PELAKSANAAN PULA TRANSMIGRASI INDUSTRI SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN WILAYAH PEREKONOMIAN DALAM ERA GLOBALISASI (STUDI TENTANG LOKASI INDUSTRI KECIL (LIK) TRANS. PALU)

YUSMAN, BENNY DIF.TUS (1999) PELAKSANAAN PULA TRANSMIGRASI INDUSTRI SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN WILAYAH PEREKONOMIAN DALAM ERA GLOBALISASI (STUDI TENTANG LOKASI INDUSTRI KECIL (LIK) TRANS. PALU). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

RINGKASAN Dalam Pelita V Program Transmigrasilabih .diarahkan pada pemantapan potensi daerah yang ditujukan pada upaya peningkatan kesejahteraan yang berorientasi pada ekonomi. Dengan pola transmigrasi industri yang Partama kali 4ikembangkan di. Sulawesi Tengah, merupakan bagian dart. kebijaksanaan.pengembangan wilayah Pemda Sulawesi Tengah yang mengacu pada GRRBOS BANODESA. Proyek transmigrasi industri ini, berhasil menempatkan transmigrasi sebanyak 180 KR atau 570'Jiwa yang terdiri dart pengusaha 25 KK, 92 ,iiwa dan jasa industri 155 KK, 478 jiwa yang bermukim di Lokasi Industri Kecil (LI1) Trans Palu, yang bergerak dalam 12 jenis usaha bidang usaha dengan 14 unit bidang usaha dart 18 jenis bidang usaha yang direneanakan... • Penempatan transmigrasi di LIK Trans• Palu menimbulkan dampak bagi developer PT. Lembah Palu Nagaya yaitu hambatan prosedural yang menyangkut penerbitan,HG8. yang tidak segera terbit. Hambatan .birokrasi ini Menyebabkan kerugian bagi developer karena angsuran jaminan pembayaran bangunan workshop melalui KPR BTW tidak dapat segera dilaksanakan. Sedangkan dampak social • bagi, '. Jpengusaha,,.tramsmigrasi industri adanya ketimpangan transformasi yang sangat terkait keberadaan masya•akat modern yang dibedakan atas faktor ekonomi. Hal ini menimbulkan pula dampak•hukum bagi •Mareka (usaha kecil), karena semakin tinggi kedudukan suatu, kelompok itu secara ekonomi maupun politik semakin besar • pula kemungktnan bahwa pandangan serta kepentingan akan terbermirl :ei dalam Undang¬Undang No. 9 Tabun 1995 Tentang Osaka Kecil, • Begitu pula terhadap aspek eksternal beruPa'-monepoli oligopoli dalam proses produksi dan pethasaran sangat menghambat pengusaha keen untuk ekeis dalam bersaing• Pembinaan usaha kecil hanya 'ditekankan pada aspek internalnye, bahkan dianggaP sebagaiYo0.4a ke.S1h tanpa mempunyai kesungguhan untuk menanggulangi' eltinukturi ..keidakseimbangan perekonomian yang menyebabkan terjadinya keeenjangan. Hal ini menyebabkan pembinaan dan'pengembangan transmigrasi industri mengalami kegagalan karena dart 64 pengusaha yang pernah berada pada tahun 1994 .sekarang hanya tinggal 27 pengusaha yang terdiri dart 14 pengusaha yang mapan, selebihnYa 23 pengusaha masuk kategori setengah jalan dan gagal. • Walaupun gagal tetapi dalam Pengembangan wilayah perekonomian daerah telah menempatkan,21 Pengusaha lokal atau 76% dart 37 pengusaha yang ba•tahan diLIK Trans Palu. Pada hal target yang semula hanya 20% dart pengusaha ,yang inenjadi peser•a transmigran industri. _ . Oseha-Usaha yang perlu dilakukan ,hares didukung oleh program kawasan ekonomi terpacu (KAPET) agar ada keterkaitan antar berbagai pendukung pengembangan. usaha kecil belum dilaksanakan, bahkan untuk mengantisipasi era globalisasi perdu ada aaringan distribusi di luar negeni.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13701
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:08 Jun 2010 08:43
Last Modified:08 Jun 2010 08:43

Repository Staff Only: item control page