ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DAN GEOMETRI JALAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG

SYAIFUL, SYAIFUL (2005) ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DAN GEOMETRI JALAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Semarang is capital Control Java Province which its fast development makes transportation and trading activities grown up. This will influence transportation perform, such as increasing of speed sound pollution level and vehicles volume. Based on the statement above the purpose of this study is to analysis the relationship between back ground noise level and traffic as well as speed, traffic volume, and road geometry in Simpang Lima area Semarang. Knowing the level of public user dependence related to the allowance ground level standard a long the regulation of environtmental management of Semarang. Each point of observation has distance 0.00 m, 5.00 m, 7.00 m, 9.00 m, 13 m and the farest from the building wall side was 56.35 m on the wall of Baiturrahman Mosque, from the Ciputra Hotel 29.50 m, from the wall of Matahari Dept. Store 27.30 m, from the wall of Courts Electronic Store 28.35 m, and 59 50 m from the wall of SMK Negeri 7/ STM Pembangunan Semarang. At each observation point, the researcher carried out data collecting, i.e survey data of number of vehicle, motor cycle, public transportation, cargo transportation, and measuring noise level of sound, and calculating vehicle speed passed though the observation point. Further deeper observation the relationship between the distance and the noise generated by traffics, show that : Y = 70.90 — 0.189x. It means that at the distance of 60.00 m the noise level is 59.56 dBA. Land utility purpose in Simpang Lima area is already fit, it is proved by the distance of SMK Negeri 7/STM Pembangunan location to the highway has appropriate to the regulation of Semarang government, i.e. 60.00 m from the highway. It is recommended to do further research with the distance > 20.00 m in order to improve the result. It is needed to include wind speed, in the analysis so that the back ground noise generated bay vvind can be detected. Kota Semarang merupakan Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah dengan perkembangan kota semakin pesat yang menjadikan aktifitas transportasi maupun perdagangan berkembang. Hal ini juga akan mempengaruhi performansi transportasi seperti terjadinya kecepatan, bertambahnya tingkat polusi suara dan volume kendaraan semakin tinggi. Dari permasalahan diatas tujuan dari penelitian ini untulc menganalisis hubungan antara tingkat kebisingan yang ditimbulkan arus lalu lintas dengan kecepatan maupun volume kendaraan bermotor dan geometri jalan di kawasan Simpang Lima kota Semarang. Mengetahui tinglcat ketergangguan pengguna fasilitas umum dikaitkan dengan standar tingkat kebisingan yang dibolehkan sesuai pemturan pengelolaan lingkungan hidup kota Semarang. Setiap titik pengamatan masing-masing berjarak 0,00 m, 5,00 m, 7,00 m, 9,00 m dan 13,00 m sena jarak terjauh pada sisi tembok bangunan yaitu 56,35 m pada dinding Masjid Baiturrahman, 29,50 m dari dinding Hotel Ciputra, 27,30 m dari dinding Matahari Supermarket, 28,35 m dari dinding Toko Elektronilc Courts dan 59,50 m dari dinding SA/fiK Negeri 7/STM Pembangunan Semarang. Setiap titik penamatan dilakukan pengumpulan data survei jumlah kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil penumpang umum dan barang, mengulcur tingkat kebisingan suara serta menghitung kecepatan kendaraan yang melewati titik pengamatan. Jika ditelaah lebih lanjut bahwa hubungan antara jarak dan sumber kebisingan yang ditimbulkan arus lalu lintas kendaraan bennotor adalah : Y = 70,90 — 0,189 x artinya dengan jarak 60,00 m tingkat kebisingan sebesar 59,56 dBA. Peruntukan tata guna lahan di kawasan Simpang Lima sudah sesuai, ha1 ini terbukti dengan jarak lokasi sekolah SMK Negeri 7/STM Pembangtman dengan jalan raya sudah memenuhi syarat, dengan jarak yang diperbolehIcan oleh Pemerintah Kota Semarang sebesar 60,00 m dari jalan raya. Dari basil analisa diatas bahwa dengan adanya back ground noise diperlukan penelitian lanjutan dengan pengambilan sampel lebih dari 20,00 m, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Diperlukan juga pengukuran kecepatan angin sehingga keakuratan data kebisingan yang disebabkan oleh kecepatan angin dapat terdeteksi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:13253
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Jun 2010 14:53
Last Modified:03 Jun 2010 14:53

Repository Staff Only: item control page