OPTIMASI PEMANFAATAN AIR WADUK KEDUNG OMBO DENGAN PROGRAM LINIER

Tarigan , Abinentaras (2001) OPTIMASI PEMANFAATAN AIR WADUK KEDUNG OMBO DENGAN PROGRAM LINIER. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air waduk Kedung Ombo untuk memenuhi kebutuhan Irigasi, Air Baku dan PLTA. Metode optimasi studi ini dengan mempergunakan program linier. Optimasi program linier mempergunakan data debit inflow waduk sepanjang 46 tahun (1953-1998). Untuk keperluan analisis, data debit inflow waduk sepanjang 46 tahun di skenario menjadi 5 kelompok debit inflow waduk tahunan, dimana masing-masing kelompok terdiri dari sejumlah tahun tertentu. Skenario pola debit inflow waduk merupakan rerata bulanan dari beberapa jumlah tahun yang termasuk dalam satu kelompok jenis tahun tertentu. Kelompok tahun tersebut adalah : tahun basah sekali, tahun basah, tahun normal, tahun kering dan tahun kering sekali. Masing-masing dari skenario pola debit inflow waduk tahunan digunakan sebagai masukan/input pada program linier. Karena optimasi program linier banyak menggunakan asumsi-asumsi maka simulasi dipergunakan untuk mengetahui unjuk kerja pengoperasian waduk seandainya waduk dioperasikan dengan menggunakan pelepasan hasil dari optimasi program linier. Pada studi ini proses simulasi pengoperasian waduk dilakukan sepanjang 46 tahun data debit yang terdiri dari lima kelompok debit inflow waduk tahunan. Sehingga simulasi tersebut merupakan gabungan dari ke lima skenario pola debit inflow. Simulasi pengoperasian waduk dengan input pelepasan hasil dari optimasi program linier diperoleh keandalan waduk sebesar 99,64%. Hasil yang diperoleh dari pengoperasian waduk hasil studi untuk kondisi debit inflow Tahun Basah Sekali dapat mengairi luas daerah irigasi rerata 43.997,35 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 1.030,61 juta m3/tahun, Tahun Basah rerata 37.826,82 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 829,81 juta m3/tahun, Tahun Normal rerata 34.500,69 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 735,40 juta m3/tahun, Tahun Kering rerata 29.432,88 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 598,33 juta m3/tahun dan Tahun Kering Sekali rerata 22.914,00 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 352,73 juta m3/tahun. Hasil studi Indra Karya pada kondisi debit inflow Tahun Basah dapat mengairi luas daerah irigasi rerata 41.040,27 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 929,26 juta m3/tahun, Tahun Normal rerata 33.180,79 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 835,51 juta m3/tahun, Tahun Cukup rerata 24.284,95 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 679,70 juta m3/tahun dan Tahun Kering rerata 14.164,42 ha/tahun dengan debit air yang tersedia 393,77 juta m3/tahun. Untuk kebutuhan air baku sebesar 15,94 juta m3/bulan dari hasil analisis kedua studi dapat terpenuhi. Produksi energi listrik tahunan dari pemanfaatan air yang dilepaskan melalui katup turbin untuk basil studi optimasi 73,17 GWh sedangkan basil studi Indra Karya 65,76 GWh. Pendapatan rerata pemanfatan air waduk hasil studi optimasi sebesar Rp. 409,05 miliar sedangkan hasil studi Indra Karya sebesar Rp. 369,46 miliar. Sedangkan untuk perbandingan studi optimasi dengan pengoperasian aktual diambil reratanya. Dimana pelepasan rerata aktual sebesar 676,97 juta m3 setiap tahun sedangkan dari basil studi optimasi dengan program linier memberikan pelepasan rerata sebesar 794,88 juta m3 setiap tahun. Dan pendapatan total dari studi optimasi sebesar Rp. 409,05 miliar sedangkan untuk pengoperasian aktual sebesar Rp. 349,89 miliar.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:13654
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:07 Jun 2010 13:56
Last Modified:07 Jun 2010 13:56

Repository Staff Only: item control page