PENGARUH SUPLEMENTASI TEMPE SEBAGAI SUMBER PROTEIN TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN DAN BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI TAMAN ASUHAN ANAK YATIM DAN DHUAFA MIFTAHUL JANNAH, KOTA BOGOR

Yustiardi, Dani (2008) PENGARUH SUPLEMENTASI TEMPE SEBAGAI SUMBER PROTEIN TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN DAN BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI TAMAN ASUHAN ANAK YATIM DAN DHUAFA MIFTAHUL JANNAH, KOTA BOGOR. Undergraduate thesis, Medical Faculty.

[img]
Preview
PDF
193Kb

Official URL: http://www.fk.undip.ac.id

Abstract

Latar Belakang. Defisiensi nutrisi merupakan salah satu masalah utama yang mengancam kesehatan anak Indonesia. Survai Kesehatan Rumah Tangga 2001 menyebutkan bahwa prevalensi anemia kurang besi pada anak usia sekolah dasar mencapai 47%. Di sisi lain, pertumbuhan berat badan anak juga menghadapi masalah kekurangan asupan protein. Berbagai pendekatan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk di antaranya dengan memanfaatkan tempe sebagai suplemen dalam makanan anak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tempe memiliki kadar protein maupun kadar zat besi yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek suplementasi tempe terhadap kadar haemoglobin (Hb) dan berat badan anak, dengan melibatkan santri di lingkup Taman Asuhan Anak Yatim dan Dhuafa Miftahul Jannah, Kota Bogor sebagai populasi penelitian. Tujuan. (1). Mengamati pengaruh konsumsi tempe terhadap kadar Hb darah dan berat badan anak; dan (2). Mengamati ada tidaknya perbedaan kadar Hb darah dan berat badan anak yang mengkonsumsi tempe maupun yang tidak mengkonsumsi tempe. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan observasional dan dirancang mengikuti Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Sebanyak 16 santri yang telah lolos dari kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan kriteria drop out, dipilih kemudian dipisahkan secara acak menjadi 2 kelompok. Santri kelompok I diberikan perlakuan suplementasi tempe, sedangkan Kelompok II mendapat perlakuan nonsuplementasi. Perlakuan suplementasi tempe dilaksanakan dengan cara memberikan tempe (100 g tempe per hari) sebagai lauk utama pada ransum makanan anak, sedangkan perlakuan non-suplementasi dilakukan dengan cara memberikan ransum makanan tanpa tempe serta rendah daging. Protein nabati selain dari tempe dikontrol penggunaannya. Pemberian ransum makan dilakukan sebanyak 3 kali sehari, selama 10 hari berturut-turut. Jumlah tempe yang diberikan ditetapkan berdasarkan angka kebutuhan protein harian anak (41 g/hari) dengan memperhatikan kadar protein tempe (41,7% per 100 g tempe). Sebelum suplementasi, semua individu penelitian mendapat obat cacing (Combantrine) dalam dosis tunggal. Pengamatan kadar Hb (dengan Hemo-Cue, standard 11,7) dan berat badan anak (dengan timbangan digital terkalibrasi) dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Paired T-Test SPSS 13.0 for Windows pada nilai salah jenis I (α = 5%). Hasil. Pengukuran rata-rata kadar Hb darah menunjukkan bahwa sebelum perlakuan kedua kelompok mempunyai nilai tengah yang tidak berbeda nyata (p = 0,550). Perlakuan suplementasi tempe secara nyata mampu meningkatkan kadar Hb Kelompok I menjadi 13,03 g/dl atau meningkat 0,90 g/dl. Peningkatan kadar Hb yang signifikan tidak terjadi pada Kelompok II, meskipun secara nominal terjadi peningkatan sebesar 0,66 g/dl menjadi 12,46 g/dl. Peningkatan pada Kelompok I menunjukkan bahwa tempe adalah makanan yang efektif untuk meningkatkan kadar Hb. Analisis spektrofotometri mendapatkan bahwa tempe yang digunakan mengandung 160 ppm Fe. Suplementasi tempe juga mampu meningkatkan berat badan anak. Pada Kelompok I tercatat meningkat 0,69 kg, sedangkan rata-rata berat badan anak Kelompok II meningkat 0,28 kg. Peningkatan ini tergolong sangat nyata dibanding kondisi awal. Meskipun kedua perlakuan mampu meningkatkan berat badan anak, namun uji Independent Samples untuk kedua nilai tersebut membuktikan bahwa pemberian tempe lebih efektif. Kesimpulan. Prevalensi anemia pada anak usia sekolah dasar diperoleh sebesar 25% (berdasarkan pengukuran kadar Hb darah). Suplementasi tempe terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan pada perbaikan status kesehatan anak, yang dicirikan oleh adanya peningkatan kadar Hb darah maupun berat badan anak pada akhir perlakuan. Suplementasi tempe juga terbukti lebih efektif dibanding perlakuan nonsuplementasi tempe dalam meningkatkan berat badan anak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Tempe, Anemia, Kadar Haemoglobin, Berat Badan, Kesehatan, Anak
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:13522
Deposited By:Mr. Kedokteran Admin
Deposited On:07 Jun 2010 09:44
Last Modified:07 Jun 2010 09:44

Repository Staff Only: item control page