KEMAMPUAN RUMAH TRADISIONAL `SONAF' TERHADAP PENGENDALIAN KONDISI TERMAL RUANG DALAM

H. FLORIANUS, HARMANS (2004) KEMAMPUAN RUMAH TRADISIONAL `SONAF' TERHADAP PENGENDALIAN KONDISI TERMAL RUANG DALAM. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Mb

Abstract

Arsitektur tradisional Dawan yang secara spesifik merupakan ekspresi dari kekhasan budaya yang telah berlangsung dari generasi pencetusnya hingga generasi yang ada saat ini. Perjalanan arsitektur tradisional itu sendiri berproses dalam waktu yang sangat lama melalui proses trial and error yang disesuaikan dengan keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki, kondisi &am dan teknologi bangunan yang ada hingga akhirnya menetapkan suatu bentuk bangunan sebagai simbol makrokosmos yang lebih menyatu dengan kehidupan para pencetusnya. Karena simbolisasi tersebut maka bangunan tradisional ini memiliki syarat makna sekaligus memiliki berbagai syarat pantangan/pemali. Kekhasan Sonaf sebagai bagian dari arsitektur tradisional Dawan ini terletak pada bentuk atapnya yang panjang hingga tanah, kecuali pada pintu masuk bentuk atapnya agak diitinggikan. Dengan perjalanan waktu nampaknya sudah ada beberapa penyesuaian seperti halnya atap itu sendiri yang ujungnya tidak lagi mencapai tanah karena sudah dirapikan dengan tetap memperhatikan patokan (pakem) budaya yang dimiliki, demikian' juga halnya dengan dinding bangunan. Namun apakah dengan penyesuaian tersebut tidak merubah kondisi temperatur di dalamnya?. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian yang ada masih dalam batas toleransi kenyamanan dimana Ruang Tamu (Sulak) yang setengah terbuka lebih nyaman dibandingkan dengan Ruang Tinggal (Bife) yang relatif tertutup. Ruang Tinggal (Bife) masih membutuhkan pergerakan angin rata-rata sebesar 0,77 m/detik pada saat cuaca cerah. Namun pada saat cuaca hujan, Ruang Tinggal lebih nyaman dibandingkan dengan Ruang Tamu. Rata-rata temperatur radiasi yang diterima Ruang Tinggal sebesar 26,02° C dan rata-rata kelembaban relatif sebesar 75,22% masih memenuhi syarat dalam menunjang gairah kerja. Sedangkan dari segi bentuk bangunan, bentuk atap kerucut terpancung atau palungan terbalik yang tinggi dengan teritisan yang hampir menutupi dindingnya ternyata lebih banyak berperan dalam pengendalian panas lingkungan. Selain itu celah udara di antara lembaran papan yang difungsikan sebagai dinding dan celah udara yang berada di antara puncak dinding dengan penutup atap serta lubang udara pada loteng, disamping pergerakan udara yang melalui pintu Ruang Tinggal, juga memiliki peran dalam penciptaan kenyamanan Ruang Tinggal, sehingga tercipta ruang dalam yang nyaman untuk dihuni serta nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TH Building construction
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:13130
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:03 Jun 2010 07:50
Last Modified:03 Jun 2010 07:50

Repository Staff Only: item control page