TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENGURUSAN TRANSPORTASI (FREIGHT FORWARDER) TERHADAP KERUSAKAN BARANG DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN LAUT

NIITHAMAILAD, DANANG WAHYU (2001) TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENGURUSAN TRANSPORTASI (FREIGHT FORWARDER) TERHADAP KERUSAKAN BARANG DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN LAUT. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

This thesis is entitled "The Liability of Freight Forwarder toward The Damage of Goods in Agreement of Sea Transportation". The' methods use are normative juridical as well as sociological juridical. MeanWhile, library research and feelwork are also used in collecting data. In order to analyze the data, this thesis use method of description which is qualitative and method of description which is interpretative. Freight Forwarder plays a very big role in the egreement of transporting goods by sea, which is as a mediator between the shipper and and the company that transports goods by sea. Because of this role, the existence of Freight Forwarder also contribute a big favour in the process of exporting goods as well as importing. This also means that its existence accelerate commodity flow a country to another and vice versa. Someone who would like to send some goods to a different country can directly contact the Freight Forwarder. The Freight Forwarder will immediately does its job as soon as they receive order from the shipper, which are packing, loading, transporting to harbours, arranging for documents needed, etc. In the agreement with the shipper, The Freight Forwarder has the 3 (three) positions which are as a poWer controller, as a mediator and as a goods carrier, where each of these positions will forever adhere to the Freight Forwarder. Shipping instruction is the first document in the agreement between the shipper and the Freight Forwarder. That Shipping instruction in a kind of a proof that there's an agreement between the Freight Forwarder and the shipper. In addition to that the Freight Forwarder will not carry out any duty instructed by the shipper without any shipping instruction. The agreement does not exist any longer when the goods are already in the hand of the receiver. Also, in the agreement between the shipper and the Freight Forwarder, The Freight Forwarder must take a good care of the goods since the shipping time until the destina tion. The Freight Forwarder must be liable to any damage, and the Freight Forwarder must make up the losses by paying a compensation. tityr y Thesis ini mengambil judul "Tanggung Jawab Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) Terhadap Kerusakan Barang Dalam Perjanjian Pengangkutan Lam", dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan juga juridis sosiologis. Dalam mencari data, thesis ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif interpretati Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) meinpunyai kedudukan yang penting dalam perjanjian pengangkutan barang melalui laut, yaitu sebagai perantara atau penghubung antara pihak pengirim (shipper) dengan pihak perusahaan pengangkutan laut. Karena kedudukannya tersebut, maka keberadaan perusahaan jasa pengurusan transportasi akan dapat membantu proses ekspor impor, yang berarti pula akan dapat membantu memperlancar arus barang, balk dari dalam ke luar negeri maupun sebaliknya. Seseorang yang akan mengirirnkan barangnya ke luar negeri dapat menghubungi Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) untuk menguruskan proses pengiriman barangnya. Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) setelah mendapat order dari pihak pengirim segera akan melakukan tugasnya, yang meliputi antara lain pengepakan, pemuatan, pengangkutan ke pelabuhan, mengurus dokumen yang diperlukan dan sebagainya. Dalam perjanjiannya dengan pengirim barang, Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder), mempunyai 3 (tiga) kedudukan, yaitu sebagai pemegang kuasa, sebagai perantara dan sebagai pengangkut, dimana masing-masing akan selalu melekat pada diri Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder). Shipping instructon merupakan dokumen awal dalam perjanjian antara pengirim barang dengan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder). Shipping instruction tersebut merupakan bukti bagi pihak Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder), tentang adanya perjanjian. Disamping itu, tanpa ada shipping instruction dari pengirim barang, Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder), tidak mau melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pengirim barang. Perjanjian antara pengirim barang berakhir pada saat barang sudah diserahkan kepada penerima di tempat tujuan. Dalam perjanjian antara pengirim barang dengan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder), memberikan kewajiban kepada Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder), untuk menjaga barang agar tidak rusak sampai di tempat tujuan. Oleh karena itu Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarder) bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan barang. Tanggung jawab tersebut diujudkan dengan pemberian ganti kerugian kepada yang bersangkutan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13618
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:07 Jun 2010 12:01
Last Modified:07 Jun 2010 12:01

Repository Staff Only: item control page