIS RESEPSI TERHADAP TAYANGAN OPERA VAN JAVA DI TRANS 7). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
81Kb

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa tayangan Opera Van Java yang pada awal penayangannya berkomitmen untuk tidak hanya menghibur tapi juga memberikan pendidikan melalui cerita-cerita rakyat yang disajikan, ternyata dalam praktiknya malah menonjolkan kekerasan sebagai bahan lelucon. Tayangan komedi yang mengusung konsep pewayangan ini berhasil meraih rating tinggi dengan lelucon slapstick yang ditampilkannya. Kekerasan baik secara fisik maupun verbal dijadikan alat untuk memancing tawa penonton. Padahal penonton tak hanya datang dari kalangan dewasa saja, tapi juga anak-anak yang rentan melakukan tindakan imitasi. Karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana penonton menginterpretasikan kekerasan dalam tayangan Opera Van Java yang notabene diperuntukkan bagi seluruh anggota keluarga ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi Ien Ang yang berfokus pada teks, di mana Ang memandang audiens sebagai producer of meaning yang aktif menciptakan makna, bukan hanya sebagai konsumen dari isi media. Penonton memaknai dan menginterpretasi teks media sesuai dengan kondisi sosial-budaya mereka dan juga dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan informan terhadap teks kekerasan dalam Opera Van Java tidak dapat dikotak-kotakkkan secara kaku pada satu posisi saja sebagaimana pembagian posisi decoding khalayak menurut Hall (posisi dominan-hegemonik, dinegosiasikan, dan oposisional). Namun disini pemaknaan informan bergerak secara simultan dari satu posisi ke posisi pemaknaan lainnya, yang bervariasi antara dua atau tiga posisi sekaligus. Adapun interpretasi tersebut merupakan hasil learning behaviour yang diperoleh informan dari keluarga, teman, lingkungan dan media yang dikonsumsinya sehari-hari. Pengalaman yang berbeda membuat informan melakukan pemaknaan secara berbeda pula. Interpretasi informan juga turut dipengaruhi oleh interaksinya dengan informan lain, yang membuat mereka tergabung dalam interpretive communities.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:13959
Deposited By:Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Deposited On:10 Jun 2010 09:47
Last Modified:10 Jun 2010 09:47

Repository Staff Only: item control page