BUDAYA HUKUM DAN PEMBERDAYAAN KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTIONSEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN PELAKU USAHA

Suraji, Suraji (2001) BUDAYA HUKUM DAN PEMBERDAYAAN KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTIONSEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN PELAKU USAHA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Penyelesaian sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha sering dilakulcan di luar pengadilan dengan menggtmalcan alternative dispute resolution (ADR) karena sikap, persepsi dan perilaku pelaku usaha berbeda dengan budaya hula= konsumen. Untuk mengetahui pemilihan ADR tersebut perlu dicari informasi dari informan kunci dan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif (interactive model ofanalysis). Temuan penelitian mentmjuldcan bthwa kedua belah pihak menerima solusi yang Baling menguntungkan (win-win solution), dan pilihan penyelesaian sengketa altematif merupakan budaya hulcum masyarakat. Juga diketemulcannya upaya-upaya pemberdayaan konsumen yang tidal( berdaya ketika berhadapan dengan pelaku usaha agm- posisinya seimbang dengan posisi pelaku u,aha, dan adanya pembahan sikap, tindakan dan perilalut pelaku usaha. Praktek ADR meng,gunalcan model campuran antara mediasi dan negosiasi yang berjalan terintegrasi bersama-sama karena adanya keuntungan-keuntungan tertentu, sehingga dalam penyelesaian sengketa ini diharapkan konsumen ilcut bexpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Analisis yang diajukan adalah banyalmya faktor-faktor yang mempengaruhi posisi konsumen, misalnya lcurangnya keadilan, terdapatnya kemiskinan dan posisi tawar yang rendah dari konsumen, sehingga sangat diperlukan jasa mediator dalam ranglca meninglcatkan posisi tawar konsumen. Kesimpulannya oleh karena pelaku usaha itu berada di pihak yang lung, maka masih amat kental berlakunya paradigma kek-uasaan atau sentralisasi dan alcibatawakeadilan menjadi terkebiri. The dispotion of a dispute between a consumer and an entrepreneur is always done outside of the court by using alternative dispute resolution (ADR) because the attitude, perception and entrepreur's behaviour are different with culture of consumer's law. To know the selection of ADR it is necessary to look for informations of key informan and will be analyzed in qualitative way with interactive model of analysis. The result of the research shows that both of disputes receive an advantage solution (win-win solution) and the choice of dispute alternative resolution are the culture of society law. It was also found the efforts of making efficient use of powerless consumer when they face to the entrepreneur in order to make a balance position with entrepreneur's position and alternation of attitude, action and entrepreneur's behaviour. ADR practices used a mix model between mediation and negotiation are integrated simultaneously because of certains profits, so in finishing this dispute it is hoped that consumer will participate in taking the decision. Based on the proposed analysis there are many factors influencing the consumer's position, such as the lack of justice, poverty and the low position for consumer's bargaining, so it is needed a mediator's service in raising the consumer's bargaining. It can be concluded that an entrepreneur in a powerful side, so the authority paradigm or centralisation still occurs consistencly and the result is emusculated of justice's rights.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13323
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 21:26
Last Modified:03 Jun 2010 21:26

Repository Staff Only: item control page