SCRIPLESS TRADING SYSTEM ( PERDAGANGAN TANPA WARKAT ) DALAM KEGIATAN PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA ( Scripless Trading System on trading activity in the Jakarta Stock Exchange)

WIYANTI, DIANA (2001) SCRIPLESS TRADING SYSTEM ( PERDAGANGAN TANPA WARKAT ) DALAM KEGIATAN PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA ( Scripless Trading System on trading activity in the Jakarta Stock Exchange). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
8Mb

Abstract

Capital market is an economic instrument which has a very significant role in developing the Indonesia's economy in the future since it is based on the act No.8,1995 on the capital market. The Indonesian capital market's has a startegic position as one of financing source of business world and an investment instrument for public sector. Therefore, development of capital market will be a central point for supporting the national economic growth. Since implementation of the electronic trade system with the Jakarta Automated Trading System (JATS) on 22nd of May 1995, the Jakarta Stock Exchange entered the era of fully automated trading system, resulting a very rapid increase of transactional activities; this increase , of course, should be accompanied by a more rapid transaction solution in order to maintain the safety and security of transactions, and to provide legal protection to all related parties, especially for the investors. Considering, majority of transaction carried out in the Jakarta Stock Exchange is in the shares form, then , as valuable papers, shares should have high safety security in order to avoid various possible risks, such as risk of losing, damaged, forgery, stolen, and even delivery fault and payment fault which will cause the loss on the investor's part. The risk level will increase as the number of shares circulated in the Jakarta Stock Exchange increased, and transaction process will slow down so it has a negative effect to the share trading system i.e; inefficiency to the market. Based on previous reasons, to anticipate increase of share trading and for realizing a capital market activity which is more regular, efficient, and secure as required by the Act of Capital Market that is to implement a scriptless trading system with the adoption of book entry settlement system in the Jakarta Stock Exchange, so there is no physical movement of shares. Implementation of this scripless trading system has also been a demand of the market in order to more competitive globally in its progress towards a modern market by conforming the IOSCO' s recommendations. In the implementation of the scripless trading, the Jakarta Stock Exchange as a front office of transaction activities should be fully supported by an institution with a role of backing up the transactional settlements in the Stock Exchange. The linstitutions are the Clearing & Warranty House, and Saving &Settlement House. Both institutions that are the PT.Kliring dan Penjaminan Effek Indonesia (KPEI) which implements the clearing and guarantee functions, and the PT.Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), which implements the saving and settlement functions, will act as a back office for implementation of the transaction settlement. The mechanism of the scripless trading system implementation is an intensive advanced-technology, and to gain the aim of scripless trading, there will be accompanied by so many constraints that should be overcome by PT KPEI and PT KSEI, either internally (human resources) or externally (technology) and the stock exchange actors and there is also jucicial constraints. As regards with the posible risks, the PT KPEI anticipates them by applying risk control system, and PT KSEI by conducting the operasional security system. Based on the frame of thinking discussed above, the objectives or this research are to find the solution or answer for the problems which proposed, that are : (1) How the stage and mechanism or implementation of the scripless trading system was done in the Jakarta Stock Exchange ? (2) 'What are the contraints facing in the implmentation of the scripless trading system ? (3) How do the risk control and security and safety of the implementation of the scripless trading system are conducted ?. This research adopted the quantitaive method, that is the method in which data are processed it order to find a broader meaning of the scripless trading system, that may be useful in answering the problems presented in this research. Where as the approach applied here is a socio-legal-approach (socio-legal¬research), in which law is seen not only as a merely normative legal ruler system, but it is also seen from the aspect of the interaction of the legal system with the non-legal aspects. Based on result of this research it can be concluded as follow : 1. There are four stages that should made towards the realization of the scripless trading system, that are SIMPLE in KDEI, Mahameru, Immobilization, and C-BEST system in PT. KSEI. The mechanism of scripless trading is a continuous link began in transaction on the Jakarta Stock Exchange (front Office), and finally was settled in PT. KPEI and PT KSEI (back office). 2. The contraints facing by PT KPEI and PT KSEI are the internal, external, and juridicial contraints. 3. In order to anticipate the posible risks, PT KPEI conduct the risk control (management) and PT KSEI performed the security action using the C-BEST. Pasar Modal merupakan instrumen ekonomi yang berperan besar dalam memajukan perekonomian Indonesia di masa datang, karena berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Pasar Modal Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat. Oleh sebab itu maka, usaha pengembangan pasar modal menjadi salah satu titik sentral untuk mendukung Iajunya pertumbuhan perekonomian nasional. Sejak diimplementasikannya sistem perdagangan elektronik dengan JATS (Jakarta Automated Trading System) pada 22 Mei 1995, Bursa Efek Jakarta (BEJ) memasuki era perdagangan yang sepenuhnya elektronik, sehingga terjadi peningkatan kegiatan transaksi yang sangat pesat, hal ini tentu hams diirnbangi dengan tuntutan penyelesaian transaksi yang cepat demi menjaga keselamatan dan keamanan transaksi, serta perlindungan hukum kepada semua pihak, terutama bagi investor. Mengingat transaksi yang dilakukan di BEJ mayoritas dalam bentuk saham, sebagai barang berharga saham hams memiliki tingkat keamanan yang tinggi agar terhindar dari berbagai jenis risiko yang mungkin timbul, seperti risiko hilang, rusak, dipalsukan, dicuri bahkan terjadi gagal serah dan gagal bayar yang merugikan investor. Tingkat risiko akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar di BEJ, dan proses penyelesaian transaksi akan berjalan lamban sehingga menimbulkan bahaya bagi sistem perdagangan saham, yaitu pasar menjadi tidak efisien. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam mengantisipasi peningkatan transaksi saham dan demi mewujudkan kegiatan pasar modal yang lebih teratur, efisien dan aman berdasarkan amanat Undang-undang Pasar Modal adalah dengan terlaksananya sistem perdagangan tanpa warkat (scripless trading system) dengan penyelesaian transaksi secara pemindahbukuan (book entry settlement) di BEJ, sehingga tidak ada lagi pergerakan saham secara fisik. Pelaksanaan scripless trading system ini juga merupakan tuntutan kebutuhan pasar agar lebih kompetitif dan berdaya saing global dalam menuju pasar modal yang modem sesuai dengan rekomendasi IOSCO (Organisasi Bapepam se Dunia). Dalam pelaksanaan scripless trading, BEJ sebagai penyelenggara transaksi yang berperan sebagai front office harus didukung penuh oleh suatu lembaga yang mem-back up penyelesaian transaksi perdagangan di bursa. Lembaga tersebut adalah Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP). Kedua lembaga tersebut yaitu PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang menjalankan fungsi LKP dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menjalankan fungsi LPP berperan sebagai back office yang menyelenggarakan penyelesaian transaksi. Mekanisme pelaksanaan scripless trading sarat dengan teknologi canggih, dan untuk mencapai tujuan menuju scripless trading tentu banyak kendala yang dihadapi baik oleh KPEI maupun KSEI yang bersifat internal yakni SDM maupunekstemal yaitu teknologi dan para pelaku bursa, juga kendala yang bersifat yuridis. Terhadap risiko yang mungkin timbul, KPEI telah mengantisipasinya dengan pengendalian risiko dan KSEI dengan melakukan pengamanan operasional. Berangkat dan kerangka berfikir di atas, maka dalam penelitian ini terdapat tujuan yang dihendaki yaitu mencari jawaban terhadap permasalahan yang diajukan yakni (1) Bagaimanakah tahapan dan mekanisme pelaksanaan scripless trading system di Bursa Efek Jakarta? (2) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan Scripless Trading System? (3) Bagaimanakah pengendalian risiko dan pengamanan terhadap pelaksanaan Scripless Trading System? Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif , yaitu data diolah untuk menemukan makna lebih mendalam dari sistem perdagangan tanpa warkat, yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang diajukan dalam penelitian. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis (socio-legal research), hukum tidak hanya dilihat sebagai peraturan perundang-undangan yang bersifat normatif semata, tetapi hukum juga dilihat dari aspek bagaimana hukum berinteraksi dengan aspek-aspek di luar hukum Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat 4 tahapan menuju scripless trading yaitu SIMPLE di KDEI, Mahameru, Imobilisasi, dan sistem C-BEST di KSEI. Mekanisme scripless trading merupakan mata rantai yang tidak terputus berawal dari transaksi di BEJ (front office), kemudian diselesaikan di KPEI dan KSEI (back office). 2. Kendala yang dihadapi di KPEI dan KSEI adalah kendala intern, ekstem dan kendala yuridis. 3. Untuk megantisipasi risiko yang timbul, KPEI melakukan pengendalian risiko (manajemen risiko) dan KSEI melakukan pengamanan dengan sistem C-BEST.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:12998
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Jun 2010 12:53
Last Modified:02 Jun 2010 12:53

Repository Staff Only: item control page