STATUS / KEDUDUKAN BARANG JAMINAN DI PERM PEGADAIAN ( ANALISIS DARI ASPEK HUKUM DAN EKONOMI ) Studi di Kotamadya Mataram

ARIFIN, ZAENAL (1997) STATUS / KEDUDUKAN BARANG JAMINAN DI PERM PEGADAIAN ( ANALISIS DARI ASPEK HUKUM DAN EKONOMI ) Studi di Kotamadya Mataram. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3974Kb

Abstract

Tesis ini berjudul "STATUS / KEDUDUKAN BARANG JAMINAN DI PERUM PEGADAIAN (Analisis dari Aspek Hukum dan Ekonomi) Studi di Kotamadya Mataram", mengkaji tentang keberadaan Perum Pegadaian sebagai satu-satunya lembaga keuangan yang berfungsi sebagai pemasok dana bagi kegiatan perekonomian masyarakat kecil yang operasionalnya berlandaskan pada hukum gadai. Dua permasalahan pokok.yang dikemukakan adalah aspek apa saja yang menyebabkan terjadinya pergeseran jenis barang jaminan di Perum Pegadaian dan tanggung jawab Perum Pegadaian terhadap barang jaminan sesuai dengan jenisnya. Terjadinya pergeseran jenis barang jaminan di Perum Pegadaian sangat terasa pada saat pegadaian berubah bentuk menjadi Perum. Kalau dulu sebelum pegadaian berubah bentuk menjadi Perum (semasa berbentuk Perjan) atau sebelum tahun 1990, jenis dan kualitas barang jaminan lebih banyak berupa barang-barang / alat-alat rumah tangga, seperti dandang penanak nasi, barang-barang pecah belah, kain-kain sarung, jarik, kain panjang, dan lain-lain atau oleh Perum Pegadaian diklasifikasikan ke dalam bentuk/jenis barang gudang. Tetapi sejak tahun 1990 sampai sekarang atau setelah pegadaian berbentuk Perum, jenis dan kualitas dari barang jaminan berangsur-angsur mengalami perubahan menjadi barang-barang yang diklasifikasikan ke dalam barang kantong seperti emas lantakan, emas perhiasan (kalung, gelang, giwang, cincin), permata, intan, berlian, dan lain-lain, dan barang-barang gudang seperti barang-barang elektronika berupa televisi, radio, tape, video, komputer, sepeda pancal, sepeda motor, dan mobil. Demikian pula dengan golongan pinjaman lebih banyak didominasi oleh pinjaman golongan B, C, dan D yang besarnya antara Rp. 40.500,- sampai dengan Rp. 2.500.000,-. Dan bahkan uang pinjaman untuk golongan D bisa diberikan sampai dengan Rp. 20.000.000,-. Hal ini disebabkan karena makin membaiknya tingkat ekonomi masyarakat serta pendapatan per kapita masyarakat kotamadya Mataram yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tanggung jawab Perum Pegadaian terhadap barang jaminan sesuai dengan jenisnya dilakukan apabila terjadi kerusakan barang jaminan karena kebakaran, atau sebab-sebab lain yang terletak dalam batas kewajiban menjaga dari Pejabat pegadaian, atau barang jaminan hilang, maka menjadi tanggung jawab Perum Pegadaian. Untuk itu Perum Pegadaian mempunyai kewajiban atas penanganan barang jaminan dengan cara mengasuransikan barang jaminan pada PT Jasindo yang preminya dibebankan kepada nasabah. Sedangkan pemeliharaan barang jaminan dilakukan dengan cara meyimpan barang jaminan di tempat yang khusus sesuai dengan jenisnya. Dalam tesis ini terdapat temuan bahwa para nasabah Perum Pegadaian yang ada di kotamadya Mataram umumnya merasa puas dengan pelayanan Perum Pegadaian, demikian pula dengan pengembalian barang jaminan setelah ditebus. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya tarif biaya perawatan dan asuransi yang dibebankan kepada nasabah, Perum Pegadaian telah memelihara dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab terhadap barang jaminan sesuai dengan jenisnya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:13272
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Jun 2010 15:21
Last Modified:03 Jun 2010 15:21

Repository Staff Only: item control page