SENSASI THERMAL PADA MASJID RAYA AL-MASHUN MEDAN

AMIN, MUHAMMAD (2004) SENSASI THERMAL PADA MASJID RAYA AL-MASHUN MEDAN. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3886Kb

Abstract

Masjid Raya Al-Mashun Medan merupakan suatu bangunan yang secara arsitektural diadopsi dari arsitektur Timur Tengah, Mesir, dan India,sehingga perlu diadakan suatu penelitian bagaimana bangunan dengan arsitektur yang bukan berasal dad daerah tropis lembab dapat mengadaptasikan keadaan iklim di daerah tropis, sehingga pengguna bangunan dapat merasakan kenyamanan, dan bagaimana sensasi thermal yang dirasakan oleh para pengguna bangunan Masjid Raya Al-Mashun Medan di dalam ruang shalat utama ketika melaksanakan ibadah shalat. Adapun metode yang dipergunakan adalah metode pengukuran lapangan dimana temperatur udara dan kelembaban udara diukur di titik-titik tertentu dengan modul-modul tertentu dengan pendekatan terhadap 'she ' pada shalat berjama'ah. Selain dengan pengukuran langsung untuk mendapatkan sensasi thermal yang diharapkan juga memakai metode kuisioner yang diisi oleh responden bersamaan dengan dilakukannya pengukuran di titik tersebut. Sedangkan parameter sensasi thermal yang dipakai adalah PMV (Predicted Mean Vote) dalam tujuh skala dad -3, -2, sampai +3. Adapun sensasi thermisnya adalah dad sangat dingin, dingin, sejuk, netral, hangat, panas dan sangat panas. Simpulan yang dapat diambil dad penelitian ini adalah sebagai berikut : Sensasi Thermal yang dirasakan pada semua waktu shalat menunjukkan sensasi thermal netral dengan hasil rata-rata berdasarkan hasil kuisioner. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan PMV menunjukkan nilai rata-rata bahwa hanya pada waktu shalat subuh yang menunjukkan sensasi thermal netral (A-0.26), pada waktu shalat dzuhur menunjukkan sensasi thermal panas (+1.51), sedangkan pada waktu shalat yang lainnya yaitu shalat ashar (+1.11), maghrib (A0.88), dan isya' (+0.68) menunjukkan sensasi thermal hangat. Kata Kunci : Masjid, PMV,Kenyamanan Thermal The Great Mosque in Medan called Al-Mashun is a building which is architecturally adopted from Middle-East architecture, Egypt, and India, so it needs a research how a building with architecture which do not come from humid tropical can adapt climate situation in tropical area, so that consumer of building can feel comfortable, and how thermal sensation felt by all consumers of The Great Mosque in Medan called Al-Mashun in main pray room when doing pray. As for the utilized method is field measurement where air temperature and relative humidity are measured in selected dots with selected modules with approach to 'she at pray together. Besides with direct measurement to get expected thermal sensation also use questionnaire, which is filled by responden at the same time measurement in dot is done. While parameter of thermal sensations used by is PMV (Predicted Mean Vote) in seven scales and -3, -2 until +a. As for the thermal sensation is from cold, cool, slightly cool, neutral, slightly warm, warm and hot. The conclusion of this research is as follows : thermal sensation felt at all pray times shows neutral thermal sensation with mean result depend on questionnaire result. While from PMV calculation shows average value that only at subuh pray showing neutral thermal sensation (+0.26), when dzuhur pray show warm thermal sensation (+1.51), while at other pray time that is ashar pray (+1.11), maqhrib (+0.88), and isya (+0.68) showing slightly warm thermal sensation. Keywords: Mosque, PMV, Thermal comfort.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TH Building construction
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:13132
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 07:55
Last Modified:03 Jun 2010 07:55

Repository Staff Only: item control page