TINGKAT BERATNYA CEDERA PADA PENGEMUDI BUS AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA (KAMAN BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERPERAN) (Severity Of Bus Driver's Injury Resulted From Highway Traffic Accident ( Study Of Related Risk Factors ).

ROMADON, YIS (2003) TINGKAT BERATNYA CEDERA PADA PENGEMUDI BUS AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA (KAMAN BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERPERAN) (Severity Of Bus Driver's Injury Resulted From Highway Traffic Accident ( Study Of Related Risk Factors ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2266Kb

Abstract

Background, Injury caused by traffic accident is still a public health problem. It relates to a high of Morbidity and Mortality Rate. Data in 2001 showed that the number of victims caused by traffic accident in Central Java was 3.115 persons. Case Fatality Rate was 45.46% and the percentage of buses was 20.39%. The aim of this research was to know the risk factors that had a role to the level of injury at bus's driver by traffic accident on the highway. Method, This research used the Survey Method and Cross-Sectional approach. The samples were the bus drivers at the areas of Local Police of Kedu, Pekalongan and the area of Semarang City Police who got accident from January 2002 to December 2002. The number of samples were 70 persons. Data were obtained from the police's records, the medical records at hospital, and questioners designed for it. Result, Bivariate analisis : Character (p=0.45), age (p=0.70), speed of a vehicle (p=1.0), participant disease (p=1.0), kind of an accident (p=1.0), injury mechanism (p=0.45), time of an occurrence (p=1.0), opponent of a collision (p=0.08), and speed in getting the Fir•t Aid (p=0.08) and the head injury (p=1.0) do not have a significant relationship with the level Of injury. The using of the alcohol (p=0.03) and the conditions of not good psychology (p=0.04), have significant relationship with the level of injury. The using of drugs and the using of safety belt could not be analyzed statistically because all of the respondents (100%) did not use the drugs and the safety belt. Multivariate analisis : The habit of the alcohol consumption (p=0,02), and the opponent of the collision four and more-wheeled vehicle (p=0,04), have significant relationship with the level of injury. Conclusion, The habit of the alcohol consumption, OR=10.06 (95% CI: 1.41- 71.49), and the opponent of the collision four and more-wheeled vehicle, OR=7.21 (95% CI: 1.06-49.05) influence to the leyel of injury at bus driver by traffic accident. Suggestion, It needs to do an elucidation intensively to the bus. drivers about the danger of alcohol. The drivers while they are driving must be careful and must 'reduce the habit of the alcohol consumption. It needs to increase an operation on the highway in order to get the drivers who consume an alcohol. More study of the determinant from the factor of behavior of using alcohol of the bus drivers is needed. Latar Belakang : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, berkaitan dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Data tahun 2001 menunjukkan bahwa jumlah korban akibat kecelakaan Mkt lintas di Jawa Tengah inencapai 3115 orang dengan case fatality rate sebesar 45,46%, dengan melibatkan kendaraan bus sebesar 20,39%. Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui faktor risiko yang berperan terhadap beratnya cedera pada pengemudi bus akibat kecelakaan lalu lintas jalan raya. Metode : Survei dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah pengernudi bus di wilayah Polwil Kedu, Polwil Pekalongan dan wilayah Poltabes Semarang yang mengalarni kecelakaan selama periode Januari 2002-Desember 2002. Besar sampel adalah 70 Qrang. Data diperoleh dari catatan kepolisian, catatan medik mynah sakit dan wawancara pada responden dengan kuesioner. Basil : Analisis bivariat menunjukkan variabel karakter (p=0,45), umur (p=0,70), kecepatan kendaraan (p=1,0), penyakii penyerta (p=1,0), bentuk lcecelakaan (p=1,0), mekanisme cedera (p=0,45), waktu kejadian (p=1,0), lawan tabrakan (p=0,08), kecepatan rnendapatkan P3K (p=0,08) dan adanya cedera kepala (p= I ,0) terbukti tidak berhubungan bennakim dengan beratnya cedera. Variabel yang berhubungan bermakna dengan beratnya cedera adalah rnenggunaan alkohol (r0,03), keadaan psikologis tidak baik (p=0,04). Variabel penggunaan obat terlarang dan penggunaan sabuk pengaman tidak dapat dianalisis secara statistik, semua responden (100%) tidak menggunakan obat terlarang dan semua responden (100 %) , juga tidak rnenggunakan sabuk pengarnan. Analisis multivariat menunjukkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol (p=0,02) dan lawan tabrakan roda empat atau lebib (p=0,04)terbukti berhubungan bermakna dengan beratnya cedera. Simpulan : Dua faktor risiko yaitu : Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dengan OR=10,06 (95% CI : 1,41-71,49) dan lawan tabrakan roda empat/Iebih dengan OR=7,21 (95% CI : 1,06-49,05) terbukti berpengaruh terhadap tingkat beratnya cedera pada pengernudi bus akibat kecelakaan lalu lintas. Saran : Perlu penyuluhan intensif kepada para pengemudi bus tentang bahaya alkohol. Pengemudi dalarn mengeinudi supaya berhati-hati, dan mengurangilmenghilangkan kebiasaan mengkOnsumsi alkkohol. Perlunya peningkatan operasi di jälan raya untuk menjaring pengemudi yang mengkonsumsi thIcoho1. Kajian tentang determinan dari faktor perilaku kebiasaan penggunaan aikohol pada pengemudi bus dapat diteliti lebih lanjut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:13726
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:08 Jun 2010 10:04
Last Modified:08 Jun 2010 10:04

Repository Staff Only: item control page