PENGARUH PEMBERIAN TINGKAT ENERGI DAN PENAMBAHAN L1SIN DALAM RANSUM MENGGUNAKAN UBIKAYU FERMENTASI TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PEDAGING

HUTAPEA, PARTOGI MULIA HARATUA (2003) PENGARUH PEMBERIAN TINGKAT ENERGI DAN PENAMBAHAN L1SIN DALAM RANSUM MENGGUNAKAN UBIKAYU FERMENTASI TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PEDAGING. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1724Kb

Abstract

The research was aimed to determine energy level and lysine supplementation in diet used fermented cassava on production performance of broilers. Feeding trials, conducted at Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang from July, 3' to August, 14', 2003. In this research used one hundred and fifty chick strain Arbor Acres CP 707 produced by P.T. Charoen Pokphand Jaya Farm. Started at four day old chick with initial body weight 82,03 ± 9,35 g. Open house system with litter and divided into thirty cages size 1 x 1 m each cages contain five chicks. Used Factorial Completely Randomized Design with two factor, first is three level metabolic energy contents in diet 2800; 3000; 3200 (Kcal/kg) and second factor lysine addition in diet 0 and 0 3 %. Six combinations of treatment with 5 replication. Observed parameters in this experiment is feed consumption, daily body weight gains, feed conversion ratio, carcass percentage, apparent digestibility of protein and protein efficiency ratio and rate of digestion. Duncan Multiple Range Test used to looking for significantly between treatments. The results showed that treatments significantly effect for feed consumption, daily body weight gain, feed conversion ratio and protein efficiency ratio (P<0.05) and. Best result will showed of addition lysine 0,3 %. Average of feed consumption consecutively : 70,52; 66,74; 75,30; 66,64; 74,54; 67,95 and body weight gain . 32,03; 35,28; 33,72; 38,12; 35,33; 39,25 (g/individu/ day); feed conversion ratio: 2,20; 1,89; 2,24; 1,75; 2,11; 1,73 and protein efficiency ratio : 2,88; 3,40; 2,92; 3,60; 3,02; 3,68. Interaction between energy level and lysine addition result non significantly (P<0.05). Treatment showed non significant result (P>0,05) in carcass percentage, apparent digestibility of protein and rate of digestion . Result from this research can be concluded that energy level and lysine addition in ration using cassava fermented will effecting performance of broilers. For best result performance using cassava fermented in diet with energy level above 3000 kcal/kg with lysine addition 0,3 %. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh energi dan lisin pada ransum menggunakan ubikayu terhadap penampilan produksi ayam pedaging, dimulai dari tanggal 3 Juli sampai 14 Agustus 2002 di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Energi mempengaruhi konsumsi ransum dan lisin sering menjadi asam amino pembatas dalam ransum untuk mendukung penampilan produksi ayarz. pedaging. Ubikayu mempunyai kelemahan palabitas, protein dan asam amino yang rendah.Ubikayu difermentasi dengan inokulum ragi tempe untuk memperbaiki kelemahan ubikayu untuk digunakan sebagai bahan ransum yang mempengaruhi penampilan produksi ayam pedaging. Penelitian menggunakan 150 ekor ayam pedaging strain Arbor Acres (CP 707) produksi PT Charoen Pokphand Jaya Farm. Perlakuan diberikan urnur 4 hari, bobot badan awal 82.03 ± 9.35 g. Kandang pemeliharaan sistem terbuka dengan alas litter sekam. Unit percobaan 30 kotak kandang 1 x 1 m berisi 5 ekor ayam, dilengkapi pemanas, tempat makanan dan tempat minum dan penerangan. Rancangan Acak Lengkap pola Falctorial 2x3 dengan ulangan 5 kali. Faktor pertama adalah tingkat energi metabolis ransum 3 taraf : 2800 (E0), 3000 (El), 3200 (E2) kkaMcg. dan penambahan lisin 2 taraf : 0 (L1) dan 0,3 % (L2) ada enam kombinasi. Parameter yang diamati konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas, protein efisiensi rasio, kecernaan protein dan laju digesti. Perlakuan yang berbeda nyata dilihat dengan Uji Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan rasio efisiensi protein. Pengaruh interaksi antara tingkat energi dan penambahan lisin tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi ransum berurutan 70,52; 66,74; 75,30; 66,64; 74,54; 67,95 dan pertambahan bobot badan 32,03; 35,28; 33,72; 38,12; 35,33; 39,25 (g/ekor/hari); angka konversi ransuni 2,20; 1,89; 2,24; 1,75; 2,11; 1,73 dan rasio efisiensi protein 2,88; 3,40; 2,92; 3,60; 3,02; 3,68. Perlakuan tidak dapat menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, koefisien cema semu protein dan laju digesta. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian tingkat energi dan penambahan lisin dalam ransum mengggunakan ubikayu fermentasi memperbaiki pertambahan bobot badan, efisiensi ransum dan rasio efisiensi protein pada ayam pedaging. Perlakuan menunjukkan basil yang sama terhadap konsumsi Tamura, persentase karkas, koefisien cema semu protein dan laju digesta.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Animal Agriculture
ID Code:13252
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 14:50
Last Modified:03 Jun 2010 14:50

Repository Staff Only: item control page