PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP PADA INDUSTRI TENUN IKAT DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA

WASIYANTO, WASIYANTO (2004) PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP PADA INDUSTRI TENUN IKAT DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3587Kb

Abstract

Research on environment pollution control on string woven cloth industry in Troso Village Pecangaan Jepara regency has been done with purpose to get, describing about the factors which cause the craftsmen do not do, the management of their waste industry. It's to know how far the involvement of the people in the making process of water waste processor installation (PAL) for Troso woven cloth industry and also to know paced things so that. The installation which has been built is not useful. The research use qualitative descriptive method with research focus on the policy implementation of environment pollution control and citizen participation in the policy implementation of environment pollution control. The instrument of research is researcher himself. The result indicates that the implementation on woven cloth industry in Troso village doesn't work well caused there not more operational rule conversion get either in territory regulation or regent decision, with the purpose in order the target of the policy become more clearly, and less the commitment and ability of implementer apparatus. While the participation of citizen in controlling environment pollution based on the result indicate. Similar result that is found kind of unwillingness feeling to discuss about problem the problem of their waste industrial processing. The more craftsmen quantity who throw their industrial waste in the public drain they know if that can pollute the environment. It's because there is market competition, expensive cost in making IPAL and also complicated procedure in the management of waste through IPAL. The causal factors why the installation which has been built is not use are because the development project of IPAL characterized top down so the citizen feel uninvolved, the participation strategy has efficiency characteristic not usefulness and the participation of approach has passive characteristic by socialisation is still less and also the in the building itself because can't function well in try out time. Penelitian mengenai Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup pada Industri Tenun Ikat di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai factor-faktor yang menyebabkan perajin tenun ikat di desa Troso tidak melakukan pengelolaan limbah industrinya dan untuk mengetahui sampai sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) untuk industri tenun Troso serta untuk mengetahui hal-hal yang dihadapi sehingga Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) yang telah dibangun tidak dimanfaatkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan focus penelitian mengenai implementasi kebijaksanaan pengendalian pencemaran lingkungan hidup dan partisipasi masyarakat dalam implementasi kebijaksanaan pengendalian pencemaran lingkungan hidup serta sebagai instrument penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi implementasi kebijaksanaan pengendalian pencemaran lingkungan hidup tidak berhasil dengan balk disebabkan oleh karena belum adanya penjabaran aturan yang lebih oprasional baik dalam bentuk Peraturan Daerah maupun Keputusan Bupati dengan tujuan agar sasaran dari kebijaksanaan menjadi lebih jelas, serta kurangnya komitmen dan kemampuan dari aparat pelaksana, sedangkan mengenai partisipasi warga masyarakat dalam pengendalian pencemaran lingkungan hidup berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan hasil yang serupa yakni dengan ditemukannya semacam rasa keengganan untuk berdiskusi mengenai masalah pengelolaan limbah industrinya, banyaknya perajin yang membuang limbah industrinya kesaluran umum meskipun tahu kalau mencemari lingkungan hidup sebagai akibat dari kerasnya persaingan pasar, mahalnya biaya pembuatan IPAL serta rumitnya prosedur pengelolaan lirnbah melalui IPAL. Adapun hal-hal yang menyebabkan tidak dimanfaatkannya Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) yang telah dibangun adalah karena proyek pembangunan IPAL bersifat top down sehingga masyarakat merasa tidak dilibatkan, strategi partisipasinya bersifat efisiensi bukan pemberdayaan dan pendekatan partisipasinya bersifat pasif melalui sosialisasi yang sebenarnya juga dirasakan masih kurang serta kegagalan didalam pembangunannya sendiri karena tidak dapat berfungsi dengan balk pada waktu dilakukan uji coba.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:13275
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 15:25
Last Modified:03 Jun 2010 15:25

Repository Staff Only: item control page