EFEKTIFITAS PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA DASAR PERMUKIMAN PERDESAAN DALAM MENINGKATKAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KENDAL

WARDIATI, ARIANI (2001) EFEKTIFITAS PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA DASAR PERMUKIMAN PERDESAAN DALAM MENINGKATKAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KENDAL. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3355Kb

Abstract

Diarrohoea and skin diseases belong to waterborne diseases that can be prevented through the Water Supply and Sanitation program. Di arrohoea and skin diseases had been increasing for five years (1996-2000) in Kendal. Water Supply and Healthy Environment Program (PAB and PLP Program) have been conducted, starting from Inpres Samijaga, PAB-PL Program and Establishment Program on Basic Fasility of Rural Settlement (P3DPP). The fresh water coverage reached 73,1 % in 2000 and the family lavatory reached 31,4 %. Based on the last research, it was concluded that the water supply and sanitation can give significant to the community if the sanitation and fresh water coverage reach at least 80 %. The research is aimed to know the effectivity of P3DPP especially PAB and PLP program in improving the community health condition especially Diarrohoea and Skin diseases. The research was at P3DPP location (PAB and PLP program) in 2000 (9 villages). This research was observational with the "cross sectional and retrospective" approach and "descriptively and analytically" presented. The research's result which has been tested by "STATA (Statistics/Data Analysis) "program using "GEE population averaged model" shows that the influence of PAB and PLP fasilities coverage toward the spread of the Diarrohoea and the Skin diseases is not significant, even based on the time, there will be an increase on the Diarrohoea spread 1,28 to 6,37 times and an increase on the Skin disease 1,10 to 7,78 times. The research conclusion is that P3DPP (PAB and PLP program) the years of 2000 in Kendal Regency is not effective in increasing the community's -health condition especially Diarrohoea and Skin disease. It is suggested that the next establishment of water supply and healthy environment fasilities should concern about addition of fasilities coverage at least becomes 80 % and committing the management functions of P3DPP from planning, implementing, monitoring, controlling, reporting and evaluation based on the definited rule. Penyakit diare dan penyakit kulit termasuk penyakit-penyakit bawaan air yang dapat dicegah melalui program penyediaan air bersih dan sanitasi. Di Kabupaten Kendal kejadian penyakit diare dan penyakit kulit selama lima tahun (1996-2000) tents meningkat. Program Penyediaan Air Bersih dan Penyehatan Li ngk ungan Permukiman sudah ada mulai Inpres Samijaga, Program PAB-PL dan Program Pembangunan. Prasarana Dasar Permukiman. Perdesaan (P3DPP). Cakupan air bersih sampai dengan tahun 2000 barn mencapai 73,1 % dan cakupan jamban keluarga 31,4%. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi dapat memberikan dampak yang berarti kepada masyarakat apabila cakupan sanitasi maupun air bersih paling tidak 80 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas P3DPP khususnya program PAB dan PLP dalam meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat khususnya penyakit diare dan penyakit kulit. Lokasi penelitian adalah lokasi P3DPP (PAB dan PLP) TA 2000 di Kabupaten Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan criussettenddan refrape,ktif dan disajikan- secara deskriptif dan analitik. Basil penelitian setelah diuji dengan program 5E414 Itaithav/Oota Alle7.402;- menggunakan Offinulathnoveragedinodel menunjukkan bahwa pengaruh cakupan sarana PAB dan PLP terhadap kejadian penyakit diare maupun penyakit kulit tidak bermakna bahkan berdasarkan waktu akan terjadi peningkatan kejadian penyakit diare 1,28 sampai 6,37 kali dan peningkatan kejadian penyakit kulit 1,10 sampai 7,78 kali. Kesimpulan penelitian ini adalah P3DPP (PAB dan PLP) TA 2000 di Kabupaten Kendal tidak efektif dalam meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat khususnya penyakit diare dan penyakit kulit. Disarankan agar pembangunan sarana PAB dan PLP yang akan datang memperhatikan tambahan cakupan sarana yaitu minimal cakupan sarana menjadi 80 % dan melaksanakan fungsi manajemen P3DPP mulai dari perencanan, pelaksanaan, pemantauan, pengawasan, pelaporan dan evaluasi sesuai dengan ketentuan yang ada.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:13649
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:07 Jun 2010 13:48
Last Modified:07 Jun 2010 13:48

Repository Staff Only: item control page