KAJIAN EFISIENSI OPERASIONAL DAM LEPAS PANTAI DI PERAIRAN SEMARANG

Kadir, Abdul (2002) KAJIAN EFISIENSI OPERASIONAL DAM LEPAS PANTAI DI PERAIRAN SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2931Kb

Abstract

The city of Semarang as a capital at the Province of Central Java has two general land features, the Northern part is characterized with coastal plain and the Southern part of the city is hilly area. The aboved condition facilitates the problem of flooding in the coastal plain area. The flood becomes even more serious when the tidal flood is also occuring. The idea of an Offshore Dam stretching from the boundaries of Semarang City and Demak to Kendal, with the total length of about 18 Km is to prevent tidal waves from entering the coastal plain area such that the area is free from the tidal flood. The tidal level variation are, + 0,45 M (ITHWL), + 0,25 M (HWL), -0,23 M (MS), -0,70 M (LWL), and - 0,90 M (LLWL), refer to TTG system. The concept of the Offshore Darn is to lower the water level in the pool down to 1,35 M below Highest High Water Level (HHWL) so that the tidal flood can be prevented. Additionally the local flood from the hilly area and the rivers will be drained easily to the pool, because of sufficient water level difference. From the study it was found that, it requires 125 pumps of 5 m3/s capacity each for accomodating the flood with 25 years return period to lower the water level in the pool down to elevation of - 0,90 M TTG. While, for accornodating the flood of I year return period, 44 pumps of 5 m3/s capacity each, are required to reach the aboved condition. The annual operation and maintenance cost for accomodating the flood of 1 year return period (Rp.7.868.307.370,-), is lower than the value of flood damage (Rp. 9.870.000.000,-). The annual operation and maintenance cost for accomodating the flood of 25 years return period is Rp. 17.517.111.120,-, while the value of the flood damage is Rp. 15.671.073.196,-. From this preliminary study it shows that the operation of the Offshore Dam is efficient only for small floods (with 1 year to 2,5 year return period), while for bigger floods, the operation of the Offshore Dam is not efficient. Kota Semarang sebagai ibukota Propinsi Jawa Tengah mempunyai topografi yang unik, yaitu terbagi menjadi dua bagian daerah : - Daerah perbukitan yang terletak' di bagian Selatan. - Daerah pantai/dataran rendah terletak di bagian Utara. Sehingga keadaan di atas, membuat problem banjir khususnya di daerah dataran rendah. Banjir tersebut bertambah parah, jika terjadi bersamaan dengan banjir air laut pasang. Gagasan Dam Lepas Pantai yang direncanakan membentang antara perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak sampai Kabupaten Kendal dengan panjang keseluruhan 18 Km, diharapkan dapat mengatasi banjir air laut pasang, yaitu dengan cara fnenurunkan elevasi muka air danau sampai 1,35 m dibawah air laut pasang tertinggi (HHWL), atau pada elevasi - 0,90 M TTG (Titik Tinggi Geodesi). Yang dimaksud danau dalam studi ini adalah kolam air yang terbentuk antara Dam Lepas Pantai dengan garis pantai. Fluktuasi air laut mempunyai elevasi + 0,45 M (HHWL), + 0,25 M (HWL), - 0,23 M (MSL), - 0,70 M (LWL) dan - 0,90 M (LLWL) TTG. Dalam studi ini dilakukan kajian tentang operasi pompa-pompa yang diperlukan untuk mempertahankan elevasi muka air di dalam danau pada - 0,90 M TTG pada kondisi banjir 1 tahun dan banjir 25 tahunan. Dari studi ini, diketahui bahwa untuk banjir dengan periode ulang 25 tahun, dibutuhkan 125 buah pompa dengan kapasitas masing-masing 5 m3/detik agar muka air danau tetap pada elevasi - 0,90 M TTG. Untuk banjir periode ulang 1 tahun dibutuhkan 44 buah pompa dengan kapasitas masing-masing 5 m3/detik agar supaya muka air danau tetap pada elevasi - 0,90 M TTG. Besarnya biaya operasi dan pemeliharaan per tahun (Rp.7.868.307.370,-) untuk banjir dengan periode ulang 1 tahun lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh (Rp. 9.870.000.000,-). Sedangkan biaya operasi dan pemeliharaan per tahun untuk banjir dengan periode ulang 25 tahun adalah Rp. 17.517.111.120,-, sedangkan keuntungan yang diperoleh Rp. 15.671.073.196,-. Analisa awal ini mengidentasikan bahwa pengoperasian Dam Lepas. Pantai hanya efisien dalam menangani banjir-banjir kecil (misal 1 tahun sampai 2,5 tahun). Sedang pada banjir-banjir besar, pengoperasian Darn Lepas Pantai tidak efisien.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:13051
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Jun 2010 14:01
Last Modified:02 Jun 2010 14:01

Repository Staff Only: item control page