HUBUNGAN KECEPATAN BERJALAN DENGAN KESEIMBANGAN BERDIRI SATU TUNGKAI PADA PARA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA "WENING WERDAYA" JL. KUTILANG NO. 24 UNGARAN - KAB. SEMARANG.

SITOMPUL, CHURCHIL HERMES HAVANA (2000) HUBUNGAN KECEPATAN BERJALAN DENGAN KESEIMBANGAN BERDIRI SATU TUNGKAI PADA PARA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA "WENING WERDAYA" JL. KUTILANG NO. 24 UNGARAN - KAB. SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1992Kb

Abstract

Tujuan: Untuk mencari bagairnana hubungan kecepatan berjalan (dengan atau tanpa alas kaki) dengan keseirnbangan berdiri satu tungkai (mata terbuka atau tertutup) pada para lanjut usia (lansia) di panti, dan apakah keseimbangan berdiri satu tungkai dapat digunakan untuk memprediksi kecepatan berjalanpada para lansia di panti. Rancangan : Penelitian belah lintang (cross sectional). Tempat penelitian : Panti Sosial Tresna Werdha "Wening Werdaya" JIn. Kutilang no. 24 Ungaran, Kab. Semarang. Waktu penelitian : Maret-April 2000. Peserta : Terpilih 33 orang lansia (25 perempuan dan 8 lelaki) dengan rentang usia 60-91 tahun (73,52+7,62) dad 101 orang penghuni. Pengujian: Keseimbangan berdiri satu tungkai dan kecepatan berjalan. Ukuran keluaran utama : Lama keseimbangan berdiri satu tungkai (mata terbuka maupun mata tertutup), kecepatan berjalan yang biasa dan panjang langkah (dengan atau tanpa alas kaki) Analisis statistik : Analisis deskriptif, regresi dan korelasi, a = 0,05. Hasil : Kecepatan berjalan dengan atau tanpa alas kaki memiliki hubungan positif dengan keseimbangan berdiri satu tungkai mata terbuka atau tertutup dalam derajad amat rendah (r2 = 0,0070, 0,0015, 0,0133, dan 0,0003) dan keseimbangan berdiri satu tungkai mata terbuka atau tertutup tidak dapat digunakan untuk memprediksi kecepatan berjalan para lansia di panti (Y = 0,7482 + 0,0009 X; 0,7520 + 0,0030 X; 0,7388 + 0,0013 X, dan 0,7526 + 0,0012 X), walaupun keseimbangan berdiri satu tungkai, kecepatan berjalan dan panjang langkah menurun ukurannya dengan bertambahnya usia, dalam derajad hubungan rendah (r - 0,3868 dan — 0,3277; - 0,2335 dan — 0,1977; - 0,2335 dan — 0,1836). Kesimpulan : Terbukti adanya hubungan positif kecepatan berjalan dengan keseimbangan berdiri satu tungkai pada para lansia di panti walaupun dalam derajad yang amat rendah (iecara statistik dapat diabaikan), tetapi keseimbangan berdiri satu tungkai tidak dariat digunakan untuk memprediksi kecepatan berjalan pada para lansia yang diteliti di panti.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:13774
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jun 2010 12:29
Last Modified:08 Jun 2010 12:29

Repository Staff Only: item control page