FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS MANAJEMEN LALU LINTAS DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI (Studi Kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali Pada Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas)

Hendrawan, Gede Putra (2003) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS MANAJEMEN LALU LINTAS DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI (Studi Kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali Pada Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3603Kb

Abstract

This thesis is entitled "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Manajemen Lalu Lintas dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Badung Propinsi Bali (Case Study at Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali in Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas). This research aimed to know how significant is the influence of work ability, clearance in role, and leadership style to service quality of Dinas Perhubungan at Kabupaten Badung in Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas either partially or collectively. Variables, which were examined: service quality variable (Y), work ability variable (X1), clearance in personal role (X2), leadership style variable (X3). The hypothesis of this research was there is a positive and significant correlation between work ability, clearance in role, leadership style, to quality of service, both in major and minor. The model was estimated by simple and multi correlation some examinations were done e.g. partial significant test multi significant test, and determination coefficient test. The result of the analysis showed that: the quality of service of Dinas Perhubungan at Kabupaten Badung in Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas was not good enough (40,0 %), work ability was low (31,4 %), role clearance was supporting (40,0 %), and leadership style was not quite good (40,0 %). The correlation between work ability and quality of service showed that. the correlation coefficient was 0,364 and significant 0,047 < 0,05 on the level significance 5 %. The coefficient point was (0,364)2 100 = 13,25 or had impact 13,25 %. It meant that rill hypothesis was able to accept. The relationship between role clearance and of service showed that the correlation coefficient was 0,359 and significant 0,047 < 0,05 on the level of significance 5 %. The point of coefficient was (0,359)2 100 — 12,9 or had impact 12,9%. It meant that rill hypothesis was able to accept. The correlation between leadership style and quality of service was that the correlation coefficient was 0,369 and significant 0,044 < 0,05 on the level significance 5 %. The coefficient point was (0,369)2 100 = 13,61 or had impact 13,61 %. It meant that rill hypothesis was able to accept. The positive correlationbetween work ability, role clearance and leadership style to the quality of service of Dinas Perhubungan at Kabupaten Badung in Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas had correlation as big as 0,216 and point X2 account > X2 table 21,723 > 7,815, it meant that there was a positive correlation between work ability, role clearance, and leadership style to service quality in of Dinas Perhubungan at Kabupaten Badung in Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas, So that rill hypothesis was accept. Tesis ini berjudul Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas manajemen lalu lintas dalam pelayanan publik di Kabupaten Badung Propinsi Bali (studi kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali pada Sub Seksi Manajemen Lalu Lintas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kemampuan kerja, kejelasan peran, dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan manajemen lalu lintas baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Variabel yang diamati : Variabel Kualitas Pelayanan (Y), Variabel Kemampuan Kerja (X1), Variabel Kejelasan Peran (X2) dan Variabel Gaya Kepemimpinan (X3). Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif dan signifikan antara kemampuan kerja, kejelasan peran dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan, baik minor maupun mayor. Model diestimasi dengan korelasi sederhana dan berganda dengan melakukan beberapa pengujian antara lain uji signifikan parsial, berganda dan uji koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ; kualitas pelayanan manajemen lalu lintas adalah kurang baik (40,0 %), kemampuan kerj a rendah (31,4 %), kejelasan peran mendukung (40,0 %) dan gaya kepemimpinan kurang baik (40,0 %). Hubungan kemampuan kerja dengan kualitas pelayanan manajemen lalu lintas menunjukkan bahwa koefisien sebesar 0,364 dan signifikan 0,047 < 0,05 pada tingkat signifikansi 5 %. Nilai koefisiennya (0,364)2 100 = 13,25 atau mempunyai pengaruh 13,25 %. Hal ini berarti hipotesis diterima. Hubungan kejelasan peran dengan kualitas pelayanan manajemen lalu lintas menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,359 dan signifikan 0,047 < 0,05 pada tingkat signifikansi 5 %. Nilai koefisiennya (0,359)2 100 = 12,9 atau mempunyai pengaruh 12,9 %. Hal ini berarti hipotesis dapat diterima. Hubungan gaya kepemimpinan dengan kualitas' pelayanan manajemen lalu lintas menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,369 dan signifikan 0,044 < 0,05 pada tingkat signifikansi 5 %. Nilai koefisiennya (0,369)2 100 = 13,61 atau mempunyai pengaruh 13,61 %. Hal ini berarti hipotesis dapat diterima. Hubungan positif kemampuan kerja, kejelasanperan dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan manajemen lalu lintas di Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali memiliki korelasi sebesar 0,216 dan nilai X2 hitung > X2 tabel 21,723 > 7,815. Ini berarti ada hubungan positif kemampuan kerja, kejelasan peran dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan manajemen lalu lintas di Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Propinsi Bali, sehingga hipotesis diterima.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13386
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:04 Jun 2010 09:32
Last Modified:04 Jun 2010 09:32

Repository Staff Only: item control page