STUDI FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL SEBAGAI BAHAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS GERAKAN BERANTAS KEMBALI ( GEBRAK ) MALARIA DI KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

PRATJOJO , HADI (2001) STUDI FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL SEBAGAI BAHAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS GERAKAN BERANTAS KEMBALI ( GEBRAK ) MALARIA DI KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3925Kb

Abstract

Nowadays many people have forgotten about Malaria, so that epidemic potential malaria trends to appear again in every where (re-emerging disesases) . Iii break up economic risk such as decreasing productivity, abcency and also tourism sector. To anticipate all the things above, so a global commitment was formed to fight malaria with the Roll Back Malaria (RBM) action with partnerity propping strategy. In Indonesia , this action was adopted into Gerakan Berantas Kembali Malaria (Gebrak — Malaria). In Cilacap regency was a model of Malaria Control Programme which represent the middle part of Indonesia that have a malarious problem area, it often a rouses malaria outbreaks. They were Kampung Laut in Kawunganten district and Jetis in Nusawungu district. Handling the environment problem that was very suitable as a breeding places for An sundaicus the dominant vector for malaria infection in Kampung Laut. To handling environmental problem can't be done by health sector, but it needs partnership with other sectors. This reseorcit intends to idontify External and Internal factors as a evidence base to arranging Strategic Planning of malaria fighting in Kampung Laut. It needs an External (Stake-Holder) and Internal (Health Sector) analysis including knowledge, attitude and practice/behaviour of Kampung Laut society in malaria programme. As primary data (qualitative and quantitative) which came from Internal and External factors of depth interview were obtained. KAP survey of Kampung Laut society was obtained from survey using closed quesionair in village Ujung Alang (4 sub village with bulge malaria problem) : Motean, Klaces, Mangunjaya and Sidamulya as Purposive Sampling, whereas its respondent was obtained randomized sampling. Secondary data which was obtained came from Health Sector also the linkage institutions by examining the exist documents. The type of the used research is descriptive with content analysis by using SWOT analysis (Strength, Weaknesses, Opportunity, Threatening) from External dand Internal factors. The weighting results and the factors — two scoring pointed out that position or RBM was in the second quandrant (Weaknesses —Opportunity). It means that RBM should work hard to over come the weaknesses, and then use strengthening to achieve opportunity (turn-over strategy). The appeared Issues Strategy is : it was like the political will or political commitment, partnership to handling envoronmental problem, knowledge andpositive attitude of Kampung Laut society about remedy of the executing malaria control programme. Grand Strategies that will be executed are advocacy, capacity building , social empowerment, building linkages, professionalism, desentralization, technical assistance and monitoring/evaluation. The executing operational strategies are advocacy for recruitment 5 person to be civil government, building linkages to conduct midterm meeting review, capacity building in health sector, cross notification/information, migration surveillance, and Chloriquine effication test as soon as possible. Weaknesses of health sector and "Gebrak Malaria" have positive respons by Stake Holder ( Dinas Perikanan, Pertanian, PMO, NGO) Recommendation stand by funds must be prepared, advocacy to donor agency (SEARO, ROTARY CLUB, etc). The environmental development at Kampung Laut areas whould not be "Man Made Breeding Places", to carry out chloroquine efficacy test and conducted midterms meeting review for monitoring and evaluation. Dewasa ini penyakit Malaria sudah banyak dilupakan orang, sehingga penyakit malaria dimana — mana cenderung muncul kembali (re-emerging diseases) yang berpotensi wabah. Penyakit malaria menimbulkan dampak ekonomi seperti menurunkan produlctifitas kerja, absensi, serta sektor pariwisata. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, maka terbentuklah suatu komitmen global untuk memberantas malaria dengan gerakan Roll Back Malaria ARBM) dengan strategi penggalangan kemitraan. Di Indonesia gerakan ini diadopsi menjadi Gerakan Berantas Kembali (Gebrak Malaria). Kabupaten Cilacap adalah merupakan model Gebrak Malaria yang mewakili Indonesia bagian tengah yang mempunyai daerah bermasalah malaria yang sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (Out break) yaitu Kampung Laut dan Kecamatan Nusawungu. Untuk menangani masalah lingkungan (environment) yang sangat cocok bagi perkembang biakan nyamuk An. sundaicus merupakan faktor dominan dalam penularan malaria di Kampung Laut. Untuk menangani masalah lingkungan tidak bisa dikerjalcan oleh sektor kesehatan sendiri, nun= perlu bermitra dengan sektor lain. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan ek.tcfrial atitusai l,aii ui informasi (evidence base) dalam penyusunan perencanaan strategis pemberantasan malaria di Kampung Laut. Untuk itu perlu analisa faktor internal (kesehatan) dan eksternal (Stake Holder) termasuk pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kampung Laut dalam program pemberantasan malaria Sebagai data primer diperoleh data kualitatif maupun kuantitatif yang berasal dan indepth interview faktor internal (kesehatan) serta faktor eksternal. Survai pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kampung Laut diperoleh dari survai dengan menggunakan kuesioner tertutup di desa ( -Ujung Alang) di 4 grtunbul dengan masalah malaria yang menonjol yaitu Grumbul Motean, Klaces, Mangunjaya dan Sidamulya. (Purposive sampling) sedangkan respondennya diperoleh secara random. Untuk memperoleh data sekunder berasal dari sektor kesehatan serta instansi yang terkait dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif, sedangkan analisa yang dipakai adalah analisa isi (content analysis) dengan menggunakan analisa SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Treat) dari faktor internal maupun eksternal Hasil weighting dan scoring faktor-2 tersebut ternyata posisi organisasi Roll Back Malaria berada pada kuadran II (Weaknesses -- Opportunity) artinya bahwa RBM harus bekerja keras dalam mengatasi weaknesses untuk meraih opportunity (strategy turn - over) artinya setelah bisa mengatasi kelemahan kemudian memakai strengthening untuk meraih Opportunity. Strategic Issue yang timbul yaitu : adanya komitmen politis, keterpaduan kemitraan dalam menangani masalah lingkungan, pengetahuan dan sikap masyarakat yang positif tentang upaya Malaria Control Programme yang dijalankan. Grand Strategy yang akan dilaksanakan adalah : advocacy, capacity building, social empowerment/support, building linkage, professionalism, decentralization, technical — assistance dan monitoring/evaluation. Operational Strategy yang dijalankan adalah : advocacy, building linkages, capacity building, cross-notification/information, surveillance, dan Chloroquine resistance test. Kesimpulan dan penelitian tersebut adalah : adanya keterbatasan pada sektor kesehatan, respons positif dari Stake Holder, Stake Holder potensial adalah Dinas Perikanan, Pertanian, PMO dan YSBS. Saran-saran yang diberikan pada Pemerintah Kabupaten Cilacap adalah : agar dijadikan komitmen politis yang kuat, advocacy/social marketing, malaria awareness, penambahan 5 JMD barn serta reward system, pertemuan serta Money. Untuk sektor kesehatan adalah : capacity building, penyuluhan, cross-notification/ information system, Chloroquine Effication Test serta penelitian lain yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:13648
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:07 Jun 2010 13:45
Last Modified:07 Jun 2010 13:45

Repository Staff Only: item control page