RESORT SPA SEBAGAI FASILITAS PELENGKAP WISATA DIKAWASAN WISATA GUCI

MUSLIHAH, AZIZATUL (2008) RESORT SPA SEBAGAI FASILITAS PELENGKAP WISATA DIKAWASAN WISATA GUCI. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
310Kb

Abstract

1.1. LATAR BELAKANG Manusia dalam menjalani kehidupan tidak dapat lepas dari rutinitas sehari-hari, baik rutinitas dalam pekerjaan maupun rutinitas pribadi. Rutinitas tersebut dilakukan secara continue dan berulang terus-menerus. Keadaan tersebut menjadi monoton dan membosankan sehingga kerap kali timbul titik jenuh dalam menjalani aktivitas. Pola hidup yang penuh persaingan menyebabkan banyak orang menjadi stress dan memicu timbulnya ketegangan psikis. Itulah sebabnya, banyak orang mencari alternative untuk mengurangi beban pikiran yaitu dengan melakukan rekreasi sekaligus relaksasi serta dapat menyegarkan tubuh bahkan meringankan penyakit. Banyak masyarakat yang pada akhirnya memilih cara alami, misalnya dengan Spa. Dan ketika dicoba, terapi kembali kealam ini terbukti ampuh. Spa dengan konsep kembali kealam pun bertebaran dimana-mana, termasuk dihotel papan atas. Kehadiran Spa merupakan refleksi dari fenomena kehidupan kota Besar. Dibebani kesibukan kerja dari pagi hingga sore dan malam hari, mendorong para eksekutif/karyawan mencari “ruang” untuk melepaskan beban kerja tersebut. Spa menjadi alternative yang cukup memadai untuk hal tersebut. Adanya demand atau kebutuhan dari konsumen yang mendorong semakin menjamurnya Spa dibeberapa Kota Besar.(www.sinarharapan.co.id) Di Asia, Spa masih pada peringkat pengenalan dan masih baru sehingga prasarananya tidak begitu kentara. Namun begitu, telah menjadi kebiasaan masyarakat diasia untuk mengunjungi kawasan kawah/mata air panas untuk mandi dan berendam kaarena dipercayai sumber air panas ini mempunyai kelebihan menyembuhkan penyakit. Kini, abad ke-21, masyarakat mulai menyadari pentingnya hidroterapi dalam meningkatkan kesehatan dan mulai menjadikan spa sebagai tempat kunjungan utama. Menurut statistic kadar kunjungan ke Spa antara wanita dan laki-laki adalah 60/40. Spa kini menawarkan berbagai hiburan seperti kecantikan hingga hidroterapi.daripada olahraga (aerobic,gymnasium)(http://www.maicarebeauty.com). Guci merupakan salah satu obyek wisata alam Kabupaten Tegal, yang diunggulkan dalam sektor kepariwisataan. Obyek wisata Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter diatas permukaan laut. Fenomena alam berupa Sumber Air Panas dan dingin, diantaranya adalah Pemandian Pancuran 13 yang merupakan pemandian dengan mata air yang mengeluarkan air panas alami yang dimiliki oleh Guci inilah yang menjadi salah satu faktor yang menarik minat pengunjung. Hingga saat ini para pelaku usaha dikawasan wisata Guci masih hanya memanfaatan sumber air panas alami guci sebagai kolam pemandian. Padahal, sumber air panas (yang konon juga memiliki berbagai khasiat karena kandungan belerang dan mineral lain yang berguna bagi kesehatan) ini mempunyai potensi lain yang dapat dikembangkan dengan lebih optimal. Misalnya dijadikan sebagai sumber air untuk sarana Spa. Dengan adanya fasilitas baru, diharapkan dapat mengalirkan kerumunan orang dari tempat pemandian umum. Selain itu, pengembangan Potensi sumber air panas pada Kawasan Wisata Guci ini juga diharapkan dapat memaksimalkan dan mendongkrak potensi serta mengenalkannya kepada khalayak yang lebih luas serta meningkatkan nilai kompetitif sumber air panas yang terdapat pada kawasan wisata Guci sebagai penunjang daya tarik Obyek Wisata Guci di Kabupaten Tegal. Berdasarkan uraian diatas, di Kawasan Wisata Guci dibutuhkan suatu fasilitas wisata relaksasi berupa Resort Spa sebagai salah satu usaha pengoptimalan potensi kepariwisataan yang ada pada kawasan tersebut sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah wisatawan dimasa yang akan datang, serta diharapkan menjadi satu icon baru bagi kawasan Wisata Air Panas Guci. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan Resort Spa di Kawasan Wisata Guci, sebagai fasilitas pelengkap wisata. 1.2. TUJUAN DAN SASARAN a. Tujuan Tujuan penyusunan LP3A ini adalah menyusun landasan perencanan dan perancangan “Resort Spa di Kawasan Wisata Guci”. Selain itu penyusunan ini bertujuan untuk membuka wacana baru bagi perkembangan aktivitas pariwisata dikawasan wisata Guci. b. Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah proses perencanaan dan perancangan “berdasarkan aspek-aspek perencanaan dan perancangan (Design Guidlines) sebagai acuan dan pedoman dalam Desin Grafis Arsitektur (DGA) untuk merancang sebuah Resort Spa diKawasan Wisata Guci,. 1.3. MANFAAT a. Subjektif Memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas akhir di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang dan sebagai pegangan acuan selanjutnua dalam penyusunan LP3A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas akhir. b. Obyektif Diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan, baik bagi mahasiswa yang mengajukan proposal tugas akhir maupun bagi mahasiswa arsitektur yang lain dan masyarakat umum yang membutuhkan 1.4. RUANG LINGKUP BAHASAN a. Substansial Ruang lingkup perencanaan dan perancangan Resort Spa di Kawasana Wisata Guci termasuk dalam kategori bangunan massa banyak dengan pembagian kelompok bangunan utama dan bangunan pendukung/pelengkap beserta perancangan tapak/lansekapnya. b. Spasial Perencanaan dan perancangan Resort Spa di Kawasana Wisata Guci ini berada pada Zona Fasilitas Penunjang Wisata di Kawasan Wisata Guci Kabupaten Tegal seluas 4.592,2 m2. 1.5. METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang dilakukan dalam penulisan ini adalah Metode deskriptif, yaitu dengan mengadakan pengumpulan data. Pengumpulan data ini ditempuh melalui studi pustaka/studi literature dan observasi lapangan, untuk kemudian dianalisa dan dilakukan suatu pendekatan yang menjadi dasar penyusunan konsep program perencanaan dan perancangan. Tahap pengumpulan data yang dimaksud dilakukan melalui : a. Study Literatur Yaitu dengan mempelajari literature baik dari buku-buku maupun browsing internet mengenai teori, konsep dan standar perencanaan dan perancangan Resort Spa diKawasan Wisata Guci. b. Wawancara Melakukan wawancara mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Resort Spa diKawasan Wisata Guci dari beberapa sumber terkait. c. Study Banding Melakukan perbandingan terhadap hasil-hasil observasi yang dilakukan pada beberapa bangunan yang berfungsi sama untuk analisa dan criteria yang diterapkan pada Resort Spa yang diprogramkan. 1.6. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Laporan ini disusun melalui urutan – urutan pembahasan yang disajukan secara sistematis sehingga dapat mempermudah langkah – langkah didalam penyusunan, adapun ururtan pembahasanya adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang yang berhubungan dengan berbagai alasan dibangunya fasilitas “Resort Spa”. Latar belakang ini kemudian diikuti dengan penjelasan – penjelasan lain berupa , Tujuan dan sasaran, Manfaat, Lingkup pembahasan, Metode pembahasan. BAB II KAJIAN PUSTAKA Membahas tentang tinjauan Resort Spa yang membahas definisi “Resort Spa”, karakteristik, bentuk dan kegiatan. Selanjutnya diuraikan tentang tinjauan Resort Spa yang membahasa studi komparasi fasilitas – fasilitas untuk kemudian diambil kesimpulan dari data yang ada BAB III TINJAUAN LOKASI Pada bab ini dibahas mengenai gambaran Kabupaten Tegal dan Obyek Wisata Guci Secara Umum, potensi dan rencana pengembanganya kemudian tentang keadaan atraksi-atraksi wisata yang sudah ada di kawasan wisata Guci, serta lokasi Zona Penunjang Wisata yang merupakan tapak terpilih. BAB IV KESIMPULAN Berisi mengenai kesimpulan dari proses pengkajian tinjauan pustaka mengenai Resort Spa dan tinjauan Kawasan Wisata Guci. BAB V BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi mengenai batasan dan anggapan yang berkaitan dengan aspek – aspek arsitektur, sesuai dengan tinjauan Resort Spa dan tinjauan Kawasan Wisata Guci. BAB VI PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT SPA Berisi tentang dasar – dasar pendekatan, macam pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta pendekatan didalam menentukan alternatif tapak. disamping itu juga diungkapkan tentang pendekatan arsitektur konstektual Resort Spa. BAB VII KONSEP DAN PROGRAN DASAR PERANCANGAN RESORT SPA Pada bab ini dibahas mengenai program dasar perencanaan dan perancangan Resort Spa, penekanan desain, setelah itu diikuti dengan program dasar perancangan berupa program tapak. 1.7. ALUR PIKIR

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1316
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:15 Oct 2009 08:27
Last Modified:28 Oct 2009 13:19

Repository Staff Only: item control page