PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PENATAAN KAWASAN KAMPUNG MELAYU TANJUNG BUNTUNG KOTA BATAM

ASTUTI, PUDJI (2005) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PENATAAN KAWASAN KAMPUNG MELAYU TANJUNG BUNTUNG KOTA BATAM. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Area Management Plan of Kampung Melayu Tanjung Bunning, Batam City is still a lop down planning. The plan cannot be implemented yet because it has not involved the community participation in the plan-making process which caused lack of support from the community. Ideally, an area development process should involve every part of the community so that the implementation will be supported by the community and the development can be maximal. According to the situation, it is important to carry on a survey to identifi; the community perception on the area management plan policy of Kampung Melayu Tanjong Buntung in Batam City and to examine the factors which can motivate the community participation. The survey area was Kampung Melayu Tanjung Buntung of Bengkong Laut Village Batu Ampar Subdistrict in Batam City which was a slum fishermen area but also a potential tourism. In 2000, the Local Government had made an Area Management Plan for the kampong in order, to conserve its culture and tradition. The needed data in the survey were primary data and secondary data. The secondary data consist of the policy, the area management plan, and the community characteristic and profile of Kampung Melayu Tanjung Buntung based on the institutional survey. The primary data were the implementation of area management activities, community perception on area management plan, and the factors that influenced and motivated community participation in the area management. The primary data were based on the interview with a key person who was directly involved and understood the area management of Kampung Melayu Tanjung Buntung Batam City. The qualitative analysis was used in this research and carried on some steps i.e. collecting data, reduction process, presentation, and making conclusion/verification. The identification and the study concluded that based on the region space design plan (Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) of Batam City, Kampung Melayu Tanjung Buntung was allocated for housing area. Besides in the region space design plan (Rencana Tata Ruang Wilayalz/R7RW), the area management policy of Kampung Melayu Tanjung Buntung would be found in the region space design plan (Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) and Area Management Plan of Kampung Melayu Tanjung Buntung which regulated Area Space Design Plan and Community Participation Program. The research also identified the local community characteristics from the following aspects: age group, religion, education level, occupation, income, and social stratification. Based on the community perception, there were some suggested programs included land ownership clarification, income improvement, local potential tourism management, neighborhood infrastructures and facilities improvement and development. The research also studied on the factors that influenced and motivated the community involvement in area management in order to formulate a recommendation on Area Management of Kampung Melayu Tanjung Bunning. Rencana Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung, Kota Batam masih bersifat top down planning dan belum dapat diimplementasikan karena proses perencanaan penataan kawasan tersebut belum melibatkan persepsi dan partisipasi masyarakat.Pada hakekatnya proses penyusunan suatu kawasan yang baik melibatkan unsur- unsur masyarakat agar dalam imlementasinya akan mendapatkan dukungan dari masyarakat sehingga pembangunan akan dapat berjalan dengan maksimal Oleh karena itu perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kebijakan rencana penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung Kota Batam dan mengkaji faktor-faktor yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat. Lingkup wilayah penelitian adalah Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung Kelurahan Bengkong Laut Kecamatan Bath Anwar Kota Batam yang merupakan kampung nelayan kumuh, namun mempunyai potensi pariwisata yang belum dikembangkan.. Pemerintah Kota Batam pada Tahun 2000 telah melaksanakan penyusunan Rencana Penataan Kawasan di kampung ini dalam upaya untuk melestarikan adat istiadat dan budaya yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data sekunder berupa kebijakan dan rencana penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung serta karakteristik masyarakat Kampung Melayu Tanjung Buntung yang didapatkan dari survey instansional. Sedangkan data primer berupa: implementasi kegiatan penataan kawasan, persepsi masyarakat terhadap Rencana Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung serta faktor¬faktor yang mempengaruhi dan mendorong partisipasi masyarakat dalam Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung. Data primer diperoleh dan wawancara terhadap nara sumber yang merupakan tokoh kunci (key person) yang terlibat dan memahami mengenai penataan kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung Kota Batam. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Yang menggunakan beberapa tahapan setelah data terkumpul, yang meliputi tahapan reduksi data dan penyajian data sebelum dilakukan penanikan kesimpulan/verifikasi. Dan hasil identifikasi dan kajian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam, Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung dialokasikan untuk kawasan permukiman. Selain kebijakan ruang yang tertuang dalam RTRW Kota Batam. Kebijakan mengenai penataan kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung juga tertuang dalam Rencana Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung yang mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan dan Program Partisipasi Masyarakat. Dalam penelitian ini juga diidentifikasi karalcteristik masyarakat setempat dari aspek: kelompok usia, agama, tingkat pendidikan, mata pencaharian, tingkat pendapatan serta stratifikasi sosial. Sedangkan berdasarkan persepsi masyarakat, terdapat beberapa usulan program dari masyarakat berkaitan dengan Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung. Program-program tersebut antara lain adalah: pemberian kejelasan status kepemilikan tanah/lahan masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, pengelolaan potensi wisata rakayat, serta pembangunan dan peningkatan sarana-prasarana lingkungan. Dalam penelitian ini juga dikaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan mendorong pelibatan masyarakat dalam penataan kawasan, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi yang berkaitan dengan Penataan Kawasan Kampung Melayu Tanjung Buntung.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:13467
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:04 Jun 2010 10:59
Last Modified:04 Jun 2010 10:59

Repository Staff Only: item control page