PERANAN FAKTOR KEPERCAYAAN DALAM TRANSAKSI BISNIS DI KALANGAN PENGUSAHA TRADISIONAL

Nur Islami, Muhammad (2000) PERANAN FAKTOR KEPERCAYAAN DALAM TRANSAKSI BISNIS DI KALANGAN PENGUSAHA TRADISIONAL. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Permian sektor perdagangan luar negeri khususnya ekspor, membawa pengatuh pesatnya patumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan dan pembangunan nasional Sejalan dengan hal tersebut, dip erlukan perangkat-perangkat hukum yang b ertujuan untuk membetikan p erlindungan hukum sekaligus memperlancar terjadinya transaksi bisnis. Dibuatnya Sale's Contract dan dipergunakannya L/C sebagai sarana p emb ayaran yang paling aman b agi pam pelaku bisnis sesuai dengan tujuan tersebut di atas. Dalam kenyataan selalu terdapat perbedaan antara hukum tettulis clan hukum dalam praktek di masyarakat. Pam ahli sosiolo gi selalu berusaha agar bagaimana kenyataan yang terjadi itu dapat mendekati situasi yang ideal. Di kalangan pengusaha tradisional Kotagede dan seltitarnya, transaksi ekspor imp or tidak selamanya didasarkan pada suatu perjanjan formal, dengan beb crap a klausul yang sangat tem erinci dan mengthat Pam pengusaha lebih mengutamakan "kep ercayaan" dan menganggap bahwa pembuatan perjanjan formal dap at mengganggu hubungan dagang diantara mereka. Dapat disimpulkan bahwa transaksi lebdr menitikberatkan pada terjadinya proses "Pertukaran Sosial" darip ada "Pertukaran Ekonomi". Dalam pertukaran sosial pare pihak lebih memikitkan ap a yang hams diakukan untuk memb alas keb athan o rang lain dam' ad a sekedar memikirkan keunttmgan sep ern dalam "Pertukaran Ekonomi". sampai terjadi sengketa, maka p am pihak b erusaha menempuh can penyelesaian yang tab& yaitu dengan can musyawarabinego siasi atau dengan jalan mediasi Hal yang p erlu mendap atkan p erhatian adalah peningkatan sumber daya manusia, khususnya pengusaha tradisional. Jug a p erlu ditingkatkan kedasama yang harmonis antara pengusaha, pemerintah, dan organisasi-organisasi pengusaha balk di tingkat nasional maupun di forum intemasional, sehingga dapat menciptakan ildim yang kondusif b agi p eningkatan ekspo r ini di kemudian hari. The role of Counter Trade, especially export, can proceed the growth of economic that it has been aim of national development In conecction with that, it needs some regulations to give law protection all at once to speed the process of business transaction. The formation of Sale's Contract and the use of Letter of Credit (L/C) as one of payment methods are appropriate with the aim. In fact, typically a gap is shown between law in action and law in theory. Often the sociologist then goes on to suggest how the reality might be brought closer to the ideal. In traditional tradesman circles in Kotagede and roundabout, export-import transaction is not always based on formal agreement with some specified clauses and bind. The tradesman emphasized on belief and consider that the making of formal agreement can disturb business relationship among them. The conclusion is, that transaction tend to be a "social exchange" rather than an "economic exchange' In social exchange people think about what can they do for the goodness from the others, rather than thinking about an advantage like in economic exchange. When a business dispute happened, the disputant try to settle it with the best way, that is :"negotiation" or"mediation". The important thing that need an attention is how to develop tradesman, especially traditional tradesman. The government need to increase the harmonious cooperation among tradesman, government and some tradesman organizations both in national or in international forum, so it can be created the conducive situation to increase export in the future.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13309
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 20:25
Last Modified:07 Aug 2010 11:15

Repository Staff Only: item control page