PERKEMBANGAN KOAGULOPATI SEBAGAI INDIKATOR PROGNOSIS PADA CEDERA KEPALA DENGAN GAMBARAN CT SCAN DIFFUSE INJURY

Kamil, Muhammad (2008) PERKEMBANGAN KOAGULOPATI SEBAGAI INDIKATOR PROGNOSIS PADA CEDERA KEPALA DENGAN GAMBARAN CT SCAN DIFFUSE INJURY. Undergraduate thesis, Medical Faculty.

[img]
Preview
PDF
184Kb

Official URL: http://www.fk.undip.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Dalam pengelolaan penderita cedera kepala sedang dan berat dapat timbul penyulit atau komplikasi yang akan memperburuk prognosis. Koagulopati, merupakan salah satu penyulit ekstrakranial atau cedera sekunder pada penderita cedera kepala. Penderita cedera kepala dengan koagulopati memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan yang tanpa koagulopati. Oleh karena itu perubahan parameter koagulasi bisa menjadi indikator yang baik untuk mengetahui prognosis pada pasien dengan cedera kepala sedang dan berat Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara koagulopati dengan prognosis pada pasien dengan cedera kepala sedang dan berat. Metode: Penelitian dengan desain kohort ini dilakukan pada pasien cedera kepala berusia 14 - 65 tahun dengan skor GCS 5-13 dan dengan skor ISS <16, yang telah dilakukan pemeriksaan CT Scan dengan kesimpulan bacaan Diffuse injury di Instalasi Gawat Darurat dan di Bangsal A1 Bedah Saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang, selama periode April-Juni 2008. Pengambilan sample darah guna pemeriksaan PPT dan APTT dilakukan dua kali yaitu saat pasien tiba dan tiga hari setelah itu. Hasil: Dari keseluruhan pasien yang memenuhi kriteria inklusi (n = 22). Rerata usia adalah 32 tahun (kisaran 15 tahun hingga 64 tahun). Rerata rawat inap (LOS) adalah 8,5 hari. Koagulopati didapatkan pada 81% sampel saat mereka tiba di rumah sakit, dan pada 72% sampel pada 3 hari setelahnya. Koagulopati ini ditandai oleh adanya pemanjangan waktu PPT, tapi nilai APTT jarang sekali mengalami pemanjangan. Secara statistik dijumpai adanya perbedaan yang bermakna pada lama PPT pada hari pertama antara pasien cedera kepala tanpa perbaikan dengan yang ada perbaikan (p=0,05). Luas area dibawah kurva ROC PTT hari ke-1 adalah 0,76. Cut-off-point PTT hari 1 adalah 16 detik dengan sensitifitas 83,3% dan spesifitas 75,0% Kesimpulan: Lama PTT hari ke-1 dapat digunakan sebagai prediktor keluaran pasien dengan cedera kepala

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:cedera kepala, kerusakan sekunder otak, koagulopati
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:13609
Deposited By:Mr. Kedokteran Admin
Deposited On:07 Jun 2010 11:37
Last Modified:07 Jun 2010 11:37

Repository Staff Only: item control page