EKSISTENSI BANK SYARI'AH DAN PENGEMBANGANNYA DI INDONESIA (Kajian Terhadap Operasional Bank Syari'ah di Nusa Tenggara Barat)

MUHAIMIN, MUHAIMIN (2001) EKSISTENSI BANK SYARI'AH DAN PENGEMBANGANNYA DI INDONESIA (Kajian Terhadap Operasional Bank Syari'ah di Nusa Tenggara Barat). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
9Mb

Abstract

This study focus on two central problem, they are: (1). How is the existence of Syari'ah Battling in the Law System of Banking in Indonesia, what is the rule of law that required to its develop and what is the policy did by the Indonesian Bank to develop Syari'ah Bank (2). Why is Syari'ah Bank that operate at Nusa Tenggara Barat have a unless development, the factor that cause these matter, and the solution to overcome the problem ? The Study object that need to achieved: in one side, is to know, understand and describe the Syari'ah Bank existence both in juridis and sociology, identify and predict the regulation that required to the development and to have a knowledgement about the policy taken by the Indonesian Bank for the development. hi other side, is to know, describe and explain the factor that caused its unless development, and also to find the solution to overcome the problem that faced by Syari'ah Bank. The expected contribution is: Theoretically, as an opinion contribution both in concept collection, method or theory in knowledgement of law study in general and the Moslem Law Banking as particular, so that it could be the basic plan and the regulation development of Syari'ah Bank in Indonesia, while in practically, it have an opportunity to become the input for the policy maker, banking practical in both national operational banking and Syari'ah banking in Indonesia. Intensive study are performed on all institution that have in charge on the study area of NusaTenggara Barat Province, and have being performed according to frame of qualitative research opinion method. The Study finding show that : first, as formal jurisdictions by the applying of UU No.10 1998 and UU No.23 1999, the existence of Syari'ah Bank become equal to the Conventional Bank For its development, there is still required some law regulation, which are the tax regulation, disagreement settlement, liquidity, monetary instrument that equal to Syari'ah principal, accounting standard, audit and report, the cautious principal, and the statement about CAR (Capital Adequate Ratio). Currently, the Indonesian Bank Policy in develops the Syari'ah Bank is more sufficient compare to the era before the UU No.10 1998 being valid. It is verified with the amount of Indonesian Bank Regulation existence which regulate the Syari'ah Bank. Second, the factors that cause Syari'ah Bank development in NTB particularly at West Lombok belatedly are: the internal aspect, is the unprofessional human resources and low motivate, and also the external aspect, which is the less understandable society about the Syari'ah Bank. Morally, the society respond are support, but it didn't followed with the actual action to get saving their money in Syari'ah Bank. The barriers still covered are including: unprofessional management, the less understanding society, the low motivate of society, the low business capital, uncompleted operational regulation. And the solution to overcome the existence problem is through the Da'wah approach to whole society element both personally (infirodhi) and through the mass da'wah (da'wah ammah), the effort to increase the human resources quality and performed a corporation with every party. Studi ini menfokuskan pada dua masalah sentral, yakni: (1). Bagaimana eksistensi Bank Syari'ah dalam Sistem Hulcum Perbankan di Indonesia, aturan hukum apa yang diperlukan untuk pengembangannya dan kebijakan apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk pengembangan Bank Syari'ah (2). Mengapa Bank Syari'ah yang beroperasi di NTB kurang berkembang dengan baik, faktor-faktor apa yang menyebabkannya, dan bagaimana solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi ?. Tujuan studi yang ingin dicapai: disatu sisi, untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan eksistensi Bank Syari'ah baik secara yuridis maupun secant sosiologis, mengidentifikasi dan memprediksi aturan yang diperlukan untuk pengembangannya serta mengetahui kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia guna pengembangamwa. Pada sisi yang lain untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor penyebab Bank Syari'ah di NTB kurang berkembang dengan baik, dan untuk menemukan solusi guna mengatasi kendala yang dihadapi Bank Syari'ah. Dengan demikian kontribusi yang diharapkan: Secara teoritis, sebagai sumbangan pemikiran baik berupa perbendaharaan konsep, metode atau teori dalam khasanah studi ilmu hukum pada umumnya dan hukum perbankan Islam pada khususnya sehingga dapat metijadi dasar perencanaan dan pengembangan pengaturan Bank Syari'ah di Indonesia, sementara secara praksis, berpeluang sebagai bahan masukan bagi pembuat kebijakan, praktisi perbankan dalam operasional perbankan nasional maupun perbankan Syari'ah di Indonesia. Studi intensif dilakukan pada berbagai institusi yang berwenang dan pada wilayah studi Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat, dan telah dilakukan sesuai dengan bingkai metode pemikiran penelitian kualitatif. Temuan studi menunjulckan: Pertama, secara yuridis formal dengan berlakunya UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No. 23 Tahun 1999 eksistensi Bank Syari'ah menjadi sama dengan Bank Konvensional. Untuk pengembangannya masih diperlukan beberapa aturan hukum diantaranya aturan tentang perpajakan, penyelesaian sengketa, likuiditas, instrumen moneter yang sesuai dengan Prinsip Syari'ah, standar akuntansi, audit dan pelaporan, prinsip kehati-hatian, dan ketentuan tentang CAR (Capital Adequa Ratio). Kebijakan Bank Indonesia dalam mengembangkan Bank Syari'ah saat ini sudah cukup baik dibandingkan dengan era sebelum UU No. 10 Tahun 1998, hal ini terbukti dengan adanya sejumlah Peraturan Bank Indonesia yang mengatur tentang Bank Syari'ah. Kedua, falctor-falctor yang menyebabkan perkembangan Bank Syari'ah di NTB khususnya Lombok Barat kurang berkembang dengan baik yakni: aspek internal, SDM yang kurang profesional dan kurang amanah, dan aspek ekternal, masyarakat belum memahami Bank Syari'ah. Respon masyarakat secara moral sangat mendukung, namun belum diikuti dengan tindakan nyata untuk menabung pada Bank Syari'ah, kendala yang dihadapi meliputi: menejemen yang belum profesional, pemahaman masyarakat masih kurang, tingkat amanah masyarakat yang masih rendah, modal usaha masih kurang, aturan operasional yang belum lengkap. Dan solusi untuk mengatasi kendala yang ada adalah dengan Pendekatan Da'wah kepada semua elemen masyarakat baik secara personal (infirodhi) maupun melalui da'wah secara massal (da'wah ammah), peningkatan kualitas SDM serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:12995
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Jun 2010 12:45
Last Modified:02 Jun 2010 12:45

Repository Staff Only: item control page