PEMBUNUHAN DALAM KASUS TANAH DAN WANITA DI ADONARA FLORES : SUATU STUDI BUDAYA HUKUM

MEDAN, KAROLUS KOPONG (1997) PEMBUNUHAN DALAM KASUS TANAH DAN WANITA DI ADONARA FLORES : SUATU STUDI BUDAYA HUKUM. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Mb

Abstract

Realitas menunjukan bahwa sekelompok masyarakat penghuni pula Adonara yang terletak di ujung timur pulau Flores Propinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki salah satu keunikan budaya dalam menyelesaikan sengketa yang dihadapi. Mereka menanggapi setiap sengketa-terutama mengenai tanah dan wanaita-dengan jalan -adu leperkasaan-atau pembunuhan: Realitas seperti itu hingga kini masih tetap ada, sekalipun dinamika perubahan sosial yang demikian cepat sudah tidak mungkin dihindarkan lagi. Sangat ironis memang, apabila kenyataan ini dihubungkan dengan hadirnya berbagai lembaga dan pranata sosial (modern) yang secara langsung maupun tidak langsung berusaha membendung budaya kekerasan di Adonara. Budaya orang Adonara seperti itulah yang membuat para peneliti dari barat menganaIogikan pulau ini dengan "pulau pembunubs% Meskipun ada semacam "label penjahat¬yang diberikan oleh para peneliti barat terhadap orang Adonara, namun dalam karya-karya mereka tentang Adonara, tidak sedikitpun mereka mencari tahu logika di balik pembunuhan itu. Mereka hanya mendeskripsikan apa yang tampak di permukaannya saja. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengungkapkan apa yang tersembunyi di balik perilaku orang Adonara yang keras dan sutra membunuh itu. Dengan menggunakan kerangka analisis budaya, penulis berupaya memahami perilaku orang Adonara dengan care. memahami "dunia konseptual" mereka. Dunia konseptual dimaksud adalah nilai-nilai, konsep-konsep atau gagasan-gagasan yang melatarbelakangi pola pikir orang Adonara dalam memandang hidup dan dunianya. Dengan demikian ada dugaan kuat bahwa setiap tindakan orang Adonara-termasuk dalam melakukan pembunuhan-selalu berorientasi pada nilai-nilai atau konsep-konsep tertentu. Institusi yang dipandang tepat untuk memahami sistem nilai yang melatarbelakangi pola pikir orang Adonara dalam melakukan pembunuhan adalah "sistem religi-, yakni sesuatu yang memberikan makna hidup yang paling tinggi dan menentukan bagaimana orang Adonara dalam memandang dirinya dan kehidupannya_ Sistem religi tersebut mencakup lvitos-mitos- yang dipercayainya, "ritus-ritus" yang dirayakannya, dan "etika" yang ditaatinya_ Melalui ketiga sumber nilai itu dapat ditelusuri "dunia Avnseptual" yang menjadi pedoman bagi orang Adonara dalam melakakan pembunuhan sebagai suatu pilihan budaya. Namun demikian untuk kepentingan penelitian ini cukuplah ditelusuri melalui ritus-ritus pembunuhan yang dilakukan oleh orang Adonara. Melalui penelusuran terhadap ritus-ritus pembunuhan yang dilakukan oleh orang Adonara akan tampak suatu sistem ritual yang terdiri dari beberapa fase perayaan. Sistem ritual pembunuhan yang boleh dipandang sebagai "drama ritual pembunuhan- itu terdiri dari : fase pra-pembunuhan (ritus mula eken peri wato, Gahin koda, dan ritus bale nuren), fase pelaksanaan pembunuhan (ritus beliwane pana dan ritus oron unit), fase pra-perdamaian (ritus odo mei/getun dan ritus bito batan-hoe bake), dan fase perdamaian (ritus mela sareka/hodi limat). Apabila kawasan ritual pembunuhan dicermati lebih jauh dengan menganalisa simbol-simbol budaya yang dipakai oleh orang Adonara, maka akan tampak nilai-nilai penting yang ingin diwujudkan dalam kehidupan sosial mereka. Nilai-nilai penting itu antara lain : (1) nilai pembuktian kebenaran dan keadilan, yang dapat ditelusuri melalui ritus 'mula eken-perl wato- dan "gahin koda-, dan "bale nuren"; (2) Nilai keperkasaan atau keberanian yang dapat diamati dalam ritus "beliwane pans" dan "oron urit"; (3) nilai perekat. solidaritas kelompok yang dapat diamati dalam ritus "gahin koda"; (4) nilai kontemplasi atau perenungan yang dapat ditemukan dengan menganalisis ritus -odo mei-; (5) nilai perdamaian atau rekonsiliasi dalam ritus -both limat- atau 'mela-sareka-. Temuan ini akan membawa kita kepada suatu kesimpulan bahwa secara fungsional pembunuhan yang dilakukan oleh orang Adonara berfungsi untuk mewujudkan nilai-nilai penting dalam kehidupan sosial. Dengan demikian temuan ini mau menunjukan bahwa secara teoritis pembunuhan di Adonara sebagai fenomena budaya yang selalu berorientasi pada pemuasan suatu rangkaian kebutuhan orang Adonara dalam kehidupan sosialnnya Apabila drama ritual pembunuhan di Adonara dipahami sebagai suatu proses untuk mengakhiri sengketa, maka dengan demikian semua ritus pembunuhan yang dilakukan oleh orang Adonara merupakan suatu kesatuan yang berproses dari satu tahap ke tahap berikutnya hingga sampai kepada suatu situasi di mana terwujudnya perdamaian bagi para pihak yang bersengketa. Drama ritual pembunuhan yang dilakukan oleh orang Adonara selalu bertolak dari kehidupan sosial yang penuh dengan krisis atau konflik, terutama mengenai tanah dan wanita. Situasi sosial dengan penuh konflik itu kemudian berangsur-angsur memuncak hingga terjadilah adu keperkasaan di antara para pihak untuk membuktikan siapa yang berada di pihak yang benar dan salah. Pembunuhan yang terjadi merupakan perwujudan semangat keperkasaan untuk membela kebenaran dan keadilan. Situasi pada saat itu merupakan puncak ketegangan dan biasanya pada saat-saat seperti ini ikatan solidaritas masing-masing kelompok semakin kuat. Setelah itu masing-masing pihak yang bersengketa mulai memasuki situasi yang lain yaitu "titik balik konflik". Masing-masing pihak dipisahkan untuk merenungi tingkah lakunya selama masa konflik. Masa kontemplasi yang dilalui itu dimaksudkan untuk mempersiapkan diri menuju suasana sosial barn yang penuh damai. Namur situasi itu tetap berkembang terus mengikuti prinsip dialektika. Pemahaman yang demikian membawa kita kepada kesimpulan interpretatif dalam rangka pengembangan teori Liminalitas sebagai berikut, drama ritual pembunuhan di Adonara memperhadapkan para pihak untuk menemukan nilai kebenaran dan keadilan; konflik atau krisis hidup; mengatasi perpecahan dan membangun solidaritas, mendamaikan dan memberikan mitivasi baru kepada para pihak untuk hidup dalam suasana baru.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > KZ Law of Nations
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13329
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Jun 2010 21:52
Last Modified:03 Jun 2010 21:52

Repository Staff Only: item control page